Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Persalinan Emy


__ADS_3

Seluruh keluarga sudah duduk bersantai setelah semua tamu pulang. Mereka


menunggu pasangan pengantin yang akan berangkat bulan madu.


“ Aarrghh ...”


Tae Yang berjingkat kaget dan menoleh melihat istrinya. Emy meringis kesakitan seraya menahan perutnya. Dokter Lee, Luther, Evan, Ha Na dan orangtua Emy, si kembar bahkan ibu Eun Hee mengerubungi Emy


“ Kenapa?”


“ Ada apa?”


“ Emy?”


Banyak pertanyaan diajukan mereka. Lienda melihat air mengalir di kaki Emy


“ Ketubannya pecah!” seru Lienda


Semua melihat ke lantai di bawah Emy. Benar saja, bagian bawah dress Emy telah basah dan air mengalir di kakinya


“ Paman! Tolong bawa mobilnya. Aku akan menjaga Emy,” pinta Tae Yang


“ Oke!”


Tae Yang segera menggendong istrinya, Luther berlari untuk membukakan pintu dan Evan berlari menuju lift. Sementara, yang lainnya berlari mengikuti mereka dengan cemas dan bahagia.


Dennis dan Eun Hee sudah berpakaian kasual. Keduanya tersenyum lebar dan berjalan bergandengan tangan untuk menemui semua keluarga. Tapi, yang mereka dapati adalah hall itu telah kosong. Tak ada satupun di sana.


“ Kemana semua orang?” gumam Dennis


“ Iya, kemana mereka,” sahut Eun Hee dengan matanya terus mencari.


Netra Dennis menangkap sekilas Ibu Eun Hee yang tengah berlari ke arah lift


“ Itu Ibu! Ibu mertua!” seru Dennis. Segera ia menarik tangan istrinya yang baru dan menyusul Ibu Eun Hee


“ Ibu!”


Tapi yang dipanggil terus berlari dan masuk lift.


“ Kita lewat tangga,” kata Dennis. Eun Hee setuju.


Di halaman, mereka melihat semua orang sibuk untuk mencari mobil mereka.


“ Ada apa ini?” tanya Dennis


“ Papi! Ada apa?” tanya Dennis, ketika ia berhasil mengejar Papinya yang hendak naik mobil Van Tae Yang.


“ Adikmu melahirkan, kami harus segera kesana,” kata Yason dan segera naik ke dalam


mobil dengan menggendong Migu. Dennis terbengong melihatnya. Ayahnya bahkan tak mengajaknya naik


Ia melihat ke sekelilingnya. Sepi. Tak ada lagi mobil. Mobil pengantin? Sudah dipakai Evan untuk mengantar Emy


“ EMYYYY ... KAU MEMANG ADIK DURHAKAAA ... KAU MENGHANCURKAN MALAM PERTAMAKUUU!!!” seru Dennis


Kwak ... kwak .... ( gagak lewat)


“ Kita naik taksi,” kata Dennis, lalu menarik tangan istrinya ...


Rumah Sakit Emerald


“ Apa?! dr. Han tidak ada?” seru Tae Yang.


“ Dokter Han sedang ikut seminar di Jepang, Tuan,” kata perawat


“ Honeyyy ... panggil dokternya!!!” teriak Emy diatas bed ruang observasi.


“ Ehm ... sebentar, sayang. Dokter Han sedang tidak ada,” kata Tae Yang cemas dan menghampiri istrinya

__ADS_1


“ Dokter Yoo, panggil dia,” kata Emy setelah menarik nafas. Rasa sakitnya sudah mulai mereda.


“ Tidak, tidak. Dia laki-laki! Tidak boleh!” ketus Tae Yang


“ Hei! kamu ini kenapa? Ini darurat, Honey,” kata Emy lemah dan mulai mengatur nafasnya.


“ Dokter Sie, Kateter ( selang kecil untuk mengosongkan kandung


kemih ibu agar tidak menghambat kontraksi dan turunnya janin ke jalan lahir.) dan Infus sudah terpasang. Tapi ... untuk dokter kandungannya ...” kata perawat dengan sopan


“ Panggilkan dokter kandungan lain yang wanita,” kata Tae Yang


“ Ehm ... dokter kandungan disini semua pria. Hanya Dokter Han yang wanita, Tuan,” jawab perawat dengan senyum canggung


“ Apa?! Kenapa semuanya pria? Apa mereka kurang puas melihat punya istrinya, sehingga harus menjadi dokter kandungan dan melihat milik istri orang lain?! Tidak! Tidak bisa!” sergah Tae Yang dan berkacak pinggang


Emy mengigit bibir bawahnya, ingin sekali ia mennjambak dan meneriaki suaminya itu. Tapi, ia tak mampu lagi untuk berargumen dengan suaminya. Kontraksinya semakin sering


Krieet ...


Seorang wanita paruh baya dengan wajah campuran orang barat masuk ke dalam ruang tampat Emy menunggu waktu bersalin


“ Tae Yang, ada apa? Kenapa kau marah-marah?” tanya Lienda. Perawat tadi mengangguk dan segera keluar ruangan. Karena hanya diperbolehkan maksimal dua orang berada disana. Sedangkan, ia tak mungkin menyuruh keluarga pemilik Ruma Sakit tempatnya bekerja untuk keluar.


“ Tidak ada dokter wanita, Mam. Dokternya Emy sedang ada seminar di Jepang,” ujar Tae Yang


“ Lho, kan ada dokter lain,”


“ Semua laki-laki, Mam," lapor Tae Yang dengan bibir yang mengerucut


" Memang kenapa kalau laki-laki?"


" Tidak! Tidak boleh! Tidak boleh ada yang melihat milik istriku. Hanya aku yang boleh!” tegas Tae Yang. Lienda terkekeh mendengarnya. Sementara Emy, wajahnya sudah memerah sedari tadi


“ Lalu, bagaimana? Sebentar lagi istrimu melahirkan. Lihatlah, kontraksinya semakin sering,” kata Lienda seraya melihat layar monitor **CTG**(Electrocardiograph:  untuk memantau denyut jantung bayi di dalam perut ibu dan kontraksi yang terjadi.)


Emy mengangguk. Lengannya ia gunakan untuk menutupi matanya. Rasa mulas kembali ia rasakan. Kali ini dibarengi rasa mual


Hoekk ... hoekk ...


Lienda segera mengambil baskom uang ada di bawah bed Emy dan membantu Anaknya menumpahkan isi perut.


“ Tae Yang, cepat panggil perawat untuk membantuku. Aku yang akan membantu Emy,” tegas Lienda


“ Mam?”


“ Kenapa? Mami juga Bidan. Walau Mami cuma Bidan di kampung kita, tapi Mami juga selalu ikut pelatihan,” ujar Lienda dan memakai sarung tangan karet


“ Panggil juga dokter anak untuk berjaga-jaga,” lanjut Lienda


“ Eh ... ba-baik. Saya akan suruh memanggil mereka,” kata Tae Yang dan segera berlari keluar memanggil perawat dan menyuruh perawat memanggil dokter anak


Di Luar Ruang Observasi dan Ruang Bersalin


“ Tae Yang, ada apa?” tanya Yason


“ Dokter kandungannya Emy sedang seminar di Jepang, jadi Mami yang membantu,” kata Tae Yang dengan cepat lalu kembali ke ruang observasi


Dokter Lee, Evan, Luther dan Hana saling memandang. Yason berbalik dan melihat mereka lalu tersenyum


“ Jangan khawatir. Istriku adalah seorang Bidan terlatih,” kata Yason. Walau sejujurnya ada rasa cemas di dalam hatinya.


Di dalam Ruang Observasi


“ Tae Yang, katakan pada perawat untuk memindahkan Emy ke ruang bersalin. Emy sudah bukaan 9. Sebentar lagi dia bisa melahirkan,” kata Lienda


Tae Yang terbata-bata menerjemahkan pada si perawat karena gugup. Tak mau menunggu, Tae Yang mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke ruang bersalin dan menempatkannya di Partus Bed (bed untuk melahirkan).


Ruang Bersalin

__ADS_1


“ Emy, siap ya, ikuti instruksi Mami ... Tae Yang, banyu dorong perut istrimu,” titah Lienda


“ Hah?! Bantu dorong? A-apa saya bisa? Saya ...”


“ Tae Yang! Jangan cuma bisa mendorong lelemu kedalam dan tak bisa membantu istrimu mengeluarkan hasilnya! Mami bilang dorong ya dorong!” seru Mami dengan suara besar dan tinggi. Tae Yang dan Emy mengerjap.


“ Mam! Kau ... memang ... Mamiku yang ... hebaaatttt ... aaaa ...”


“ Tarik nafas ... lagi ... 1 2 3 ... doroong!” instruksi Lienda


Di luar Ruang Bersalin


Dennis datang dan berlari menghampiri Ayahnya dengan Eun Hee yang masih ia genggam tangannya


“ Pap! Kau memang sungguh tega. Kau meninggalkan aku yang pengantin baru? Sungguh keterlaluan!” rajuk Dennis


Dokter Lee, Luther, Evan, Ha Na dan Ibunya Eun Hee terkekeh mendengarnya.


“ Hei! kalian senang sekali aku menderita!” seru Dennis pada kelima orang itu


“ Paman Dennis! Apa benar Paman tentara?” tanya Mikha


“ Tentu saja, lihat ini baju Paman,” jawab Dennis bangga sambil berkacak pinggang dengan seragam


militernya.


“ Ck ...  lalu kenapa ditinggal sebentar saja sudah seperti hello kitty?!” kata Micko


Tawa semua yang ada di depan ruang bersalin Emy pecah mendengar ocehan si kembar. Dennis memberengut


kesal. Eun Hee pun terkekeh mendengarnya


“ Ekhem .. hem ...  Bagaimana Emy?”


“ Masih di dalam,” kata Yason dengan cemas. Migu semakin mengeratkan pelukannya. Seakan ia


mengerti kecemasan kakeknya


“ Tenanglah, Pap. Dia wanita tangguh. Lihat Anaknya sudah tiga dan masih nambah lagi ...” celetuk Dennis


15 menit kemudian


Oekkk ... oeekkkk ...


“ Ahhh ... syukurlahhh .... akhirnya ...” seru Yason. Yang lain pun tertawa senang dan saling berpelukan


“ Adekkk ...” seru Migu


“ Iya, adikmu sudah lahir, sayang,” kata Yason


***


Tinggal 1 episode lagi sayyy ....


 


Terima kasih Rie ucapkan buat yang sudah mendukung karya Rie : Serpihan Hati: Cukuplah Sudah. Sebagian cerita adalah kisah nyata, yang Rie gabungkan dan ditambah dengan imajinasi Rie sendiri. Kebanyakan Kisah Emy di Season 1 adalah nyata, juga beberapa kisah pemain lainnya. Untuk Season 2, hanya sedikit kisah nyata yang Rie selipkan dan sebagian besar adalah imajinasi Author. Nama-nama juga fiktif. Maaf jika ada kesamaan Nama.


 


Part 2


Terima Kasih kepada:


Zienna Hara, Meimei Raharjo, Vanzhuella Annoy, Nur Khasanah, Nuri Purwanti, Dedy Kurniadi, Agus Yatik, MyNamels, Mamaxe Azalah, Ari Ramayanti, Mikhaila, Nur Hayati, Ira Yolana,Vincentia Gita Kumalasari, Juli Rahmawati


 


 

__ADS_1


__ADS_2