Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Gelisah


__ADS_3

Ketiganya saling berpandangan. Pasalnya mereka tidak tahu kalau Helena sudah kembali. Yang mereka tahu, Helena ada di Amerika karena masih ada kontrak disana.


" Bukannya Helena memang sudah pergi setahun lalu, bro?" Tanya Shin Dae Jung, dia adalah laki-laki berjas biru.


" iya, dia kan memang di Amerika, dan kamu juga yang kasi ijin." Tambah Willy Joo yang memakai jaket kulit.


Tae Sang melihat keduanya dan mendengus.


" Dia sudah kembali 2 minggu lalu. Kami bahkan sudah berlibur bersama di Swiss selama seminggu." Jawab Tae Sang malas dan menggosok kasar wajahnya.


Ketiga temannya saling berpandangan, mereka masih tak mengerti maksud perkataan Tae Sang sebelumnya.


" Tapi, semuanya hancur setelah aku dan Helena pulang. SEMUA GARA GARA WANITA SIALAN ITU! Aarghhh.." Geram Tae Sang seraya menunduk dan mengepalkan kedua tangannya disisi badannya.


" Wanita? Wanita siapa?" Tanya ketiganya keheranan.


" Perempuan matre yang dibawa kakek." Jawab Tae Sang kesal


" Terus apa hubungannya dengan Helena?"


" Helena pergi karena dia tahu kalo perempuan itu istriku. Ceh...istri..." Jelas Tae Sang menyeringai


" APA? KAU SUDAH MENIKAH???" Begitu kagetnya mereka mendengar berita itu hingga tanpa sengaja berteriak membuat pengunjung lain menatap aneh kearah mereka berempat.


" Berisik! Kalian pikir aku mau menikahi perempuan murahan seperti dia?!"


" Lalu?" tanya Dae Jung meminta penjelasan.


" Kami hanya menikah kontrak. Setelah kakek sembuh atau jika...jika..jika kakek tiada maka perjanjian itu null.."

__ADS_1


" Kau gila?! Kenapa kau senekat itu menikah perempuan gak jelas seperti itu?" protes Cha Ryung Sik yang memakai kaos Polo.


" Aku gak ada pilihan, kakek yang memintaku. Dia mengancam tidak mau kemo jika aku tidak menikah dengan dia."


" Wah..wah..kakek masih tetap aja ya..." Celetuk Dae Jung


" Apa dia jelek? Gendut atau apa sampai kau tidak mau terima dia?" tanya Willy Joo tenang


" Tidak, dia dokter yang menangani kakek di Chicago. Wajahnya lumayan cantik dan langsing."


" Dokter? Wah, keren dong.." Celetuk Hyun Sik


" Hah!! Apa gunanya, aku benci dan muak melihat wajahnya yang sok baik didepan kakek, padahal aku tahu hatinya busuk!"


Semua jadi terdiam mendengar Tae Sang. Mereka menjadi penasaran ingin melihat wanita yang dinikahi secara kontrak oleh Tae Sang.


flashback on


Emy mengecek buku rekeningnya, dia khawatir jika ia terus saja memakai uang ini, maka akan lama untuknya untuk bisa membeli tanah panti asuhan dan rumah singgah. Uang yang ia dapat dari gaji RS dan programmer masih belum memadai untuk membeli tanah tanah itu, dan sudah 2 bulan ini, ia belum mengirim uang ke Indonesia. Emy menjadi bingung.


Akhirnya, Emy memberanikan diri untuk bertemu Helena. Emy mencari jadwal Helena lewat media sosial. Ketika ia melihat Helena ada disebuah cafe tak jauh dari RS tempatnya bekerja, Emy segera kesana. Awalnya, Helena menyuruh managernya untuk mengusir Emy. Tapi, akhirnya Emy berhasil mendapat kesempatan berbicara dengan Helena. Setelah Emy berkata kalau ini sungguh sangat penting.


" Nona Helena, maafkan saya kalau saya sudah menyakiti kaki Anda, tapi Nona, saya dan Presiden Kim, kami tidak hubungan apapun." Kata Emy sopan


" Hahaha... Kau pikir aku tuli? Aku sendiri yang sudah mendengar semuanya dan kau katakan kalian tidak hubungan apa-apa? Kau pikir aku percaya?"


Emy menghela nafas, ia harus melakukan ini jika wanita ini tak mau kembali, ia tak kan bisa lepas dari cengkeraman Tae Sang yang marah.


" Nona, saya dan Presiden memang sudah menikah..."

__ADS_1


" Huh!... Dan kau bilang kau tidak ada hubungan dengan dia?" Potong Helena kasar, matanya menjadi seram jika melotot.


" Nona, tolong dengarkan dulu saya berbicara, " setelah Emy melihat lawan bicaranya mulai tenang, " kami menikah atas paksaan Kakek Kim. Kami bersedia, tapi sebenarnya kami juga membuat perjanjian kontrak. Pernikahan kami akan berakhir setelah kakek Kim pulih. Saya dokter yang menangani kakek. Dan, saya tahu kemungkinan kakek untuk pulih sangat kecil karena itu perjanjian kami pun hanya sampai 2 tahun. Setelah itu, kami akan pergi ke jalan kami masing masing."


Helena terperangah mendengar itu, tapi ia sepenuhnya belum yakin dengan apa yang dikatakan Emy.


" Nona, Presiden Kim mencintai Anda. Dia sangat terpukul dengan kepergian anda. Bisakah Anda setidaknya makan malam dengannya? " Pinta Emy dengan mata memelas.


Tak ada jawaban, hanya ada keraguan di mata Helena. Emy memutuskan untuk pergi dan memberikan Helena waktu.


" Nona ini nomor saya, jika Anda bersedia, tolong hubungi saya." kata Emy sambil menyerahkan kartu namanya, lalu pergi.


flashback off


Dengan semangat diambilnya ponsel dari tas ransel kesayangan itu, lalu membuat reservasi di sebuah restaurant dekat sungai Han bernama Skye, lalu ia menulis pesan singkat dan mengirimkannya pada Byun Hyuk karena Emy sama sekali tidak memiliki nomor Tae Sang.


Map-map tersusun tinggi disebuah meja, sesekali terdengar geraman seorang pria yang berkacamata, dibalik meja yang penuh dengan map itu.


Byun Hyuk harus bergelut dengan banyaknya proposal, dan laporan laporan dari berbagai divisi dan cabang perusahaan, karena sang Presdir sering pergi tanpa pamit entah kemana. Ia sudah menyelesaikan separo pekerjaannya. Byun Hyuk tak berhenti mengutuki Emy karena hal ini. Jika bukan karena Emy, maka Helena tak akan pergi dan membuatnya menderita seperti saat ini.


Cliingg...


Sebuah pesan singkat masuk tapi diabaikannya. Ia harus menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, agar hari ini bisa pulang dan tidur dikasurnya yang empuk lebih lama.


Sampai dirumah, Byun Hyuk segera mandi dan bersiap tidur. Sambil berbaring ia mengecek semua pesan dan email yang masuk. Yang membuatnya terpaku adalah satu pesan, dengan pengirim Nona Sie tapi mengabaikannya.


Emy masih menunggu balasan atasan pesan yang ia kirim, tapi hingga pagi ini tak ada jawaban. Emy gelisah, ia takut jika kali ini gagal. Ia sudah membuat reservasi untuk malam ini, bagaimana jika Tae Sang tak datang? Helena pasti akan berpikir bahwa ia telah mempermainkannya. tadi pagi ia berangkat, Tae Sang masih belum bangun jadi tak ada kesempatan untuk bertanya.


" Baiklah, aku akan menunggu sampai nanti siang." Gumam Emy.

__ADS_1


__ADS_2