
" Ya, sayangku?" Ucap Tae Sang lembut.
Emy membaringkan tubuhnya dan memunggungi Tae Sang. Senyum gemas terukir di bibir pria bertubuh kekar itu. Ia juga ikut membaringkan diri dan memeluk erat calon istrinya, walau Emy dengan kesalnya berusaha menepiskan tangannya. Tapi, dasar Tae Sang semakin tangannya ditepis, tangan besarnya semakin merajalela meraba tubuh menggiurkan calon istrinya.
" Kim Tae Sang-ssi... Kalau tanganmu masih gak berhenti, aku pastikan TIDAK. ADA. PERNIKAHAN. DIANTARA. KITA" Ancam Emy penuh penekanan.
Reflek tangan yang tadinya sudah berada dekat gundukan sintal miliknya itu berhenti dan beralih kembali ke atas pinggangnya.
Malampun semakin larut. Emy akhirnya terlelap. 30 menit kemudian, Tae Sang menyusul Emy ke alam mimpi.
Mansion Kim
Pagi hari, semua pelayan di kediaman keluarga Kim sudah disibukkan dengan berbagai kegiatan yang Tuannya minta.
Si kembar berlarian gembira mengikuti para pelayan yang sibuk memasang bunga-bunga segar di halaman belakang.
Byun Hyuk terus berdiri memantau para pekerja dari tim dekorasi sebuah Event Organizer terkenal yang sedang melakukan tugasnya.
" Ah, yang mawar putih taruh di sana, yang pink taruh diantaranya. Kelopak mawar harus menutupi jalannya!" Perintah Byun Hyuk.
" Uncle Yuk!" Suara cedal dan khas anak kecil terdengar di telinganya.
" Ah, ada apa, Tuan Kecil?" Tanya Byun Hyuk lembut.
" Uncle Yuk, pati yupa (pasti lupa) nama, ya? " Tebak Micko. Dan Mikha hanya terus memperhatikan sembari menikmati es krimnya.
" Eh..hehehe..maaf, soalnya uncle Hyuk masih bingung. Wajah kalian sama..." Jawab Byun Hyuk jujur.
" Tk..tk..tk..uncle Yuk halus ingat. Ini Micko, ini Mikha. Tangan lupa agi (ck..ck..ck...uncle Hyuk, harus ingat. Ini Micko, ini Mikha. Jangan lupa lagi), ya?" Sahut Mikha menggelengkan kepala sementara Micko menepuk-nepuk pundak Byun Hyuk, karena saat ini Byun Hyuk membungkuk.
" Hahaha...iya..iya.. Nah, ada apa cari uncle, sayang?"
" Mikha mau makan itu!"
" Micko tuga (juga)!"
Tunjuk si kembar pada meja dengan kue dan berbagai macam pastri dan cake yang tertata rapi.
" Nanti ya, tuan-tuan kecil. Sekarang, Mikha sama Micko siap-siap dulu sama Aunty Min, ya." Jawab Byun Hyuk
" No! Micko mau itu! Cekalang!" Pekik Micko
" Micko, No! Anti daddy malah (nanti daddy marah). Ya kan, uncle Yuk?" Ucap Mikha dengan jari telunjuk digoyang kanan kiri dan kepala menggeleng.
__ADS_1
" Hmm! Iya, betul itu. Kalau Micko mau kuenya, Micko harus mandi terus pake baju bagus, ya. Nanti kalau daddy sama mommy datang, baru bisa makan.."
" Tapi, anti abit kuena ( tapi nanti habis kuenya)." Kata Micko sedih.
" Kenapa kok habis?"
" Di cana banak cemut, uncle. Mikha tadi iyat banaaaakkk kali ( di sana banyak semut, uncle. Mikha tadi lihat banyaaak sekali)." Jelas Mikha cemberut.
" Hah???"
Byun Hyuk berlari kalang kabut meninggalkan si kembar.
RS Emerald
" Tae Sang-ssi, kenapa aku check up lagi? Kan belum 6 bulan." Tanya Emy mengerutkan dahinya.
" Sudahlah. Aku cuma mau jaga kesehatan sayangku aja. Cepet ganti bajunya, ya?" Bujuk Tae Sang
" Gak! Aku baik-baik aja, Tae Sang-ssi. 3 bulan lalu sebelum ke sini kan udah check semua."
" Sayang, ayolah...hmm"
" Gak!"
" Ya, udah. Aku aja yang gantiin." Tangan Tae Sang terulur hendak mengambil baju pasien di tangan Emy.
"Aku cuma mau tahu aja, sayang." Lirih Tae Sang menatap pintu kamar mandi yang tertutup
Flashback On
Setelah Emy tertidur kemarin, ia kembali mengingat kejadian ketika Emy langsung mengenali dr. Lee. Bagaimana Emy bisa mengenalnya kalau ia tidak bisa mengingat kejadian setelah tahun 2013?.
Tae Sang mengirim pesan pada dr. Lee untuk bertemu. Dan, pagi tadi saat Emy sedang keluar untuk beli baju ganti, Tae Yang bertemu dr. Lee
" Bagaimana Emy bisa langsung kenal kamu kalau dia lupa semua kejadian 6 tahun terakhir?
" Aku juga sama. Kemarin aku tanya dr. Petrov, dia bilang sepertinya Emy memori Emy mulai kembali, hanya..."
" Hanya apa?"
" Hanya, otaknya seperti memilah sendiri kejadian yang ada. Yang bersifat trauma, otaknya otomatis akan menekan memori itu dan menyisakan kejadian ataupun orang yang... tidak berhubungan dengan traumanya. Dalam dunia medis disebut Amnesia Traumatis."
" Jadi, Emy..Emy dia...mulai...memorinya mulai kembali?"
Dr. Lee mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
" Lebih pasti, kita check MRI aja besok. Tapi masalahnya, Emy mau atau tidak." Kata dr. Lee
" Ehm... Baiklah, aku akan bujuk dia. Permisi." Tae Sang beranjak dari kantor dan kembali ke kamarnya. Ia terus memikirkan perkataan Lee Yeol.
" Emy, kau... sebegitu traumanya kamu karena aku, sayang.." Gumam Tae Yang. Air mata mulai menetes. Ya, dia masih belum lupa segala perlakuan jahatnya pada Emy.
" Kalau... kalau ingatanmu kembali, masih maukah kamu menerimaku, sayang?" Keluh Tae Yang.
" Aku mencintaimu, Emy. Sangat mencintaimu...hiks..hiks..."
Flashback off
" Aku harap memorimu belum kembali sepenuhnya, sayang. Aku belum siap." Wajah Tae Yang tertunduk lesu. Ia berdiri dekat jendela dan menghembuskan nafasnya kasar.
" Tae Sang-ssi!"
Suara yang selalu menentramkan hatinya membuyarkan lamunannya. Ia berbalik dan menatap Emy yang sudah berganti pakaian pasien.
Tae Sang tersenyum dan mendekati wanita penakluk hatinya itu dan memeluknya erat.
" Tae Sang-ssi, ada apa?" Emy mengerutkan alisnya tak mengerti sikap tiba-tiba Tae Sang yang memeluknya.
" Begini dulu sebentar aja, hmm..aku suka harum badanmu, sayang." Tae Sang menyembuyikan wajahnya di ceruk leher Emy membuat wanita itu terkikik geli
" Geliii..Tae Sang-ssiii...hiihihi.."
Bukannya melepas pelukannya, Tae Sang mencium bibir Emy dan **********. Emy membeku kaget. Tak lama, Emy membalas ciuman laki-laki itu. Semakin lama, Tae Sang semakin rakus ******* bibir wanitanya. Tangannya juga mulai bergerilya masuk ke dalam piyama Emy dan mengusap lembut punggung mulus Emy dan perutnya.
Saat Tae Sang meraba perut pujaannya itu, tangannya terhenti. Lumatannya pun terlepas.
Matanya mengarah pada perut Emy. Perlahan ia mengangkat piyama Emy. Namun tangan kecil Emy menahannya.
" Kamu mau apa? Kita belum menikah!" Ucap Emy seraya menatap tajam laki-laki di depannya.
" Aku...aku hanya ingin melihat...perutmu." Ucap Tae Sang dengan melihat mata Emy dengan tatapan memohon. Entah apa yang membuat Emy akhirnya mengijinkan bos Kimtae itu membuka piyamanya.
Tae Sang meraba luka bekas operasi di perut Emy. Air matanya menitik. Ingatannya kembali 4,5 tahun lalu. Saat si kembar lahir tanpa dirinya mendampingi.
" Ini... pasti sakit, ya?" Tanya Tae Sang lemah
" Aku gak tahu..."
" Maaf, aku lupa.." Tae Sang tersenyum getir.
' Betapa jahatnya aku padamu, sayang. Aku tak bisa mengulang waktu. Tapi, ijinkan aku memperbaiki semuanya.' Batin Tae Sang
__ADS_1
" Sudah..sudah... ayo pergi. Kyong oppa pasti sudah nunggu." Kata Emy sambil menyingkarkan tangan Tae Sang dari perutnya.
" Kyong ...oppa?" Wajah Tae Sang berubah dingin menatap Emy. Ia tak suka wanitanya memanggil laki-laki lain dengan begitu mesra.