
" Daddy ... adik bayi keluarnya dari mana?
Glup
Tae Yang menelan salivanya.
" Ehm ... adik keluarnya dari .... ehm ..." Tae Yang tak tahu harus menjawab apa.
" Micko, Mikha ... kalian sudah datang, sayang?"
Suara lembut dan sedikit serak mengalihkan perhatian si kembar. Keduanya tersenyum lebar dan langsung mendekati bed rawat Mommynya.
Tae Yang bernafas lega, karena terhindar dari pertanyaan tersulit sepanjang sejarah 😁
" Hai, Mom,"
" Hai, Mom,"
Si kembar dengan antusias menyapa Mommynya bergantian.
" Hai, sayangnya Mommy. Kalian sama siapa, sayang?" tanya Emy sambil berusaha duduk.
" Sayang, jangan duduk dulu!" seru Tae Yang
Emy tersenyum," Aku harus belajar duduk, Daddy. Aku juga sudah lelah tidur terus." jawab Emy seraya mengulurkan tangannya meminta bayinya. Tae Yang memberikannya pada Emy dengan hati-hati.
" Anak-anak, biar Mommy kasih minum adik bayi dulu, ya?" kata Tae Yang dengan menuntun kedua putranya.
" No, Dad. Mikha mau lihat Adik,"
" Iya, Daddy. Micko juga."
Tae Yang menghembuskan nafasnya kasar. Kalau dia memaksa pasti istrinya akan memarahinya. Kalau di sini, ia tak mau anak-anaknya melihat payudara istrinya.
" Ehm ... sayang, kau tutupi pakai ini, ya?" pinta Tae Yang dengan mengulurkan selimut bayinya dan menutupi dada Emy yang akan dikeluarkan untuk menyusui. Emy hanya menggelengkan kepalanya melihat posesifnya sang suami. Cemburu walau dengan anak sendiri.
" Dad! Adik nanti gak bisa nafas!" seru Mikha
" Iya, Dad. Jangan ditutup!" timpal Micko
" Harus ditutup. Kalian gak boleh lihat!" kata Tae Yang.
Mikha dan Micko gemas dengan tingkah Daddynya lalu berjalan memutar mendekati sang Daddy dan mendorongnya serta berkacak pinggang.
" Daddy!!! No! adik Mikha nanti gak bisa nafas!" seru Mikha dengan alis ditautkan mata menatap Daddy dan mulut mengerucut.
Sedang Micko, bocah itu juga mengangguk menyetujui perkataan kakaknya dan melipat tangannya di depan dada serta memicingkan matanya menatap sang Daddy.
" Sudahlah, Honey. Jangan cari gara-gara, mengalahlah sama Anak-anak. Jangan seperti anak kecil," kata Emy.
Tae Yang melotot dan menghembuskan nafasnya kesal karena Emy tak membelanya. Si kembar begitu senang ketika ia mendengar Mommynya membela mereka.
Mikha dan Micko membalikkan badannya lalu menaiki kursi di samping bed rawat Emy dan memeluk bahu dan lengan Mommynya. Emy tersenyum dan membuka selimut bayi tapi menutup *********** dengan baju pasiennya, sehingga hanya terlihat pipi merah baby Miguel.
" Mommy, you are the best!" kata Mikha dan melirik melihat Daddynya dengan penuh kemenangan. Tae Yang melotot melihat Anak sulungnya itu.
__ADS_1
" Yes, Mom! I love you full, Mom! heee ...." timpal Micko menatap wajah Mommynya. Emy mengusap lembut kepala kedua putranya dan mencium keduanya.
" Mom, Mikha mau lihat adik bayi minum,"
" Yes, Mom. Boleh?"
Pinta si kembar dengan wajah dan puppy eyes. Sungguh menggemaskan.
" No!"
" Baiklah!"
Dua jawaban tak sama serempak keluar dari mulut kedua orang tuanya.
" Mom ..." rengek Mikha. Micko juga menarik-narik lengan Mommynya.
" Baiklah,"
Emy membuka dan memperlihatkan bagaimana rakusnya baby Miguel menyusu.
" Mom, Mikha juga mau,"
" Micko juga,"
Belum sempat, Emy menjawab, Tae Yang sudah menyela.
" No! Mikha sama Micko sudah besar, jadi gak boleh,"
Mata Mikha dan Micko perlahan menjadi sayu, bibir sudah tertarik kebawah.
" Huuuuaaaaaaaa ...."
" Huaaaaaaaa ...."
Paduan suara tangis pun dimulai. Baby Miguel yang tadinya asyik mengisi perutnya dengan ASI sang bunda, ikut menangis.
Oekkk ... oeeekk .... oekkkk
" Honey!! lihat perbuatanmu!" sergah Emy kesal.
Tae Yang mengacak rambutnya frustasi. Emy mengayun baby Miguel dan memasukkan kembali putingnya ke dalam mulut kecil si Baby. Baby Miguel menyambutnya namun bibirnya terkadang masih menyebik.
Emy mengelus bahu Mikha dan Micko dan menajamkan matanya pada suaminya.
" Nak, baiklah. Setelah baby Miguel kenyang, nanti Mikha sama Micko boleh minum ASI Mommy," kata Emy
Perlahan kedua bocah kembar itu mengangguk dan sesekali menghapus air mata dan ingusnya. Mereka menatap adiknya yang terus menyusu.
" Sayang, kalau gitu aku juga mau," kata Tae Yang tak mau kalah.
Emy memejamkan matanya. Otaknya masih berpikir, kenapa suaminya sangat kekanakan.
" Honey, apa kau tak malu terus bersaing dengan Anak-anak kita?"
" Tidak, untuk apa malu. Kan, kamu punyaku, sayang," jawab Tae Yang enteng dengan cengiran kuda.
__ADS_1
" Mommy, ini banyak susunya, ya?" tanya Mikha tiba-tiba dengan jari telunjuk menekan-nekan gundukan Emy
Emy tersenyum. Ada perasaan bersalah dihatinya. Karena dua pria kecilnya tak pernah merasakan Air susunya. Air matanya menitik dan mengusap lembut kepala 2 putranya.
" Iya, sayang. Banyak. Cukup buat Mikha sama Micko juga." jawabnya dengan suara serak menahan tangis.
Tae Yang menyadari kegundahan hati istrinya. Ia memeluk dan mengecup puncak kepala Emy.
" Daddy! No! Mommy punya Mikha!"
" Mommy juga punya Micko!" kata Micko tak mau kalah.
Tangan Mikha dan Micko berusaha melepas pelukan Tae Yang dan tangan satu mereka gunakan untuk menutup kepala Emy agar tak dicium Daddynya.
Tae Yang mengeratkan pelukannya dan mencium Emy di pipi, kening dan bibir. Mikha dan Micko terus berusaha menyingkirkan wajah Daddynya dari Emy, tapi tak berhasil. Akhirnya, Mikha berdiri dan memeluk tubuh atas Emy.
" Aduh ... sayang, Mikha. Kasihan baby Miguel, Nak. Nanti kalau Mikha jatuh ke Adik, Adik bisa sakit, sayang." kata Emy.
Mikha segera melepas pelukannya dan mengusap pipi adiknya.
" Maaf, ya. Kakak lupa. Semua kalna (karna) Daddy, baby Miguel. Daddy nakal cium-cium Mommy," ucap Mikha polos.
clap ..
Baby Miguel melepas sedotannya. Emy memasukkan kembali *********** ke dalam bra khusus yang ia pakai.
" Dad, ambilkan aku tissue basah," pinta Emy.
Tae Yang segera mengambilkannya untuk Emy. Dengan lembut dan perlahan, Emy mengelap bersih pipi dan sekitar mulut baby Miguel.
Emy mengangkat dan menciuminya. Mikha dan Micko pun mendapat giliran. Mereka begitu gemas melihat adiknya yang begitu lucu.
" Honey, bisa tolong pasang lagi selimutnya?" pinta Emy. Tae Yang segera mengambil putranya dari gendongan Emy.
Baby Miguel menguap karena perutnya sudah terisi penuh.
" Mommy, baby Miguel sudah ngantuk," kata Micko seraya menunjuk bayi mungil dalam gendongan Tae Yang.
" Iya, sayang. Karena dia sudah kenyang,"
Mikha dan Micko mengangguk. Mereka terus memperhatikan bagaimana Daddynya dengan telaten memasang selimut adiknya dengan rapi lalu menaruhnya di box yang berada di dekat Emy. Baby Miguel menguap ketika tubuhnya merasa lebih hangat.
" Dad, apa dulu Mikha juga sepelti (seperti) baby Miguel?" tanya Micko. Ada rasa iri di dalam hatinya yang tiba-tiba muncul.
Tae Yang menatap netra putranya lalu tersenyum
" Iya, sayang. Dulu, Mikha sama Micko juga sama seperti adik Miguel, karena Mikha sama Micko juga Anak-anak kesayangan Daddy," jawab Tae Yang. Walau sebenarnya bukan begitu faktanya, tapi ia tak mau membuat kedua putranya bersedih.
" Benal (benar), Dad?" tanya Mikha berbinar.
" Kroomm ... kalian adalah bayi-bayi Daddy yang sangat menggemaskan. Jadi, Daddy sendiri yang merawat Mikha dama Micko," jawab Tae Yang semangat.
__ADS_1
" Dad, kau bohong!" seru Mikha