Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Permohonan Tae Sang - Season 2


__ADS_3

" Eh...bu-bukan begitu, aku...aku..."


Tae Sang segera menepikan mobilnya, melapas sabuk pengamannya dan memegang bahu Emy. Ia menatap kedua netra indah Emy.


" Sayang, aku tak kan memaksamu saat ini. Aku akan selalu menunggumu. Dengar, buatku hanya kebahagiaanmu yang terpenting. Jika kau memang belum siap menikah, aku akan menundanya. Emy...apapun akan kulakukan untukmu. Asal...asal jangan pergi lagi dariku. Sudah cukup selama 4 tahun kamu pergi... Dulu aku sangat bodoh dan membuatmu jauh.


Sekarang, aku mohon...tetaplah di dekatku. Menemaniku sampai kita tua bersama. Aku mohon, sayang. Jangan pernah meninggalkanku lagi. Aku...aku gak bisa hidup tanpamu. Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. Beri aku kesempatan, aku mohon...aku mohon....ihks..hiks..jangan tinggalkan aku...huhuhu... Berjanjilah Emy...kumohon...berjanjilahhh..." Ucap Tae Sang dan mulai terisak. Ia merengkuh tubuh Emy dan memeluknya. Ia sungguh merasakan ketakutan saat ini. Takut ditinggalkan wanita yang telah menjadi belahan jiwanya. Hidupnya.


Emy terenyuh mendengarnya. Ia membalas pelukan laki-laki itu. Ia tak tahu apa yang harus ia katakan. Ia bersama dengan Tae Sang karena anak-anaknya.


" I-iya Tae Sang-ssi... Aku..aku takkan meninggalkanmu, aku...aku janji," jawab Emy. Tae Sang semakin mempererat pelukannya.


" Terima kasih...terima kasih...terima kasiihhh..." Janji yang Emy ucapkan membuat Tae Sang semakin terisak. Bahagia hatinya mendengarnya. Ia tahu, Emy sangat memegang janjinya. Tangisannya ini bukan tangis sedih tapi kebahagiaan.


" Ehm...okeee...sekarang lepaskan pelukanmu. Akuuu...gaak...bisaaa...nafaass...uukhhh.." Emy berusaha melepas pelukan Tae Sang. Kali ini, Tae Sang perlahan melepas pelukannya.


Matanya memerah dan sembab. Hidung mancungnya pun memerah dan sedikit berair. Butiran bening itu masih ada di sana.


Emy tersenyum dan menghapus air mata dari pipi Tae Sang dengan tangan kecilnya.


" Kau, kalo menangis lama juga, ya? Sampai basah bajuku," goda Emy sambil memajukan bibirnya. Tae Sang tersenyum dan mencubit hidung Emy.


" Terima kasih, sayang. Aku mencintaimu," ucap Tae Sang menatap kedua mata Emy dan tersenyum. " Aku berjanji... Aku akan membuatmu...mencintaiku."


Emy tersenyum dan mengangguk. Tae Sang mengecup lembut kening Emy lalu kembali ke posisinya kembali.


" Tunggu!" Seru Emy ketika Tae Sang hendak menyalakan mesin mobil.


" Hmm? Kenapa?"


Emy mengambil tissue basah dari tasnya dan mengelap wajah Tae Sang. Laki-laki itu diam dan membiarkan Emy melakukan apa yang dia mau.


" Sekarang, buang ingusmu," kata Emy seraya menyodorkan tissue kering pada Tae Sang. Dengan patuh pula Tae Sang melakukannya.


Emy juga menyisir rambut dan merapikan pakaian Tae Sang. Hati bapak 2 anak itu menghangat.


" Terima kasih, sayang. Apa sekarang aku sudah ganteng? "


" Sip! Ayo! Kita pulang sekarang!" Sambut Emy senang.


" Kita ke suatu tempat dulu."


" Hah? Kemana?"

__ADS_1


Tae Sang mengedipkan satu matanya dan melajukan mobil sportnya.


Beberapa saat kemudian, keduanya telah berada di sebuah butik. Dan ini adalah ke-6 kalinya Tae Sang menolak baju pilihan Emy.


" Tae Sang-ssi! Tadi katanya terserah aku pilih gaun mana. Tapi ini, aku sudah 6 kali ganti dan kamu masih bilang nggak," protes Emy.


" Ya, soalnya bajunya aku gak suka, sayang,"


" Haduh, Tae Sang-ssi. Sebenernya, yang pake gaun aku apa kamu?"


" Ayolah, sayang. Ganti, ya? Ini leher sama dada kamu kelihatan."


" Yang pertama, kamu bilang roknya kependekan. Yang kedua, bagian atas terlalu seksi. Ketiga, pahaku terlalu keekspos. Trus keempat, dadanya terlalu turun. Kelima, punggungnya terlalu kebuka. Sekarang yang keenam, kamu bilang leher sama dada aku kelihatan. Ya, udah. Gimana kalo aku pake Kaftan aja, hmm?" Protes Emy mengingatkan Tae Sang pada komentarnya soal gaun yang dipilih Emy.


" Ya...soalnya memang gitu. Aku gak mau orang lihat tubuh sama kulit mulusmu, sayang. Hanya aku yang boleh lihat," ucap Tae Sang posesif. Emy tepuk jidat mendengarnya.


Akhirnya terpaksa Emy masuk kembali ke dalam ruang ganti dan memakai gaun terakhir yang adalah pilihan Tae Sang. Setelah memakai gaun itu, Emy keluar ruang ganti. Namun, ia tak mendapati laki-laki itu. Karena kesal Emy memilih duduk di pinggir jendela.



Tak berapa lama, Tae Sang yang kembali dan melihat Emy yang melihatnya jengah dan kesal. Ia tersenyum mendekatinya.


" Perfect! You are soo pretty, my dear," ucap Tae Sang lalu mengulurkan tangannya pada Emy.


" Sayang, pulang sama pak Jang, ya? Aku masih ada urusan sebentar. Kita ketemu di mansion. Hmm?" Kata Tae Sang


Emy mengangguk dan tersenyum hendak melangkah masuk ke dalam mobil. Tapi, Tae Sang menahan tangannya. Emy menoleh dan mengangkat alisnya


" Sayang, aku lupa belum kasi kamu..."


Cup


" Ini, " ucap Tae Sang tersenyum. Emy juga tersenyum dan menggeleng. Ia masuk ke dalam mobil dan menjauh.


" Wajah Tae Sang kembali serius. Ia segera masuk ke dalam mobil sportnya dan melaju.


Hari sudah mulai gelap ketika Emy sampai di mansion. Ia ingin segera melepas gaun dan menghapus make up.


" Nona Muda, selamat datang. Ini untuk Nona Muda." Seorang pelayan menyambut Emy dan memberinya bunga mawar merah seraya menunjuk arah Emy harus berjalan.


Emy mengikuti petunjuk pelayan tadi, hingga ia tiba di sebuah pintu yang menuju ruang makan dan di sana ada seorang pelayan yang juga menyambutnya dan memberinya mawar serta mengarahkan langkahnya ke sebuah pintu dan membukakannya. Emy terkesima melihatnya. Matanya berbinar melihat bunga kesukaannya terpajang di tangga dengan lilin-lilin.


__ADS_1


" Ada apa ini sebenarnya?" Gumam Emy dengan alis bertaut.


Emy terus berjalan menyusuri lorong dengan hiasan yang sama seperti di tangga tadi. Hingga ia tiba di sebuah pintu. Di sana, seorang pelayan juga memberinya mawar lalu membuka sebuah pintu. Kali ini Mawar merah yang tertata apik di pot-pot kaca dengan lilin-lilin di bawahnya.



Emy melangkah dengan senyum dan berulang kali mencium bunga-bunga yang ia lewati. Ia tiba di sebuah ruang yang luas yang dihiasi dengan bunga hijau dan palem serta lampu hias gantung dari kristal.



Disana, ada 6 orang pelayan yang berjajar dan memberi Emy bunga mawar. Emy tersenyum tak mengerti.


" Ada apa ini, Yeon Su?" Tanya Emy pada pelayan yang ia hafal namanya. Tapi, pelayan itu hanya tersenyum tanpa menjawab. Hingga sampai di pintu besar itu, 2 orang pelayan laki-laki membungkuk lalu membuka pintunya.


Emy terkejut. Matanya membulat. Ia menutup mulutnya dengan tangan. Kagum dengan yang dilihatnya.



" Wow...indahnya..." Mata Emy semakin berbinar dan sangat gembira.


Senyum tak lepas dari bibir Emy ketika menyusuri jalanan di halaman belakang yang telah dihias dengan mawar dimana-mana dan juga lampu-lampu gantung. Sungguh kreatif.


" OMG!!!" Pekik Emy. Ia melanjutkan langkahnya dengan gembira sambil melihat ke kanan dan kirinya. Kembali, netranya dimanjakan dengan jalanan penuh mawar dan lilin juga lampu-lampu hias



💖💖💖


*Bersambung...


**Hai semuanya...mana nih VOTE n LIKEnya.


Maaf jadinya sering telat update dan hanya sekali sehari. Tolong dukung terus ya...


Terus terang Rie ngorbanin tidur jauh malam buat nulis. Kasih terus Rie semangat dengan VOTE, LIKE and RATE juga KOMEN yang membangun.


Terima kasih pembaca setia Serpihan Hati: Cukuplah Sudahlah


Rie pasti kasih crazy up kalau dah mulai baikan.


Salam dari author


Rie**

__ADS_1


😘😘🤗🤗🤗


__ADS_2