
" Nona ... Nona ... itu apa?" tanya Jung Hyuk pada Emy, ketika ia melihat ada banyak angka dan kode berwarna merah di layar LED
Emy mengerutkan alisnya. Sepertinya ia mendapat lawan tangguh kali ini. Dengan cepat Emy memainkan lagi jarinya. Jung Hyuk terus menelan ludah, ketika warna merah itu mulai mendominasi.
" Nona ... apa kita akan kalah?" tanya Jung Hyuk dengan nada cemasnya. Tak kalah dengan Jung Hyuk, Hawk pun mulai berkeringat dingin di atas panggung. Tapi, ia berusaha menutupi kepanikannya dengan ekspresi dingin. Ekspresi yang belum pernah ia tunjukkan.
Emy tak menjawab pertanyaan Jung Hyuk dan terus mengetik dengan cepat.
" Aahh ..." rintih Emy.
" Nona, kenapa?" Jung Hyuk terlihat sangat panik dan tak tenang di tempat duduknya.
Emy menahan rasa sakit yang tiba-tiba muncul dalam perutnya dan terus mengetik
' Honey Kean ... aku mohon ... aku harus menang. Tae Yang-ssi ...' batin Emy menjerit. Otaknya terus berputar dan menghitung. Jemarinya terus bekerja di atas keyboard.
" Sebentar, kalau aku gabungkan ... aku coba saja ... aku akan tambah Enkripsi -nya (teknik pengkodean data yang dapat digunakan untuk menjaga data)." gumam Emy. Jung Hyuk hanya melihat Emy dan ke layar LED raksasa yang tergantung di atas panggung.
Ketika warna merah itu mulai menutup angka-angka berwarna hijau, tiba-tiba ...
Blip ....
Dalam sekejap warna merah itu menghilang dan terdengar umpatan tak jauh dari tempat Emy duduk.
" Ahh ... untunglah berhasil ..." gumam Emy.
" Nona ... apa ... artinya kita berhasil?" tanya Jung Hyuk. Emy mengangguk dengan wajah terpejam karena lelah. Jung Hyuk tersenyum lebar dan terus melihat ke arah panggung menunggu MC berbicara.
Jung Hyuk mengalihkan perhatiannya pada 2 orang laki-laki yang membanting laptopnya dengan geram dan pergi meninggalkan ruangan begitu saja.
" Nona, sepertinya orang itu biang keroknya," bisik Jung Hyuk.
" Hmm ... Hyuk, tolong ambilkan aku minum dan roti di tasku. Dengan cepat Jung Hyuk mengambilkan minuman dan roti Emy.
Setelah makan, Emy mengambil vitamin penguat kandungannya dari tasnya dan meminumnya.
" Hyuk, berapa lama tadi sejak angka merah itu masuk?" tanya Emy
" Ehm ... hampir 1 menit, Nona." sahut Jung Hyuk
" Hmm ... terlalu lambat. Aku akan perbaiki lagi."
Jung Hyuk melotot. Defend dengan malware pertama hanya butuh kurang dari 10 detik. Lalu ada Malware yang cukup kuat tadi yang berhasil ditumpas hanya kurang dari 50 detik sisanya. Dan, Nona Mudanya mengatakan itu lambat?
Emy kembali beraksi memainkan jarinya di atas keyboard.
Beberapa perusahaan yang begitu penasaran, kembali mencoba melakukan penetrasi pada software Emy.
Kali ini, dalam hitungan kurang dari 30 detik, setiap penyusup berhasil ditumpas, bahkan mengirim otomatis virus pada komputer mereka sehingga tak dapat digunakan lagi.
Beberapa hacker yang gagal menyusup juga membanting laptop mereka karena sudah tak dapat lagi digunakan karena ulah virus kiriman Emy.
__ADS_1
7 jam berlalu. Kompetisi yang sangat menyita waktu dan tenaga Emy.
" Hyuk, aku balik ke hotel. Nanti, kau dan Hawk saja ya, yang tanda tangan. Tapi, baca baik-baik dulu kontraknya," pesan Emy.
Jung Hyuk mendengus kesal karena dianggap seperti tak pernah berurusan dengan masalah seperti itu.
" Iya, Nona. Silahkan ke hotel," jawab Jung Hyuk datar. Emy yang sudah lelah tak terlalu menggubrisnya. Yang ia pikirkan saat ini hanya beristirahat, karena perutnya terasa sakit.
Tak berapa lama, layar LED menampilkan urutan pemenang:
Kimtae Tech - Korea π°π·
Cole Cyber Inc - Inggris π¬π§
Kahtze - Jerman π©πͺ
Arnius Tech - Jepang π―π΅
Kingston Inc - USA πΊπΈ
Yanzhi Holdings - China π¨π³
Khan Technology - India π³πͺ
" YES!!! YES!!!" teriak Hawk.
Kimtae Tech berhasil mengamankan kontrak dengan NASA dan membawa pulang hadiah mereka.
Jung Hyuk terharu dan menitikkan air mata," Tuan Muda, akhirnya ... Nona Muda berhasil ..." lirih Jung Hyuk
Emy, Jung Hyuk dan Hawk langsung terbang kembali ke Seoul keesokan harinya. Emy memeluk kedua putra kembarnya dan menciumi mereka berulang-ulang.
" Mom ... apa Mommy dapat uang banyak?" tanya Mikha polos
Micko juga melihat Emy dengan mengangguk.
Emy tersenyum dan menatap Anak-anaknya.
" Iya, sayang. Mommy dapat uang banyak," jawab Emy
" Kalau begitu, kantol (kantor) Daddy aman? Gak ada lagi yang bisa ambil?" tanya Micko dengan antusias
Emy menautkan alisnya. Siapa yang bercerita pada Anak-anaknya. Ia menatap satu per satu mereka yang menjaga si kembar selama ia pergi.
" Siapa yang kasih tahu Micko kalau kantor Daddy mau diambil orang?" tanya Emy menyidik
Micko dan Mikha segera mengarahkan telunjuk mereka pada Jung Hyuk. Sementara yang bersangkutan sudah berjalan mengendap-endap menuju pintu keluar.
__ADS_1
" JUNG HYUUUUKKKK!!!" teriakan Emy menggelegar di seluruh mansion mengalahkan toa.
Usaha Emy berhasil. Masalah di perusahaan berangsur membaik. Resort Yeosu ramai dengan pengunjung turis lokal dan turis mancanegara yang ikut program " Stay With Korean".
Harga saham yang sempat merosot kembali mencuat sangat cepat setelah Kimtae memenangkan Kompetisi IT Internasional di Berlin, Jerman, seminggu yang lalu.
Perusahaan peninggalan Kakek Kim itu kian tersohor. Namun, bukan lagi di bidang Perhotelan saja tapi juga di dunia Teknologi.
Dalam 1 bulan, Banyak perusahaan mengajukan proposal kerjasama. Kimtae juga menerima order dari NASA hingga 10 tahun ke depan yang menambah kesibukan Emy.
Kimtae Tech semakin berkembang dengan omset jutaan dollar. Emy memberi bonus 2x lipat pada karyawan Kimtae Tech. Sehingga, semua pekerja semakin semangat dalam bekerja.
Beberapa investor yang menarik dana untuk menekan Emy melepas jabatan dan menyerahkannya pada anak angkat adik Kakek Kim, harus gigit jari. Mereka ingin kembali bergabung, tapi tak memiliki keberanian dan malu.
1 bulan kemudian
Kehamilan Emy kian membesar. Minggu ini tepat 30 minggu. Ia mulai kesulitan mengurus Mikha dan Micko yang sudah kembali aktif. Karenanya, saat ini ia hanya menyuapi, menemani tidur dan menjadi tutor Anak-anaknya. Sedangkan untuk lainnya, ia serahkan pada pengasuh. Emy tetap rajin memeriksa keadaan suaminya dan memberi terapi ringan. Selama masa itu pula, Emy tak kembali ke rumah sakit untuk bekerja.
Tok ... Tok ...
" Nona Muda,"
" Oh, Hyuk! Masuklah," sambut Emy
" Nona, bagaimana Tuan Muda?" tanya Jung Hyuk seraya berdiri di sisi bed Tae Yang.
" Masih sama" jawab Emy sendu.
" Nona ... apa ... Tuan Muda akan kembali pada kita?" tanya Jung Hyuk dengan mata yang mulai berkaca-kaca
" Ya! Aku yakin itu. Dia harus menebus kesalahannya dulu padaku. Mengandung anaknya tanpa dia menemaniku," jawab Emy dan tangannya masih setia mengusap tangan Tae Yang putih pucat dan menatap wajah Tae Yang yang mengurus
Jung Hyuk mengangguk-angguk. Tangannya merogoh saku celananya dan memberikan sebuah flashdisk pada Emy.
" Apa ini?"
" Ini bukti kalau Tuan Muda setia pada Nona." kata Jung Hyuk
Emy tersenyum ia mengerti kecemasan Asisten suaminya itu.
" Hyuk, aku sudah lama memaafkannya. Aku ... mencintainya, Hyuk. Aku tak akan pernah meninggalkannya," lirih Emy dengan senyum tulusnya menatap Tae Yang.
Mata Jung Hyuk tak kuasa lagi menahan buliran bening meluncur bebas di pipinya.
" Nona Muda!"
Jung Hyuk menghambur memeluk Emy dan tersedu.
" Terima kasih ... terima kasih ...." ucap Jung Hyuk memeluk Emy dengan erat. Emy tersenyum melihat tingkah Jung Hyuk.
" Kau berani ... sekali ...Hyuk!"
__ADS_1