Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Kecelakaan - Season 2


__ADS_3

Atas kejadian itu, Tae Sang memanggil seluruh pelayan dan memperingatkan mereka untuk tak berbicara bohong dan menyebar rumor tak benar.


Flashback off


" Sayaangg! Aku sudah menghukum mereka yang  sudah memfitnah kamu. Sayaang, bukain pintu! Sayaangg...aku semalaman gak bisa tidur karena gak ada kamu. Kamu tega banget, sayang..."


" Daddy! Daddy pulang ata! Mommy angis kalna daddy! Mikha malah cama daddy (Daddy pulang aja! Mommy nangis karna daddy! Mikha marah sama daddy)!"


" Micko tuga ( Micko juga)!"


Tae Sang meruntuk dirinya karena tidak dari awal memperingatkan pelayannya untuk tidak sembarang berbicara. Ia sudah berusaha sedemikian rupa selama 3 bulan terakhir supaya Emy bersedia menikah dengannya. Begitu berhasil, dalam semalam pernikahannya terancam batal.


" Oh, Tuhaaann. Gimana ini? Aku dah bikin Emyku nangis. Aku kok ceroboh banget siiiihh...Aaahh... "


" Tuan! Tuan Muda!" Panggil Byun Hyuk


" Apa!" Bentak Tae Sang yang merasa terusik.


" Maaf Tuan, Anda sepertinya harus lihat ini, Tuan" Jawab Byun Hyuk seraya menyodorkan Ipadnya.


" Aarghhh... Cari siapa wartawan itu! Tuntut kantornya. Sekarang!" Geram Tae Sang.


Tae Sang menoleh dan melihat pintu yang masih tertutup. Tapi, tak ada niat untuknya untuk pergi. Malam ini, dia bertekad untuk membuat calon istrinya itu kembali padanya.


" Hyuk!" Panggil Tae Sang. Tak ada jawaban. Tae Sang menoleh dan mencari asistennya itu. Kosong. Tak ada orang.


" Ah, bodoh! Kan tadi aku suruh urus wartawan itu..ck..aarghh!" Tae Sang mengacak rambutnya.


Ting


Ide muncul di benaknya. Seringai terbentuk di bibirnya.


Tok...tok


" Sayaaangg! Sayaaangg...." Tae Sang menempelkan telinganya pada pintu. Tak ada suara.


" Sayaaaang...BAIKLAH. KALAU MEMANG KAMU BENCI AKU, TAK MAU LAGI BERSAMAKU. AKU AKAN PERGI SELAMANYA DARIMU. SELAMAT TINGGAL. YANG PERLU KAU TAHU AKU SANGAT MENCINTAIMU EMY SIE!" Tae Sang mengeraskan suaranya agar Emy mendengarnya.


Sementara itu di dalam rumah. Emy merasa gelisah ketika mendengar ucapan calon suaminya.


" Dia mau apa? Jangan bilang kalo...ah..gak...gak.. Dia agak akan ngelakuin itu, kan..hehe..tapi, kalo bener, gimana? Aduh, aku bingung." Emy berjalan mondar mandir di dalam kamar.


Mata si kembar terus mengikuti mommynya.


"Mommy! Micko pucing (pusing)!"


" Mikha tuga (juga), mom!"


Mata keduanya mengerjap menatap mommynya. Emy berhenti dan melihat kedua putranya.


" Pusing?"


" Iya, mommy talan-talan telus tadi pucing kepala Mikha ( Iya, mommy jalan-jalan terus jadi pusing kepala Mikha)." Jelas Mikha dengan sikapnya yang sok dewasa. Satu kaki dipangku dan telunjuk ia tepuk-tepuk di pelipisnya.

__ADS_1


" Oo, maaf ya sayang."


' Kenapa gak ada suaranya lagi, ya?' Gumam Emy


" Nak, mama keluar sebentar ya." Emy segera berlari ke ruang tamu. Dilihatnya penampilan laki-laki tampan itu begitu berantakan. Dasi di longgarkan, rambut acak-acakan dan kemeja yang sudah tak rapi lagi. Dengan berjalan gontai ia masuk ke dalam mobilnya.


" EMY! AKU PERGI! SELAMAT TINGGAL!" Teriak Tae Yang tanpa berbalik dan mengangkat satu tangannya melambai.


Emy ragu mau membuka pintu. Tapi dadanya berdegup kencang.


" Mommy!"


" Mommy!"


Si kembar berdiri di depan pintu kamar dan memanggilnya. Mata polos mereka menyiratkan kebingungan dengan sikap mommnya.


" Ehm, nak. Apa kita kembali ke rumah besar aja, ya?" Emy berjongkok dan menatap mata kedua putranya dengan wajah kuatir.


Kedua bocah lucu itu saling berpandangan seolah sedang berpikir.


" Ehm, Mikha sama Micko gak kangen daddy?"


Keduanya menggeleng cepat. Alis Emy terangkat.


" Lho, kenapa?"


" Mikha mau cama mommy." Jawab Mikha dengan bibir mengerucut. Micko mengangguk menyetujui perkataan kakaknya.


Emy mengulum senyumnya. Ia mengangguk mengerti. Melupakan kekuatirannya pada calon suaminya.


Kriiingg...kriiingg...


Ponsel Emy berdering keras dari dalam kamar. Emy berdiri dan mengambilnya. Asisten Byun Hyuk, begitu nama pemanggil itu tertera di layar ponselnya.


" Hallo!" Jawabnya


" Nona Muda! Tuan Muda, Nona... Tuan Muda kecelakaan..."


" Apa?!" Pekik Emy. Ponsel terjatuh bebas dari tangannya.


Brakk


"EMY! AKU PERGI! SELAMAT TINGGAL!" kata-kata Tae Sang tergiang kembali di kepalanya.


" Mommy!


" Mommy! Kenapa angis? Mommy kangen daddy, ya?" Celoteh Micko. Mikha memeluk mommynya dan Micko menghapus air mata Emy.


Emy memeluk erat putranya. Ia menatap si kembar dengan serius.


" Sayang, kita pergi sekarang, yaa?" Emy menggandeng kedua putranya dan berjalan keluar. Di sana ternyata pak Jang, sopir keluarga Kim sudah menunggu.


" Nona Muda!" Sapanya. Ia membantu si kembar naik ke atas mobil. Setelah Emy masuk, ia segera berlari ke posisi pengemudi.

__ADS_1


" Cepat ya, pak Jang!" Pinta Emy. Pak Jang mengangguk dan melajukan mobilnya.


' Haduh, kasian Nona Muda...' batin sopir yang sudah bekerja pada keluarga Kim sejak 10 tahun lalu itu.


Selama perjalanan, Emy terus memeluk kedua putranya. Air matanya terus menetes tak mau berhenti.


" Mommy! Kata daddy, gak boleh cuka angis-angis. Nanti ndak anteng agi(Kata daddy gak boleh suka nangis-nangis. Nanti ndak ganteng lagi)!" Oceh Micko


" Mommy itu pelempuan kayak bibi Nam. Tadi bukan anteng, antik (Mommy itu perempuan kayak bibi Nam Jadi bikan ganteng, cantik)! Ya kan, Mom?" Protes Mikha.


" Ehm... iya sayang." Jawab Emy dengan senyum kecil. Beruntung ada 2 manusia kecil yang menghiburnya. Hatinya sedikit terhibur


" Nona Muda, sudah sampai. Saya akan bawa tuan-tuan kecil pulang, nyonya." Kata pak Jang


Emu sedikit ragu. Tapi betul juga, kasihan si kembar kalau ia bawa ke rumah sakit. Ada banyak kuman penyakit di sana.


" Ehm, baiklah. Saya titip ya, pak"


" Iya, Nona."


Emy melihat kedua putranya dan membujuk mereka pulang.


" Sayang, kalian ikut paman Jang pulang, ya? Mommy mau lihat daddy."


" Mikha itut!


" Micko tuga!"


Belum Emy berucap, Byun Hyuk datang mendekati mereka.


" Uncle Yuk!" Teriak keduanya serempak lalu berlari dan mendekap laki-laki bertubuh kurus yang sengaja berjongkok menyambut kedua tuan kecilnya.


" Nona Muda! Biar mereka sama saya saja. Tuan Muda sekarang ada di ruang VVIP 1-A."


" Baiklah! Aku pergi dulu. Terima kasih kak Hyuk!"


Blush


Pipi Byun Hyuk memerah. Beruntung tak ada Tae Sang disitu atau tamatlah riwayatnya saat itu juga. Byun Hyuk begidik ngeri mengingat posesifnya sang milyader satu itu.


Emy berlari menyusuri koridor rumah sakit dan eskalator. Ia tak mau pakai lift. Ia ingin segera melihat lelaki yang selalu membuatnya salah tingkah itu.


Ceklek


" Tae-Tae Sang-ssi...Oh, my God!" Tangan kecilnya menutup mulutnya. Kakinya terasa lemas melihat tubuh Tae Sang tergolek di atas bed rawat dengan perban pada kaki, dada dan kepala.


Emy menelan salivanya berat. Ia mendekati bed rawat Tae Sang. Air mata tak berhenti menetes.


" E-Emy-a..Emy... maafkan aku...Emyy.." Emy mendengar namanya dipanggil. Semakin deras air matanya mengalir. Di pegangnya tangan lelaki itu.


" A-aku di sini, Tae Sang-ssi. Aku di sini." Jawab Emy lirih.


" Emy-a..."

__ADS_1


__ADS_2