
Aku juga sudah mengalirkan dana ke rekening Kimtae. Aku harap cukup untuk membayar gaji karyawan dan biaya Resort Yeosu," jelas Emy
" Hah?!"
Hawk dan Jung Hyuk melongo mendengar Emy. Seminggu terakhir memang ada saluran dana ke rekening VC (Virtual Account) Kimtae tapi mereka tak mengetahui kalau dana sebesar itu berasal dari Emy.
" Nona, apa Anda merampok Bank?" tanya Jung Hyuk dengan polosnya.
Bugh...
" Aww ... KYAAA!! Kau bosan hidup, ya?!" sentak Jung Hyuk pada Hawk
" Hyung! kalaupun kau bodoh, jangan dibawa-bawa kesini!!" sentak Hawk balik
" KYAAA!!! Berani sekali kau bilang aku bodoh!!"
" Karna memang begitu! Apa bos Panda ... emm ... ehem .. maksudku, Bos Emy yang cantik ini kelihatan seperti perampok?!"
" CUKUP!!" seru Emy.
Emy menatap keduanya dan mendengus kesal.
" Aku ikut kompetisi dan menerima job di situs hacker. Aku white hat hacker. Aku hanya melakukan penetration testing (tes bobol sistem komputer) pada situs beberapa perusahaan kalau ada bug atau celah yang bisa disusupi hacker, yang akan membobol sistemnya untuk maksud tak baik. Dan, lumayan, mereka membayarku sangat tinggi," jelas Emy tenang.
" Jadi, Bos ... Anda adalah ..." mulut Hawk tertutup ketika ia melihat tatapan tajam Emy.
" Aku rasa hanya itu, tolong siapkan semua." pinta Emy
" Baik, Nona Muda," jawab Jung Hyuk
" Ooh ... Bos ... tidak sia-sia aku menerima tawaran Bos besar ... hahaha ..." kata Hawk dengan tawanya.
" Nona ... Anda luar biasa. Tapi, jangan terlalu sering begadang, Nona. Ingat ada bayi Nona dan Tuan di dalam sana." ucap Jung Hyuk dengan wajah sendu.
Emy tersenyum dan mengangguk. Memang benar yang dikatakan Asisten suaminya itu. 2 minggu belakangan ia sering begadang. Bahkan, seminggu ini ia hanya tidur 2 jam saja. Tapi, Emy juga bernafas lega, setidaknya ia masih bisa mempertahankan perusahaan suaminya. Ia berharap kerja kerasnya segera terbayar.
Selama Emy di Berlin, Tae Yang selalu di jaga dr. Lee dan Yu Zhen. Sedang si kembar bersama Na Ae Rim dan Eun Ha. Awal Emy pergi, harus ada drama dimana si kembar merengek ingin ikut. Tapi, Emy tak mau mengambil resiko. Perutnya sudah membuncit. Jika harus bekerja dan mengurus si kembar, dipastikan ia akan tumbang.
Dengan bujuk rayu Na Ae Rim dan Eun Ha, akhirnya si kembar menurut. Walau terasa berat Emy memantapkan hati pergi ke Berlin.
" Nona, saya sudah daftar. Besok acara mulai setelah makan siang," lapor Jung Hyuk, ketika mereka bertiga sedang menikmati makan malam di resto hotel
" Hmm ... baiklah. Hawk, apa kau sudah siap?" tanya Emy.
__ADS_1
" Iya, Bos. Tentu saja!" jawab Hawk percaya diri.
Keesokan harinya
" Oh ... tidak ... tidak ... kita terlambat ..." seru Emy seraya berlari ke kamar mandi lalu mengambil sikat gigi dan mulai menggosok giginya. Sementara, satu tangan ia pakai untuk melepas bajunya dan masuk ke bawah shower. Selesai dengan mandi kilatnya, Emy memakai dress longgarnya, meraih tas dan ponsel dan segera keluar kamar hotelnya.
Di tempat kompetisi, Hawk dan Jung Hyuk terlihat gelisah.
" Aduhh ... ini sudah jam 12.40. Kenapa bos belum datang, Hyung?" kata Hawk panik sambil berjalan mondar-mandir.
" Aku juga tak tahu. Tadi sudah aku telepon, tapi tak diangkat," jawab jung Hyuk tak kalah cemasnya
" Perwakilan dari Kimtae Tech!" Panggilan speaker mengejutkan keduanya. Jung Hyuk segera berlari ke meja panitia.
" I-iya ... kami dari Kimtae Tech," kata Jung Hyuk
" Hmm ... baiklah. Demonya?" tanya panitia seraya menjulurkan tangannya.
" Ahh ... ya, ini." Jung Hyuk menyerahkan CD dari Emy pada panitia.
" Baiklah. Silahkan masuk ke Ballroom. Nomer urut Anda 37. Silahkan," kata panitia itu ramah. Jung Hyuk mengangguk dan menghampiri Hawk
" Hawk! apa Nona sudah menjawab teleponmu?" tanya Jung Hyuk
" Kita tunggu di dalam aja. Kirim pesan ke bos, ya." Jung Hyuk menarik tangan Hawk dan mengajaknya masuk ke dalam ruang kompetisi.
12.57 PM Waktu Berlin
Hawk dan Jung Hyuk kian cemas. Emy belum juga datang dan mengirim pesan.
" Hawk, kau saja yang kasih presentasi. Kau sudah paham, kan?"
" Iya sih, tapi aku takut salah ucap," kata Hawk dengan mata yang menyapu seisi ruangan yang dipenuhi dengan banyaknya manusia. Berbagai perusahaan IT dunia hadir di sini. Kompetisi dengan hadiah uang tunai $US 5 juta dan perjanjian kerjasama dengan NASA sebagai reward, mana mungkin ada yang mau melewatkannya.
Emy melihat jam di tangannya. Dengan langkah lebar dan sedikit berlari, Emy masuk ke dalam gedung Universitas teknologi terbesar di Jerman.
Matanya mengedar mencari petunjuk letak kompetisi. Emy dengan segera menemukannya lalu berjalan masuk ke dalam ruangan yang sudah tertutup.
Kompetisi sudah berlangsung. Tampak diatas panggung, perwakilan dari perusahaan-perusahaan IT menampilkan demo software mereka dan memberikan presentasi singkat.
Emy mencari ponselnya. Di sana puluhan miss call dari Jung Hyuk dan Hawk terpampang. Emy membuka pesan dari Hawk
" Platform C, kursi 278." gumam Emy. Ia segera mencari dan berjalan diantara kerumunan sambil menutupi perutnya dengan tas.
__ADS_1
" Itu dia!" seru Emy dengan senyum sumringah.
Hawk yang memang masih menoleh sana sini, melihat Emy berjalan ke arahnya.
" Boss!!" serunya sambil melonjak kegirangan lalu berjalan membiak orang-orang yang berdiri di dekatnya untuk mendekati Emy.
" Boss!!" reflek Hawk memeluk Emy. Emy menepis tangannya dan menggeleng. Hawk dengan cengir kuda melihat Emy
" Habisnya, aku senang bos ... Aku pikir bos sengaja meninggalkan kita di sini," kata Hawk.
" Ck ... kau itu,"
Hawk kembali menyibak kerumunan orang untuk memberi jalan pada Emy.
" Nona Muda!" seru Jung Hyuk.
" Hmm ... bagaimana giliran kita nomer berapa?" tanya Emy
" Kurang 3 lagi Bos," sahut Hawk.
Emy mengangguk dan mengeluarkan laptopnya.
" Hawk aku mau kau maju untuk presentasinya. Untuk defend (menjaga pertahanan) biar aku aja."
Hawk mengangguk. Jika seperti ini, ia akan merasa tenang.
Setengah jam kemudian, giliran Kimtae Tech. Hawk maju dengan percaya diri. Sementara Jung Hyuk ia hanya duduk di samping Emy. Presentasi yang di lakukan Hawk berjalan dengan lancar selama 5 menit.
Kini, beberapa perusahaan menantang Hawk dengan klaimnya. Bahwa software mereka dapat mendeteksi virus dan malware serta ancaman lain dalam hitungan detik.
Emy telah siap di depan laptopnya. Beberapa Malware dan Virus masuk, namun dengan mudah software Emy mematahkannya, bahkan memberikan malware balik pada lawan/penyusup.
Wajah tenaga IT dan hacker di ruangan itu dibuat kesal karenanya. Umpatan keluar dari mulut mereka. Emy tersenyum melihatnya.
" Honey Kean, terima kasih. Sepertinya Software yang dulu kita buat, berhasil sepenuhnya," gumam Emy dengan menitikkan air mata.
" Nona! Nona Muda kenapa? Apa Anda sakit?" tanya Jung Hyuk panik.
Sedari tadi ia memperhatikan layar LED besar yang menampilkan berbagai angka berwarna hijau dan beberapa merah yang menghilang dengan cepat. Ia begitu kaget ketika ia hendak berkata sesuatu pada Emy dan menoleh, ia melihat istri Atasannya itu menangis.
" Ahh ... tidak, Hyuk. Aku hanya tidak menduga, kalau aku berhasil," jawab Emy sambil menghapus air matanya.
" Baiklah, apa masih ada lagi yang ingin mencoba?" Terdengar suara Hawk dari speaker ruangan. Emy dan Jung Hyuk melihat ke atas panggung lalu ke sekeliling mereka.
__ADS_1
" Nona ... Nona ... itu apa?" tanya Jung Hyuk pada Emy, seraya menunjuk ke layar LED