Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Akhir Shin Dae Ho


__ADS_3

Emy telah melahirkan bayi perempuan dan Tae Yang memberinya nama Kim Mi Young atau Michelle (baca: Misyel) Kim. Bayi yang cantik dengan mata dan rambut coklat tua.



Pagi itu, hari kedua setelah kelahiran baby Michelle. Emy selesai menidurkan bayinya. Tae Yang berpamitan kembali ke Mansion.


Dalam Mobil


“ Ke Mansion lama,” kata Tae Yang


“ Baik, Tuan,” jawab Pak Jang


Lelaki tampan itu meraih ponselnya  dan memanggil nomor seseorang


“ Lam, aku tiba dalam 30 menit,” kata Tae Yang dan segera  mematikan ponselnya


30 menit kemudian, Tae Yang sudah sampai di depan Mansion lama, yang terletak di bagian belakang Mansion yang di tempati Tae Yang dan Emy sekeluarga.


Mansion Lama


“ Tuan,” sapa beberapa lelaki berpakaian rapi berjas dan kemeja hitam


“ Hmm ... bawa aku kesana,” titah Tae Yang


Seorang laki-laki dengan paras tampan membungkuk dan membuka satu tangannya mempersilahkan Tuannya masuk


Mereka memsuki sebuah rumah dengan gaya interior Eropa kuno. Lam membawa mereka melalui tangga turun dan membuka sebuah pintu yang disamarkan seperti rak buku.


Kriekk ...


Lam membuka satu tangannya lagi dan sedikit membungkuk. Kali ini Tae Yang berjalan mendahului mereka dan menuruni tangga yang berliku sebanyak 3 kali, dan sampailah mereka di sebuah ruang yang sangat pengap karena tak ada ventilasi. disana, ada 2 ruangan dengan beberapa alat yang mengerikan


“ Bos!” hormat beberapa orang yang sedang bersantai di bawah sinar lampu berwarna orange


“ Buka pintunya,” titah Tae Yang, ketika langkahnya berhenti pada satu pintu dengan beberapa noda darah yang mengering.


Ceklek


Seorang laki-laki dengan wajah tak asing, bersimpuh di lantai dengan keadaan mengerikan. Tangan dan kaki yang terkulai lemas, dan dapat dilihat itu karena patah tulang.


Wajah mengurus, luka lebam dan noda darah yang mengering dan sudah lama serta rambut yang memanjang.


Beberapa bagian wajahnya juga seperti bekas sayatan. bulu memenuhi rahang dan atas bibirnya


Tap ... tap ... tap ...


Lelaki dengan lemah melihat siapa yang datang


“ Tae Yang! Kau brengsek!” serunya dengan suara parau dan lemah


“ Hahaha ... ternyata kau masih kuat, ya?” ejek Tae Yang


“ Kau sungguh kejam! Kau pasti akan mendapat balasan!” kutuknya


“ Shin Dae Ho oh Shin Dae Ho, apa kau lupa bagaimana kejamnya dirimu mengambil nyawa Pengacara Oh dan Jung Hyuk? Kau membuat istri mereka menjadi janda dan anak mereka menjadi yatim. Katakan, siapa yang lebih kejam? Nyawamu ini tidak sebanding dengan mereka!” kata Tae Yang dingin


Rahang Shin Dae Ho mengeras. Ia tak dapat berbuat apapun.


“ Bunuh aku! Bunuh aku!” seru Shin Dae Ho


“ Hmm ... jangan kuatir memang itu tujuanku. Istriku sudah melahirkan, jadi aku akan memberi hadiah padamu,” kata Tae Yang dengan senyum seringainya


Cethak


Bos Kimtae itu menjentikkan jarinya, dan seorang laki-laki bernama Lam masuk dengan sebuah nampan.


“ Ini adalah hadiahku. Kau dulu pernah memberiku Mariyuana, bukan? Sekarang, aku juga akan memberikannya padamu. LAM!”


Shin Dae Ho menggelengkan kepalanya. Dalam 2 tahun ini, ia sudah mendapat suntikan berbagai macam obat terlarang, yang membuatnya sangat adiktif dan kesakitan luar biasa. Sekarang, ditambah mariyuana. Matanya menatap horor mantan sahabatnya  itu


“ Hahaha .... kenapa? Bukannya kamu suka mariyuana, hmm?” kata Tae Yang dengan tawanya, “ Lakukan!” titah Tae Yang lalu melangkah pergi.


“ Tidak, tidak ... TIDAKKK!!” seru Shin Dae Ho.

__ADS_1


Lam dan 2 orang lain lagi sudah memakai masker pelindung dan segera menyalakan gulungan mariyuana di atas nampan. Putera kedua keluarga Shin itu tak dapat berbuat apa-apa.Tangan dan kakinya sudah tak dapat digunakan. Ia berusaha menahan nafasnya, namun sia-sia. Ia tak bisa menahan nafas dengan begitu lama


“ Setelah ini, buang dia dan buat seperti kecelakaan. Mengerti!” titah Tae Yang pada seorang Bodyguard


“ Baik, Bos!”


Tae Yang menarik nafasnya dan meninggalkan tempat itu. Semua bawahannya memandang ngeri dan takut akan Tuannya itu.


Tae Yang kembali ke Mansion dan mengambil beberapa keperluan istrinya sekaligus meliat ketiga putranya, yang sementara ditinggal di Mansion bersama Lienda dan Yason. Dennis dan Eun Hee pergi berbulan madu ke Pulau Jeju, karena Eun Hee tak ingin terlalu lama meninggalkan Ibunya.


Sejak kematian Jung Hyuk, Tae Yang tak mengambil asisten pribadi. Ia hanya memperkerjakan Eun Hee sebagai Sekretarisnya.


Sore itu, Emy mengambil remot di meja dekat bednya, setelah menyusui Baby Mich (baca: Mij) (Panggilan sayang Baby Michelle)


“ PUTERA KEDUA KELUARGA SHIN DITEMUKAN TEWAS DALAM KECELAKAAN DI JALAN TOL INCHEON. DIDUGA KECELAKAAN TERJADI KARENA PENGEMUDI BERKENDARA DALAM PENGARUH OBAT. MENURUT HASIL OTOPSI, TERDAPAT RESIDU OBAT-OBATAN TERLARANG DIDALAM TUBUH JENAZAH. SHIN DAE HO JUGA MERUPAKAN BURON PEMBUNUHAN BERENCANA TERHADAP ASISTEN GROUP KIMTAE DAN PENGACARA OH JAE SUK. SELAIN ITU, PUTERA KEDUA KELUARGA SHIN TERSEBUT, DIDUGA TERLIBAT DALAM KASUS PENYUAPAN TERHADAP SEJUMLAH PEJABAT 2 TAHUN YANG LALU YANG MELIBATKAN MENTERI KEHAKIMAN DAN PEJABAT LAINNYA ... BLA ... BLA ... BLA ...”


Ceklek


Emy menoleh dan melihat suaminya masuk dengan menenteng tasnya. Dengan senyumnya ia mendatangi istrinya dan menciumnya.


“ Sayang, kenapa tak istirahat?” tanya Tae Yang lalu menaruh tas sedang di tangannya di sofa


“ Iya, sebentar lagi ...” jawab Emy dengan terus menatap suaminya curiga


“ Ada apa? Apa istriku merindukanku?” goda Tae Yang


“ Sayang ... apa ... kau ada hubungannya dengan yang terjadi pada Shin Dae Ho?”


Tak ada jawaban dari mulut suaminya itu. Lelaki itu mengambil apel dan mengupasnya


“ Sayang ...” panggil Emy dengan memegang tangan suaminya dan menatapnya lekat


“ Hmm ...”


“ Apa kau ada hubungannya dengan berita di TV tadi?”


Tae Yang menghela nafas dan menaruh apel yang sudah ia kupas di atas meja. Manik coklatnya menatap sang Istri dan mengangguk. Emy mengusap wajahnya kasar.


“ Sayang ... Kau!”


“ Aku tak bisa membiarkannya begitu saja setelah apa yang dia lakukan pada Pengacara Oh dan Jung Hyuk,”


“ Tapi ... kenapa kau main hakim sendiri? Apa ada bukti kalau dia pelakunya?”


Tae Yang mengangguk, “ Hmm ... memory card dari mobil Pengacara Oh, yang kau temukan di sepatunya,” jawab Tae Yang.


Emy menarik tangannya dari genggaman suaminya lalu memegang pipi suaminya


“ Sayang, dengar. Aku mohon, jangan kau lanjutkan lagi balas dendammu. Balas dendam itu seperti lingkaran setan yang tak akan pernah berakhir. Saat kau membalas kejahatan dengan kejahatan, apa bedanya dirimu dengan mereka?” Tae Yang berusaha melepas pegangan tangan istrinya dan mengalihkan pandangannya, tapi ditahan Emy


“ Sayang, lihat mataku,” pinta Emy. Tae Yang menghela nafas dan menatap istrinya. Emy tersenyum dan mencium suaminya sekilas


“ Sayang, dengarlah ... saat kau membalas kejahatan dengan kebaikan, kau seperti menaruh bara api diatas kepala orang itu. Engkau akan membuatnya malu dengan perbuatanmu. Sayang, setiap perbuatan baik dan jahat ada balasannya. Mungkin balasan itu bukan saat ini, tapi, bagaimana jika balasan itu menimpa Anak cucu kita nanti? Hmm?”


Tae Yang menitikkan air mata dan merengkuh tubuh istrinya. Dikecupnya pucuk kepala Emy dengan lembut beberapa saat lamanya


“ Sayang, kau sungguh wanita yang luar biasa. Aku sangat beruntung memilikimu. Terima kasih karena mengingatkanku,” lirih Tae Yang



20 tahun kemudian


Seorang pemuda berlarian di bandara dengan bunga ditangannya. Hari ini, adalah hari kepulangan adiknya dari luar negeri. Matanya terus melihat ke arah pintu kedatangan


“ Ck ... dia sudah keluar apa belum, sih?” gumamnya.


Banyak wanita memandangnya dengan tatapan memuja. Tapi, lelaki tampak cuek dan tak memperdulikan sekelilingnya.


Untuk mengatasi kebosanannya, ia memainkan ponsel.


“ OPPAAAAA!”


Suara yang sangat ia rindukan menghentikannya bermain game di ponsel dan mendongak melihat ke arah suara. Senyum mengembang di bibirnya

__ADS_1


Seorang gadis belasan tahun berlari ke arahnya, meninggalkan kopernya begitu saja.


Bugh ...


“ Hegmpphh ... Mich, kau bukan anak kecil lagi. Ayo turun!” kata lelaki itu yang tak lain adalah Mikha.


“ Tidak mau!” kata Michelle, putri bungsu Tae Yang. Gadis itu tanpa malu melingkarkan tangan dan kakinya di leher dan pinggang sang Kakak.


“ Mich! Kalau kau terus seperti ini kau tak akan dapat kekasih!”


“ Biarin! Michelle maunya sama Oppa sama Daddy aja sampai tua,” ucap Michelle lalu menempatkan kepalanya di bahu Mikha


Mikha menggelengkan kepalanya. Adiknya masih saja manja, walau ia sudah lulus dan menjadi seorang Ahli Komputer. Mengikuti jejak sang Ibu, semua Anak-anak Kim Tae Yang mengikuti kelas akselarasi dan menyandang gelar Phd, MD dan Msc di usia yang masih sangat belia


Mikha berjalan mengambil koper Michelle dan berjalan dengan adiknya masih dalam gendongannya. Semua memandang kagum, iri dan tak suka, melihat keduanya.


Sampai di mobil, Michelle segera turun dan menyapa Pak Jang.


“ Jang Haraboji! Apa kabarnya?” tanya Michelle sambil memeluk Pak Jang, sopir keluarga Kim.


“ Hahaha ... Nona Muda. Aku baik-baik saja ...” kata Pak Jang seraya menepuk punggung Michelle dan tertawa. Michelle melepas pelukannya dan masuk ke dalam mobil


“ Haraboji, ayo cepat! Aku sudah rindu Daddy, Mommy dan Micko Oppa,” kata Michelle


“ Iya, baik,”


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Mikha dibuat pusing dengan adiknya yang terus mengoceh sepanjang jalan.


“ Mich! Kau itu cerewet sekali, aku pusing. Diamlah!” ketus Mikha


“ Ishh ... Oppa!” rajuk Michelle


Mobil memasuki sebuah gerbang dengan 2 penjaga. 5 menit kemudian tampak tugu-tugu nama berjajar rapi di atas bukit.


Mikha dan Michelle segera turun lalu berjalan mengikuti tangga, yang membawa mereka ke puncak bukit buatan dengan rerumputan hijau itu


“ Daddy!!!” seru Michelle dan berlari ke arah lelaki setengah baya yang masih tampak gagah dan tampan. Lelaki itu tersenyum lebar dan membuka tangannya.


Bugh


Michelle  masuk dalam pelukan Ayahnya. Dan memeluk Ayah yang selama 10 tahun jarang ia temui karena sekolah dan kuliahnya juga karena peristiwa 10 tahun lalu yang membuatnya terpukul


“ Kau sudah pulang, Nak?” tanya Tae Yang sambil mengelus rambut putrinya


“ Ehm!” jawab dan Michelle mengangguk


“ Sekarang beri salam pada Mommy dan Oppamu dulu,” kata Tae Yang. Michelle mengangguk dan menghampiri sebuah tugu nisan dari granit dengan foto seorang wanita cantik.


“ Hai, Mom dan Baby Miran, Aku pulang. Dan, ya ... aku berhasil hehehe ...” ucap Michelle air matanya luruh tak terkontrol. Te Yang merangkul bahu putrinya dan mengusapnya. Michelle manahan isakannya dan menghapus air matanya lalu beralih pada tugu disebelahnya


“ Micko Oppa! Hai! ... lihatlah, aku sudah kembali. Aku berhasil, hehehe ... Oppa, tolong bilang sama Mommy, aku yang akan menggantikan Mommy menjaga Daddy, ya ...” ucapnya dengan senyum yang ia paksakan


Tae Yang mengusap rambut putrinya dan memeluknya.


Gluduk ... gluduk ...


Suara gemuruh di langit mulai terdengar. Mikha dan Pak Jang menghampiri Daddy dan adiknya dengan 2 payung hitam


“ Dad, ayo kembali. Sudah mau hujan,” kata Mikha dan memberikan satu payung pada Ayahnya


“ Oke. Michelle ... ayo Nak ...” ajak Tae Yang. Michelle menggandeng lengan Daddynya dan berjalan bersama dengan satu payung. Sementara Mikha bersama Pak Jang


“ Dad, apa ... Migu Oppa tidak pernah memberi kabar?” tanya Michelle dan mengigit bibirnya


Tae Yang menghela nafas dan menggeleng. Sudah 10 tahun, putranya itu pergi dan memilih tinggal dengan Luther dan Eun Ha di Canada. Dan sejak 5 tahun lalu, anak ketiganya itu tak pernah memberinya kabar.


“ Dad ... jangan bersedih lagi, ya? Aku pasti akan membantu Daddy mencari Migu Oppa,” kata Michelle


Tae Yang tersenyum dan kembali merangkul putrinya dengan erat.


‘ Emy, aku tahu kau mendengarku, sayang. Aku mohon, jaga Migu,’ doa Tae Yang dalam hatinya


END

__ADS_1


Terima kasih semuanyaaa .... SHCS is a wrap!


Love, hug and kiss for you all ....


__ADS_2