Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Tindakan Tae Yang - Season 2


__ADS_3

Emy menyusuri koridor rumah sakit menuju ruang EMG ( Elektromigrafi yaitu suatu teknik untuk mengevaluasi dan merekam sinyal aktivitas otot). Sebenarnya cara cepat adalah MRI. Tapi, ia tak bisa melakukannya saat ini.


Dokter Lee yang menunggu telepon dari ruang MRI sedari tadi, begitu cemas dan tak fokus dengan pekerjaannya.


Kriiiingg ...


Hanya sekali dering, dr. Lee langsung mengangkatnya.


" Hallo? apa dia sudah di sana?"


" ......."


" Apa? batal? benarkah?"


" ........"


" Hah?! Baiklah, terima kasih."


Dokter Lee meraup wajahnya. Baru saja ia senang mendengar Emy membatalkan tes MRI, ternyata kemudian mereka memberi kabar, adik angkatnya itu melakukan tes EMG.


Dokter Lee berlari menuju lift dan menekan lantai 3. Letak EMG Station berada.


Tok ... tok ...


ceklek


Dokter Lee membuka pintu dan langsung saja masuk, tanpa persetujuan sang empunya ruangan.


" Ada yang bisa saya bantu, dr. Lee?" tanya dr. Byun, Dokter Syaraf wanita berusia 53 tahun itu sarkas.


Dokter Lee menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Ehm ... eh ... saya hanya ingin tahu keadaan Emy, Dok." kata dr. Lee.


Di sana, Emy sudah duduk dengan Elektroda permukaan ditempel di bawah ibu jari tangannya dan pergelangannya telah ditusuk Elektroda pin (jarum halus) untuk dapat masuk ke dalam jaringan otot, sebagai penentu apakah otot sedang melakukan kontraksi atau tidak, serta menampilkan pada Cathode Ray Oscilloscope (CRO)



Emy hanya sekilas melihat dr. Lee. Matanya terus menatap layar komputer. Bukannya ia tak peduli kedatangan dr. Lee atau marah pada sahabat sekaligus Oppanya itu, tapi ia ingin mengamati hasilnya.


Sekitar 30 menit kemudian, dr. Byun melepas semua elektroda di telapak tangan Emy


" Tunggu dr.Byun ... tolong gel elektrolitnya," pinta Emy. Dokter Byun memberikannya dan Emy mengoles sedikit pada bagian lengan atasnya. Emy mengambil Elektroda pin dan menancapkannya pada lengan yang sudah ia olesi gel elektrolit.

__ADS_1


Suara seperti radio yang mencari sinyal memenuhi seluruh ruangan. Mata Emy tak lepas dari layar monitor komputer. Tangan kirinya dengan cepat mengoles gel ke bahunya lalu memindahkan dengan cepat Elektroda pin di area itu.


Mata Emy terpejam. Menghela nafas dan menggigit bibir bawahnya. Dokter Lee berkeringat dingin melihatnya.


' Akhirnya kau tahu juga, Dongsaeng,' batin dr. Lee lirih. Kini, ia tak bisa lagi menutupinya. Mata Emy perlahan menatap ke arah dr. Lee


" Dokter Byun, terima kasih banyak untuk bantuan Anda," ucap Emy lirih.


" Dokter Sie, sama-sama. Jangan lemah, ya. Kita masih bisa mengoperasinya," hibur dr. Byun. Emy tersenyum kecut mendengarnya dan mengangguk.


Setelah dr. Byun pergi, Emy kembali menatap dr. Lee


" Aku yakin kau berhutang penjelasan padaku, dr. Lee," kata Emy datar namun matanya menatap tajam Sunbaenya itu


Glek


Dokter Lee menelan salivanya dengan berat. Ia tak berani menatap mata Emy.


" Sunbae!" teriak Emy sambil berdiri dan berkacak pinggang


" Kkamjagiya! Emy-a kau me ... nga ... get ... kan ... ku" dr. Lee mengelus dadanya seraya melirik Emy yang masih menatapnya tajam


" Ehem ... itu ... kau dulu sempat terjatuh dan mengalami Fraktur di pergelangan. Dan ... dari hasil CT ..." lanjut dr. Lee


" Ehm ... 3 hari sebelum kau pergi, jadi sekitar 6 tahun lalu,"


" Saat aku hamil? Dan kau membiarkan aku melakukan CT!!"


Dokter Yeol mengangguk, " Hei! kau yang memaksa! aku sudah melarangmu, tapi kau yang memaksa! ...untung Mikha dan Micko lahir normal ..." protes dr. Lee dan memelankan suaranya pada kalimat terakhir.


" Lanjutkan!" titah Emy


" Dari hasil CT, kau ... mengalami Neuropati Perifer, lebih tepatnya Mononeuropati (kerusakan pada satu saraf tepi)." jelas dr. Lee


" Kau memberi instruksi pembedahan pada almarhum dr. Oh sebelum kau kehilangan kesadaran, di saat yang genting. Kami sudah berusaha semampu kami, tapi, sepertinya tak berhasil," lanjut dr. Lee


" Jadi maksudmu, aku yang salah di sini?" tanya Emy.


" Bu ... bukan begitu, kau sudah meminta Anestesi lokal, tapi karena kau sudah kelelahan, akhirnya kau tak sadar juga,"


" Baiklah, jadi benar, aku mengalami CTS (Carpal Tunnel Syndrome / Sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome adalah kondisi yang membuat tangan mengalami sensasi kesemutan, mati rasa, nyeri, atau lemah. Salah satu contoh kondisi Mononeuropati ),"  singkat Emy.


Dokter Lee mengangguk. Emy mendesah. Kedua tangannya menutupi wajahnya.

__ADS_1


" Kenapa Sunbae tak mengatakannya padaku?!" suara Emy meninggi


" Aku ..."


" Sunbae, jika dalam keadaan seperti ini, aku membedah seseorang, bagaimana jadinya orang itu?! Kau tahu, aku hampir saja gagal saat melakukan Irigasi (pemberian cepat sejumlah besar larutan untuk menyiram seluruh saluran pencernaan menggunakan tabung plastik dan selang yang dimasukkan ke dalam mulut ke perut) pada pasien dr. Seo. Kau tahu apa akibatnya kalau aku salah memasangnya, kan?! Tuhan sungguh baik buat aku dan orang itu, karena aku berhasil walau tanganku seperti ini!! Kau sungguh mau mendorongku menjadi pembunuh, Sunbae!!" seru Emy geram.


Emy melangkah lebar membuka dan menutup pintu dengan kasar, meninggalkan dr. Lee yang terpaku dan merasa bersalah.


Air mata Emy deras mengalir walau ia sudah berusaha menahannya. Sepanjang jalan menuju kantornya, ia terus menunduk. Banyak mata memandangnya dengan kasihan, jengah, dan senyuman sinis. Tapi, Emy tak menghiraukan semua itu.


Brakk


Emy membuka dan menutup pintu kantornya dengan kasar. Badannya luruh di balik pintu. Emy menangis tersedu menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya.


Di sisi Tae Yang, lelaki itu tak bergeming ketika Lucia berusaha menarik perhatiannya dengan memakai baju seksi ke kantornya. Jung Hyuk menatap muak wanita itu.


" Hyuk! panggil security, katakan pada mereka, untuk menyeret wanita ini keluar dari kantorku!" titah Tae Yang tanpa melihat Asistennya dan Lucia yang duduk di depannya.


" Baik, Tuan," jawab Jung Hyuk semangat. Ia sudah merasa jijik dengan wanita tak tahu malu itu.


" K-kak? Apa maksudmu? K-kenapa kau mengusirku? Aku ... aku calon istrimu, kak," kata Lucia dengan mata berkaca-kaca


Brakkk


Tae Yang menggebrak meja kerjanya dan menatap tajam wanita yang dulu menjadi penolongnya itu. Lucia berjingkat kaget karenanya. Nyalinya seketika menciut.


" Kau pikir aku akan terus terjebak permainanmu dan membiarkan kau merusak rumah tanggaku? HAH?!" Bentak Tae Yang


" A-apa maksudmu, kak?" tanya Lucia dengan wajah polosnya.


" Tak usah sok polos! Berita hari ini, adalah ulahmu, kan?!" teriak Tae Yang seraya membanting Ipad ke depan Lucia.


Lucia melihat berita di internet itu. Ia begitu bahagia melihatnya. Senyum tersungging di wajah cantiknya.


" Chairman Kimtae terpergok bersama selingkuhan lainnya, karma dr. Sie?"


" Bos Kimtae, tak lagi mencintai istri barunya?"


Headline berita hari itu sungguh membuat Tae Yang geram. Semua portal berita sudah berusaha Asistennya tutup, tapi terus saja mencuat tak terhenti. Cemoohan terhadapnya dan Emy semakin merajelela di dunia maya. Ia yakin, sebentar lagi dirinya dan Emy akan menjadi bulan-bulanan Media.


"Kak, tapi akulah yang berhak bersama Kakak. Aku akan menjelaskan pada mereka, Kak. Kalau akulah ..."


" STOP!!! Kau akan kembali ke Inggris hari ini juga, kalau kau berani menolak, kupastikan orang tuamu akan melihat berita Anaknya menjual diri di Korea!" Ancam Tae Yang

__ADS_1


" Kak!"


__ADS_2