
" Tenanglah dokter Petrov. Kami semua disini akan merahasiakan mereka." Seorang dokter senior meyakinkan Kalev. Kalev menatap suara berat itu, suara dr. Garrick Weber. Direktur RS. Charite.
" Dr. Weber!" Kalev menghapus air matanya, menatap tak percaya laki laki tua di depannya.
dr.Garrick Weber, Direktur RS.Charite yang terkenal galak, bersedia menolong Kalev. Membuat Kalev memekuk erat dokter itu dan berkali kali mengucapkan terima kasih.
Oek oek...
Pelukan Kalev lepas, ketika ia mendengar tangisan bayi. Matanya berbinar, ia menghampiri dokter anak yang menangani bayi Emy.
" Bayinya laki laki dan sehat. Selamat dr.Petrov." Kata dokter anak itu. Kalev terus tersenyum bahagia. Air matanya tak berhenti mengalir.
Oek...oek...
Kalev menoleh cepat ke arah meja operasi. Anak kedua Emy telah lahir. Kalev terus saja mengikuti dokter dan perawat yang merawat bayi bayi Emy. Ia lupa tujuannya kesini.
" Dokter Petrov! semua susah siap." Kalev dikejutkan suara di belakangnya. Ia menoleh melihat Emy yang masih terbaring dan mengangguk. Memposisikan diri di bagian kepala Emy, Kalev segera meminta asistennya bersiap.
Bayi kembar Emy semua berjenis kelamin laki laki. Wajah tampan dan gembul mereka, membuat semua orang tersenyum gemas.
" Kalian beruntung sekali, mama kalian sangat kuat. Tumbuh dengan baik ya sayang..." kata seorang perawat.
" Nak... Doakan mamamu ya sayang..." kata seorang dokter laki laki.
" Kasihan mereka ya, tapi... untunglah mereka tak apa apa. Semoga Tuhan terus menolong mereka..." Ucap seorang bidan setengah baya.
Semua mengangguk dan menatap sedih kedua bayi itu.
Tae Yang segera berjalan menuju resepsionis. Ia meminta informasi kamar Emy dirawat.
" Nona Emy Sie, sekarang ada di ruang operasi, Tuan." Jawab resepsionis. Tae Sang segera berlari dan melihat papan petunjuk ruang operasi. Tak peduli makian orang yang ia tabrak, Tae Sang berlari mencari ruang operasi.
" dr. Petrov! ada seorang laki laki datang mencari Nona Emy Sie." Lapor seorang perawat. Kalev seketika menghentikan tangannya.
" Apa kau tahu siapa namanya?" tanya Kalev. Perawat itu hanya menggeleng.
' Apa itu Kim Tae Sang? ayah bayi bayi Emy?' Batin Kalev.
" Tolong jangan katakan dulu padanya, kalau... kalau Emy sudah melahirkan bayi kembar. Tolong." lirih Kalev.
__ADS_1
" Baik dokter!"
***
Tae Sang terus menunggu di ruang operasi. Pikirannya tak bisa tenang. Penampilannya sudah tak terurus lagi.
" Tuan Muda, sebaiknya anda mandi dan istirahat dulu. Saya akan berjaga di sini untuk anda." bujuk Byun Hyuk.
" Gak, aku gak akan ninggalin dia." Jawab Tae Sang cepat dan menggelengkan kepalanya.
38 Jam Kemudian
" Akhirnya..." Kalev dan beberapa kru bedah membaringkan diri di lantai, karna kelelahan.
Setelah beristirahat sejenak, Kalev keluar dari ruang operasi. Menguatkan hatinya melihat laki laki yang telah membuat satu satunya wanita yang ia cintai, menderita.
Tae Sang yang melihat seorang dokter keluar dari ruang operasi, segera menghampiri.
" Dokter..dokter... bagaimana...bagai..mana Emy, dok?" Mata Tae Sang yang basah dan wajah yang memelas, membuat hati Kalev sedikit goyah.
Ceklek..
Ragu, tak percaya muncul dalam hatinya, untuk membuka kain putih, yang menutup wajah orang itu. Diulurkannya tangannya yang besar itu dan membuka kain itu perlahan. Matanya terbelalak, mulut menganga, tak ada kata yang dapat ia keluarkan. Hatinya terasa sesak.
" Tidak...tidak tidak tidak Emy... Emy- a... Emyyyy...aaaaaa..." Tangispun pecah. Dipeluknya tubuh dingin Emy. " Aaaa.... Emy...Emyyy...maafkan aku, maaaafff...aaaa..." Kalev terenyuh melihat itu. Byun Hyuk pun ikut menangis dan menakupkan tangannya pada mulutnya.
" Nona...Nona Sie...huhuhu..."
" Kenapa...ada apa? katakan ada ap..." Seorang wanita terhenti saat akan bertanya, ketika ia melihat wajah pucat tak jauh dari tempat ia berdiri, sedang berada dalam pelukan bos Kimtae.
" Cha..chagiya...Gak gak gak...Emyyyy...aaaa..gak, jangan pergi, kumohon jangan pergi. Ini aku, aku Hannah...Emyyy...aaaa..." Teriakan Hannah setelah mendorong tubuh Tae Sang dan memeluk tubuh lemas Emy, menghentikan deru langkah kaki yang sedari tadi mengejarnya.
Langkah mereka terasa berat, menyaksikan adegan di depan mereka. Tae Sang yang menangis dan terduduk di lantai dengan pandangan kosong, Hannah yang memeluk seseorang sambil menangis dan asisten Tae Sang yang duduk lemas di kursi tunggu.
" Hannah... kamu salah panggil kan? iya kan,..Honey..." Hannah tak mempedulikan Evan yang memanggilnya.
Evan dan Luther segera berlari dan mendekati brankar tempat Emy dibaringkan.
Evan merebut Emy dari pelukan Hannah. Airmata tak terbendung lagi.
__ADS_1
" Aaaaaa...waaaa... Emyyyy...anakuuuuuu...waaaa..." Evan memeluk erat tubuh kurus Emy.
Luther terduduk di lantai bersama dengan dr.Lee.
" Maaf, kami harus segera mengurus jasad Nona Emy. Sesuai dengan permintaan terakhirnya." Ujar Kalev tiba tiba. Namun Evan tak membiarkannya. Kalev menjadi cemas, keringat dingin keluar di dahi dan punggungnya.
" Maaf Tuan...saya harus segera membawanya." paksa Kalev lagi. Tapi lagi lagi Evan tak mendengarkannya.
Dokter Lee yang melihat wajah Kalev, seakan mengerti maksud laki laki itu.
" Evan, lepaskan dia. Masih ada prosedur lagi sebelum kita bisa membawanya PULANG." kata dr.Lee menekankan kata Pulang sambil melihat Kalev yang juga menatapnya balik.
Berat hati Evan melepas anak babtisnya itu. Perawat segera mendekat dan mendorong brankar, dan Kalev mengikutinya dari belakang. dr. Lee memandang Kalev dan menautkan alisnya.
" Kau! kau yang menyebabkan semua ini!" Teriak Evan dan mendekati Tae Sang yang masih duduk di lantai.
Bug bug..
Byun Hyuk berusaha melerai. Namun Tae Sang seperti pasrah pada setiap pukulan Evan. Sementara Hannah, Luther maupun dr. Lee, tak ada yang berusaha menghentikan veteran SEAL ( Angkatan laut elit AS) itu menghanjar Chairman dari Grup Kimtae.
Evan menghentikan pukulannya dan melempar tubuh lelahnya ke lantai. Ia menangis seperti anak kecil. Hannah dan Luther menyandarkan tubuh mereka pada dinding ruma sakit. Hening.
Dr.Lee diam diam menemui Kalev. Ia menghentikan langkah Kalev saat keluar dari ruang staf.
" Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu! katakan, apa yang kau sembunyikan dari kami!" sentak dr.Lee. Kalev hanya diam tak menanggapi.
' Aku takkan membiarkan Emy menderita lagi.' batin Kalev.
" Katakan!" Bentak dr. Lee lagi.
" Anda siapa?" tanya Kalev tenang.
" Aku dokter Lee Kyong. Aku kakak Emy!"
Kalev mengangguk. Ia menatap dr.Lee dan tersenyum tipis.
" Ikut aku!" Kalev memutar tubuhnya dan melangkah cepat, memasuki berbagai pintu dan lorong, tibalah mereka di sebuah kamar bayi.
" Mereka... adalah bayi kembar Emy. Emy memintaku merahasiakan keberadaan mereka dari seseorang bernama Kim Tae Sang." Jelas Kalev.
__ADS_1