
Pesta sudah selesai, banyak tamu sudah kembali pulang. Emy, Yu Zhen dan Hannah juga berpamitan pada kedua mempelai setelah berfoto bersama. Ketiganya langsung berangkat untuk menikmati wisata malam.
Setelah memarkirkan mobilnya, Hannah kembali menjadi penunjuk jalan, karena Emy juga belum pernah ke tempat ini.
Sedang Yu Zhen, ia baru pertama kali ke Korea. Itupun atas undangan dr. Lee yang ternyata adalah senior Yu Zhen saat menjadi relawan tsunami di Jepang, 2 tahun lalu. Sejak itu dr. Lee dan Yu Zhen sering berkomunikasi dan menjadi teman dekat.
Emy begitu menyukai pemandangan dan budaya yang tersaji di Riverview 8th Avenue. Senyum dan tawa gembira tak lepas dari wajah cantiknya.
Mereka bertiga bersenang-senang dan menikmati perjalanan diatas jembatan dengan pembatas kaca.
Melihat Sungai Han dari lantai kaca, pemandangan lampu-lampu kota Seoul, beberapa frame foto yang sengaja dipajang, benar-benar membantu menghilangkan rasa lelah.
Malam kian larut, tapi masih banyak juga yang lalu lalang untuk sekedar menikmati pemandangan, tapi banyak juga yang dimanfaatkan anak muda untuk berkencan.
Emy dan 2 temannya tak menyadari, jika selama ini ada seseorang yang terus mengikuti mereka.
Disebuah mobil mewah, seorang laki-laki yang tak asing melihat layar monitor di tangannya.
" Pak, kita pulang!" ucapnya tiba-tiba. Sopir paruh baya itu mengangguk dan menjalankan mobilnya.
" Hyuk, kau pulanglah," tanpa menunggu jawaban, Tae Yang mematikan ponselnya dan bersandar. Ia memejamkan matanya dan memijit pelipisnya.
' Kenapa aku begitu tak suka melihatnya akrab dengan laki-laki lain? Apa aku sudah mulai jatuh cinta padanya? Tidak .. .tidak ... tidak mungkin! Hanya Helena yang pantas mendampingiku! Iya ... hanya Helena. Aku seperti ini hanya karena Helena meninggalkanku lagi. Sebaiknya aku menelepon Helena.' Tae Yang meraih ponselnya dan melakukan panggilan cepat.
tutt..tuttt..tuttt...
Setelah beberapa kali berdering, tetap saja tak ada jawaban di seberang telepon. Dengan kesal, ia melempar ponsel dengan harga yang fantastis itu ke sisinya.
Sementara Emy dan 2 temannya, saat ini tengah dalam perjalanan menuju ke Naksan Park. Sebenarnya Hannah mau mengajak keduanya ke Bangpo terlebih dulu, jembatan dengan air mancur pelangi terpanjang sedunia yang begitu romantis, menawan dan cantik.
Tapi Emy dari tadi sudah menanyakan tentang Naksan Park, tempat wisata malam yang sempat ia sebutkan di pesta, jadi disinilah mereka, dalam perjalan menuju ke Naksan Park.
Hannah menghentikan mobilnya di pinggir jalan, ketika tiba-tiba saja Emy menyuruhnya untuk berhenti. Dengan cepat Emy membuka pintu mobilnya dan berlari ke truk makanan yang menyajikan banyak jajanan khas Korea.
__ADS_1
Emy menelan air liurnya melihat banyaknya jajanan didepan mata. Disana ada
Tteokbokki atau kue beras dengan tekstur kenyal dan saus merah yang pedas manis
Lalu ada Odeng yang merupakan sate daging ikan yang direbus dengan kuah kaldu.
Ada ***Bungeoppang, ***yaitu kue berbentuk ikan berisi adonan kacang merah manis, ada juga yang berisi es krim.
Yang menjadi favorit Emy adalah Twigim. Gorengan ala Korea ini sangat sederhana, hanya sekadar dibalurkan ke tepung, lalu digoreng begitu saja.
Terdiri dari telur, ubi, udang, cumi-cumi, bakso, paprika, hingga sayuran. Biasanya orang Korea memakan twigim dengan kecap asin atau dengan saus tteokbokki.
Sedang Hannah, ia lebih memilih Hweori gamja atau yang berarti kentang tornado. Bentuknya unik, sangat menggugah selera. Kentang tersebut dipotong berbentuk spiral dan ditusuk seperti sate.
Sedang Yu Zhen memilih Kimbab. yaitu nasi putih dibumbui garam dan minyak wijen atau minyak perilla. Yang digulung dengan rumput laut, isinya pun beragam, mulai dari ikan, daging kepiting, telur, daging iga sapi, kimchi, keju, tuna dan sebagainya. Sedangkan bahan sayuran adalah ketimun, bayam, wortel dan danmuji (acar lobak). Lalu digulung dan dipotong biasanya 8 bagian.
Emy masih mau membeli lagi beberapa makanan, tapi Hannah dan Yu Zhen menariknya kembali ke mobil dan melaju pergi.
" Chagi, kau itu... kalau sudah soal makananan, selalu saja lupa .. ckckck...." omel Hannah sambil menggelengkan kepalanya, namun dengan tetap melihat ke depan karena ia maih mengemudi.
" Hehehe ... kan ini gratis!"
" Emy-a, kau suka makan, tapi kenapa masih saja kurus? " celetuk Yu Zhen.
" Hehehe ... itulah enaknya aku, hahaha ..." sahut Emy sambil mengedipkan matanya. Hannah dan Yu Zhen hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
' Emy, Emy... kau itu, kalau soal makanan kamu mau yang gratis. Tapi kalau sudah urusan duit besar, kau tak mau dibantu. hmm ....' gerutu Ha Na dalam hati.
Banyak notifikasi masuk ke ponsel Tae Sang. Dari sore tadi, notifikasi bank terus masuk dan hanya jeda beberapa puluh menit, sebelum masuk yang lainnya.
" Helena, bukannya dia kerja, kenapa dia malah belanja banyak kali ini? banyak sekali belanjaannya... ya, sudahlah, aku juga bekerja buat dia ... hehehe..." Tae Sang membisukan ponselnya dan berbaring.
Sinar matahari tembus malu malu disela-sela gorden. Seorang gadis cantik masih tetap saja bersembunyi dibalik selimut.
Tak lama, suara alarm berbunyi. Seperti biasa, ia memerlukan waktu beberapa lama untuk bisa mengumpulkan kembali nyawanya. 5 menit kemudian, Emy turun dari ranjang dan membersihkan diri di kamar mandi.
Tae Sang masih lelap dalam tidurnya, Emy yang telah selesai mandi, kini sedang memasak untuk sarapan Tae Sang, karena bibi Nam mengirim sms kalau dia akan terlambat.
Emy dengan cepat menyelesaikan masaknya dan menatanya di meja makan. Tak lupa, ia juga menyediakan kopi dan meletakkan koran disisi kanan meja makan.
Selesai semua tugasnya, Emy segera kembali ke kamarnya, ia yakin Tae Sang tak akan menyentuh makanannya jika ia tahu kalau Emy yang memasak.
Tae Sang sudah tampil rapi dan tampan, turun dan menuju ruang makan. Ia tak melihat bibi Nam dan berpikir bibi Nam sedang melakukan pekerjaan lain.
" Hmm ... bibi Nam sepertinya makin canggih." gumamnya.
Sarapan kali ini adalah sarapan yang disebut sebagai Full English Breakfast terdiri dari sosis, telur mata sapi, bacon, baked beans, black pudding, hash brown, tomat goreng dan jamur tumis. Adapula roti bakar, jus, dan low fat mayonaise sebagai pelengkap
Ia segera menyantap sarapannya dengan lahap.
" Lezat!"
" Bibi Nam!!!" teriak Tae Sang. Setelah beberapa kali ia memanggil, terdengar suara kaki yang terburu-buru. Tapi bukan bibi Nam yang muncul.
" Presdir?"
" Aku memanggil bibi Nam, bukan kamu!" ucap Tae Sang ketus.
" Ah ... maaf Presdir, bibi Nam datang terlambat. Ia akan sampai disini jam 1 siang." jawab Emy ramah dan tersenyum.
" Jadi, kau yang menyediakan sarapan pagi ini?" Tae Sang melotot memandang Emy.
" I .. iya Presdir."
__ADS_1
Tak ada kata lagi yang keluar dari mulut Tae Sang. Ia segera berdiri dan menenteng jasnya lalu pergi.
" Fiuhh ... ya, sudahlah. Yang penting dia sudah memakannya! hemm,"