
Hannah begitu kesal karena Emy menertawainya. Ia menarik koper Emy dengan kasar dan duduk dikursi bandara lalu memicingkan matanya pada Emy. Emy mengatupkan bibirnya menahan tawa, dan mendekati Hannah. Dengan penuh kasih sayang, Emy merangkul Hannah.
“ chagiya...jangan marah ya, aku pasti bisa jaga diri. Aku bakal telepon kamu tiap hari, oke? “ bujuk Emy dan disambut anggukan dan airmata Hannah. Hannah merasa kasihan dan sakit melihat Emy. Sahabatnya itu tak pernah lepas dari masalah, ia sadar dan tahu, betapa beratnya beban Emy, karena Emy tak pernah menutupinya jika dihadapan Hannah. Tapi ia tak bisa banyak membantu.
Emy juga tak bersedia menerima uang dari keluarga Hannah, tanpa bekerja. sedangkan Hannah tahu, betapa sibuknya pekerjaan Emy sebagai seorang dokter, jika ia memaksa, maka justru ia akan menambah pekerjaan Emy dan membuat sahabatnya itu lelah. Emy akan selalu menampilkan senyuman, ketabahan, ketegaran jika dihadapan orang lain.
“ Emy-a...nih...buat kamu. Ini dari aku sama eomma. Happy Birthday ya...maaf telat.” Kata Hannah tiba tiba seraya menyodorkan amplop besar ditangannya. Ia memeluk Emy lalu cipika cipiki.
“ wah, apa ini? Hmm...sertifikat Villa mewah? Apartemen di gangnam?...”
“ ishh...kamu memang matre ya...” mereka berdua tertawa bersama. Emy membuka amplop berwarna coklat yang dia dapat dari Hannah. Dan benar disana ada sebuah sertifikat tanah dan surat penangguhan penggusuran. Emy melotot dan mulutnya menganga tak percaya. Ia melihat Hannah dan sertifikat ditangannya. Tak terasa, airmata kembali menetes di pipi Emy. Ia menghambur ke pelukan Hannah.
“ Hannah...Hannah...aku pasti akan mencicilnya padamu. Terima kas...”
Hannah melepas pelukan Emy dengan kasar.
“ apa kau bilang? Jadi dengan kata lain kau menolak hadiah dari aku sama eomma? Iya?” Hannah dengan kesal berdiri dan hendak pergi. Tapi Emy segera berdiri dan memeluk kembali sahabarnya itu.
“ maaf..maaf...bukan begitu...Hannah, maafkan aku...hiks...hiks...” kata Emy sedih sementara Hannah tersenyum penuh kemenangan dan kembali dengan ekspresi marahnya, saat Emy melepas pelukannya.
“ Hannah...maafkan aku.tapi kau tahu kan, aku tak suka berhutang sa...”
“ berhutang? Siapa bilang kau berhutang? Dengar Emy...apa kau tak pernah menganggapku saudaramu? Hah? Apa kau selama ini menganggapku orang lain, sementara aku menganggapmu adikku? Jadi aku ya, yang terlalu berharap. “ Hannah memotong kata kata Emy dan hendak berbalik.
__ADS_1
“ Hannah..maafkan aku. Terima kasih banyak. Kau kakakku yang terbaik.” Kata Emy dengan lantang dan tersenyum dan deraian air mata kebahagiaan masih ada tercucur diwajahnya.
Hannah tersenyum sumringah, tapi ia menampilkan senyuman lembut saat berbalik melihat Emy. Dia tak mungkin senyum sumringah setelah marah, bukan? Dia tidak mau kalau aktingnya terbongkar. Mereka berpelukan, Hannah menghapus air mata sahabatnya dengan lembut.
“ sekarang, kau harus fokus ke kasusmu,
ok? “ Emy mengangguk dan tersenyum mendengar sahabatnya. Ya, dia harus fokus ke L’amour sekarang. Ia hanya punya waktu 2 minggu untuk mengurus segalanya hingga selesai. Karena setelahnya, ia harus segera kembali dan menerapi kakek Kim. Ia hanya minta ijin Kakek selama 2 minggu.
Tak lama kemudian panggilan untuk penumpang penerbangan ke Boston, Massachussets, USA terdengar. Hannah memeluk erat sahabatnya itu dan mengantarnya hingga pintu masuk keberangkatan. Hannah melambaikan tangannya dan air mata masih deras mengalir di pipinya.
Hannah Kang POV
Aku sungguh sedih melihat sahabatku harus pergi bertarung seorang diri, tak sedikitpun ia pernah mengeluh. Ia selalu bercerita dan menangis, tapi aku tak pernah dengar dia menyalahkan orang lain atas ketidak beruntungannya. Ia selalu mengatakan kalau itu adalah kesalahannya.
Aku ingin selalu membantunya, tapi Emy selalu saja menolakku. Kali ini aku harus menolong dia. Aku sudah meminta eomma untuk mencari pengacara terbaik untuk Emy. Aku sudah merencanakan semua dengan eomma dan pengacara itu. Agar Emy tak tahu bahwa aku dan eomma lah yang mengatur semuanya. Eommapun juga telah membayar pengacara itu, jadi Emy hanya akan diminta membayar separohnya saja sebagai formalitas agar Emy tak curiga, tapi uang Emy akan kutransfer kembali ke rekening Emy dengan bantuan paman Hyun Kwan.
Hannah Kang POV End
Siluet Emy sudah tak terlihat, Hannah segera berbalik dan berjalan pulang. Saat di pintu keluar, Hannah melihat sosok yang sangat dikenalnya. Dengan sumringah, ia berlari dan memeluk laki laki itu.
“ oppaaaa...” serunya sambil memeluk erat laki laki itu dari belakang. Laki laki itu terkejut dan segera berbalik.
“ Hannah? Kamu disini? Kamu tahu aku ke sini”
__ADS_1
“ hahaha....jangan ge er kak. Aku tadi antar Emy.” Jawab Hannah cengar cengir
“ antar Emy? Dia kemana?” begitu mendengar 'mengantar Emy', senyuman Mahendra menghilang.
“ dia harus ke Boston, kak. Dia harus ngurus sesuatu disana.” Jawab Hannah sedih. Mahendra menggandeng adik tirinya itu dan melangkah menuju parkiran mobil.
“ mobilmu dimana?" Tanya Mahendra, matanya menjelajah mencari mobil Hannah. Hannah merogoh sakunya dan menekan tombol yang ada dikuncinya.
Bip...bip..
Suara kunci mobil otomatis terbuka terdengar, Mahendra mencari sumber suara, ia melihat mobil mini cooper terparkir disisi kanan Mahendra.
“ kamu pakai mobil eomma?” tanya Mahendra. Hannah hanya mengangguk dan tersenyum tipis, lalu melempar kunci mobilnya ke Mahendra dan ditangkap dengan cepat.
“ oppa, kamu yang setir. Aku lagi bad mood.” Kata Hannah dan masuk kedalam mobil lalu duduk dengan manis disana. Mahendra menghela nafas dan tersenyum. Setelah memasukkan kopernya kedalam bagasi. Ia segera masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobil.
“ Hannah, ada apa?” tanya Mahendra tanpa mengalihkan perhatiannya ke jalan. Hannah menarik nafas kasar dan melihat Mahendra.
“ kak, aku khawatir sama Emy, aku mau ikut, tapi Emy gak ngijinin.” Jawab Hannah cemberut. Matanya sendu, ia terlihat sedih.
“ hmm...Hannah, apa kau mau cerita soal Emy sekarang? Kau tahu, aku sangat menyukai Emy.” kata kata Mahendra membuat Hannah terkejut. Ia tahu kalau Mahendra menyukai sahabatnya itu, tapi baru kali ini, ia mendapat konfirmasi langsung dari kakaknya itu.
“ aku senang kakak suka sama Emy, tapi kak, kau harus berusaha yang giat.” Sahut Hannah.
__ADS_1
“ karena itu, aku mau kamu cerita soal Emy. Kenapa dia seperti menyiksa dirinya sendiri gitu.”
“ fiuhh...semuanya terjadi karena ada alasannya kak. Dia lakukan semua karena balas budi dan karena dia sangat sosial.”