Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Cukuplah Sudah


__ADS_3

" Ikut aku!" Kalev memutar tubuhnya dan melangkah cepat, memasuki berbagai pintu dan lorong, tibalah mereka di sebuah kamar bayi.


" Mereka... adalah bayi kembar Emy. Emy memintaku merahasiakan keberadaan mereka dari seseorang bernama Kim Tae Sang." Jelas Kalev.


"Dan ia juga berkata kalo aku bisa mempercayaimu." tambahnya.


dr. Lee menatap hangat bayi bayi lucu didalam inkubator. Buliran bening kembali menetes. ' Kau... ternyata kau lebih memilih anak anakmu, Emy. Kau wanita luar biasa, dongsaeng.' lirih Dr. Lee dalam hati. Ia memegang kaca kaca pelindung bayi bayi itu dan menangis terisak.


Kalev menepuk bahu dr. Lee. Ia juga merasakan kesedihan yang sama. " Dr. Lee... tolong rahasiakan keberadaan mereka. Karena, ini permintaan terakhir Emy. Dengan nyawanya, ia berkorban demi mereka. Sekarang, saya mohon pada Anda, tolong... rahasiakan ini." ucap Kalev seraya menahan tangis. Wajah pucat dan kurus Emy masih tergambar jelas di benaknya. Hatinya sakit. Ia tak ingin, anak anak yang diperjuangkan Emy dengan susah payah dan bertaruh nyawa, akan jatuh dan di sia siakan orang yang jelas jelas tak menginginkan kehadiran mereka.


" Kim Tae Sang... adalah ayah mereka. Bukankah ia yang harus..." ucap dr.Lee setelah mengusap wajah dan menghentikan tangisannya.


" Iya, tapi... laki laki sombong itu, dia... yang menyuruh Emy mengugurkan mereka." Kalev menatap dr.Lee dan beranjak dari ruang bayi, meninggalkan dr.Lee dengan tatapan tak percaya.


Kalev menemui bos Kimtae dan keluarga Emy, yaitu Hannah Kang, Evan, dan Luther juga dr.Lee. Atas bantuan staf rumah sakit, ia dapat mengumpulkan mereka dalam satu ruangan.

__ADS_1


" Selamat Sore semuanya. Saya dr. Kalev Petrovsky. Saya yang bertanggung jawab atas dr. Emy Sie selama di sini. Saat ini, saya tahu semuanya sedang berduka. Tapi saya hanya ingin memberikan surat wasiat dari dr.Emy Sie." Kalev memberi isyarat pada asistennya untuk membagi surat surat itu.


Semua menatap bingung dengan apa yang mereka terima. Perlahan mereka membuka surat surat itu.


" Tidak! saya akan membawa Emy kembali ke Korea. Dia akan di makamkan di sana." tolak Tae Sang setelah membaca surat ditangannya.


" Tidak! Kau bukan siapa siapa anakku. Aku yang akan membawa Emy... Dia akan kubawa ke Amerika. Tempat dimana ia pernah merasakan kebahagian bersama orang tua dan kakak kakaknya!" kata Evan tak mau kalah.


" Maaf Tuan tuan, tapi... seperti permintaan Emy, ia ingin bebas dan lepas. Karena itu, ia ingin di kremasi dan abunya di tebar di atas bukit yang tinggi. Mohon hormati permintaan terakhirnya." Kata Kalev tegas. Hannah sudah tak tahan lagi, ia kembali menangis dalam pelukan calon suaminya.


Tak lama sebuah Video muncul lewat layar proyektor.


Dalam Video itu, wajah cantik Emy telah mengurus dan sangat pucat, tulang pipi dan tulang bahunya terlihat menonjol dan matanya menjadi cekung, baju yang ia pakai terlihat besar di tubuhnya.


" Halo semuanya. Saat kalian melihat video ini, aku... sudah senang di atas sana, bersama Tuhanku ( Emy tersenyum lemah). Aku hanya minta... untuk mendonorkan organ tubuhku yang sehat... pada mereka yang membutuhkan... dan jasadku di kremasi dan di tebar di atas bukit..( Emy tersenyum lagi) sebenarnya aku mau menyumbangkan tubuhku untuk penelitian. Tapi..( menoleh ke arah Kalev) orang ini, sahabatku ini tak mengijinkan aku... jadi, aku hanya minta tolong kremasi aku...uhuk..uhuk ( Kalev menyodorkan minuman pada Emy).. ya.. Paman Evan, Hannah, Luther, Lee Kyong Oppa, terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Maafkan aku, karena aku selalu menyusahkan kalian dengan semua masalahku. Maafkan aku, karena tak bisa membuat kalian bahagia. Sampaikan maafku untuk Ayah, Bunda dan kakakku... karena, aku tidak bisa berbakti pada mereka lagi. uhuk...uhuk...( terlihat Kalev memberi Emy minum lagi lewat sedotan).

__ADS_1


Paman Evan dan Hannah Unni, aku hanya minta 2 permintaan. 1 aku sudah mengatakan....permintaanku....pada dr.Kalev Petrovsky, ia yang akan mengatakannya. Yang ke 2 Paman Evan, aku mohon jaga L'amour bersama dengan Ha Na dan Luther. Aku serahkan L'amour pada paman. Tolong jaga... baik baik...uhuk...uhuk...( Kalev mencoba menyuruh Emy berhenti berbicara, tapi Emy tersenyum dan menggeleng)


Lee Kyong oppa dan Nona Na, tolong terimalah rumah yang aku beri. Rumah itu sangat berarti untukku, karena itu, aku hadiahkan untuk oppa dan nona Na. Karena kalian sangat berarti untukku, seperti halnya Paman Evan, Hannah dan Luther... ( Mata Emy semakin mengedip cepat, dan nafasnya mulai tersengal. Terdengar Kalev berbicara dengan bahasa jerman, agar Emy berhenti berbicara. Tapi ditolak dengan halus oleh Emy.)


Terima kasih untuk semua cinta kalian untukku. Sekarang aku bahagia. Karena aku akan bertemu Appa dan Eomma. ( Emy kembali tersenyum). Paman Evan, Hannah unni, Luther, Lee Kyong oppa, nona Na...sekarang.. cukuplah sudah apa yang aku alami. Aku sudah lelah. Jadi, kumohon jangan menangis karena kepergianku. Biarkan aku beristirahat dengan tenang dan damai... ( buliran air mata menetes di pipi pucat Emy. Bibirnya yang pucat dan kering, berulang kali berusaha Emy basahi.). Selamat tinggal, keluargaku..." Video dengan durasi lebih dari 2 menit berbahasa inggris itu, membuat semua yang ada di ruangan itu pecah dengan tangis.


Tae Sang berjalan lemah keluar ruangan. Matanya menatap kosong. Byun Hyuk setia berjalan di sampingnya dan menuntunnya ke taman rumah sakit.


" huhuhu... kau bahkan tak menyebut namaku... sebegitu bencinya kau padaku Emy... huhuhu... yaaa...aku memang pantas...aku pantas kau benci...huhuhu..." Tangisan Tae Sang menarik perhatian semua yang lewat.


Byun Hyuk setia menunggu atasannya yang berduka dan menangis terisak, tanpa peduli pandangan orang di sekelilingnya.


Keesokan harinya, Hannah dan Evan sudah berjalan lemah menuju tempat kremasi. Luther dan dr.Lee menyusul kemudian. Tae Sang masih tak tampak batang hidungnya. Sesaat sebelum peti dimasukkan dalam tempat kremasi, Tae Sang datang dan meminta untuk memberinya waktu sejenak.


" Emy, aku tahu semasa hidupmu, aku selalu menyakitimu. Aku tak pernah sedikitpun memberi perhatianku padamu. Maafkan aku... kumohon maafkan aku. Jika ada kehidupan lain setelah ini, aku mohon, jadilah istriku. Aku berjanji akan mencintaimu dan setia padamu. Emy... Kau adalah satu satunya istriku dan akan tetap begitu selamanya. Tak ada yang akan menggantikan posisimu di hatiku dan kehidupanku." Ucap Tae Sang di depan peti mati Emy. Ia memeluk peti mewah berwarna putih, tempat Emy terbaring terakhir kali.

__ADS_1


" Tuan, bisakah kau membuka petinya, aku ingin memakaikan cincin pernikahan kami padanya. Saya mohon" Wajah arogan Tae Sang menghilang dan berganti wajah memelas menghadap seorang pekerja kremasi.


__ADS_2