
" Apa kau berpelukan dengan mereka karena kau mencintai mereka? Tidak, kan?" sambung Joo Won
Deg
Tae Yang tersentak dengan pernyataan sahabatnya.
" Ta-tapi dia, dia menangis ka..."
" Aku mau tunjukkan sesuatu padamu, tapi, jangan salah paham dulu, oke?" potong Joo Won dan mengeluarkan laptopnya.
Tae Yang menautkan alisnya tak mengerti dan hanya mengangguk. Ia melihat Joo Won memasukkan flashdisk pada laptopnya yang ia ambil dari dalam tasnya.
" Kau lihat ini," Joo Won menunjukkan sebuah foto Emy menangis ketika ia melihat kondisi Cha Hyun Sik di rumah sakit umum Seoul. Ya, setelah Emy menjalani perawatan di rumah sakit, ia mendengar bahwa, Cha Hyun Sik mengalami luka tembak karena suaminya. Ia memutuskan untuk melihat kondisinya. Bahkan, Emy yang memberi arahan saat pembedahan. Agar peluru yang bersarang di arteri besar pangkal paha Cha Hyun Sik tidak akan mengakibatkan lelaki itu kehilangan kakinya.
" Kau!" Tae Yang menatap tajam sahabatnya, Joo Won.
" Hei! oke ... seperti yang aku bilang, jangan salah paham dulu. Aku memang sering mengikuti Emy dalam beberapa momen. Eitss ... (tangan Joo Won mengarah ke Tae Yang agar tak memukulnya, karena ia melihat tangan Tae Yang terkepal siap memukulnya) Tapi aku mengikutinya karena aku kagum padanya. Dia wanita yang luar biasa.
Kau tahu, dia bahkan menangis karena orang yang sudah berbuat jahat padanya.
Lihatlah ini (Joo Won menggeser foto Emy lainnya) ini adalah saat ia memeluk Paman Ji dan meminta maaf padanya karena ... ketidaksengajaanmu mengakibatkan ... cucunya atau ... adik tirimu meninggal dan ( Tae Yang terkejut) ..."
" Adik tiri apa maksudmu?" tanya Tae Yang dengan mata melotot tajam
" fiuuh ... gadis kecil yang terjatuh dari balkon, di pesta ulang tahun perusahaanmu 10 tahun lalu, Kim Youra. Dia adalah ... anak haram Ayahmu. Dia datang kesana karena ia baru tahu kalau ... kalau dia adalah adikmu," jelas Joo Won
Tae Yang sungguh shock mendengarnya. Tak ada seorangpun yang memberitahunya.
" Da-darimana kau tahu?"
" Hyun Sik. Dia menceritakan semua padaku. Paman Ji sangat terpukul karena kematian anak dan cucu satu-satunya. Ayahmu ... memperkosa ibu Kim Youra dan tak mau mengakui kalau Kim Youra adalah Anaknya ..." Joo Won tertunduk dan melipat bibirnya. Entahlah, ia merasa iba dengan gadis itu dan ibunya.
Tae Yang tak dapat berkata-kata, lidahnya kelu.
__ADS_1
" A-apa Kakekku juga tahu hal ini?" lirih Tae Yang
Joo Won menggeleng dan mengedikkan bahunya. Karena memang hanya itu informasi dari Hyun Sik.
" Ehm ... kembali ke Emy. Tae Yang-a, apa kau sungguh masih tak mengerti karakter istrimu? (Joo Won membuka sebuah file dan mengkliknya) ... lihat ini," Joo Won menunjuk foto Emy yang menangis dan tersenyum seorang diri di pinggir Sungai Han, dengan sebuah cupcake dan lilin diatasnya 7 tahun lalu.
" Ini, adalah foto Emy saat ia merayakan sendiri ulang tahunnya. Ia hanya bisa membeli 1 cupcake dan mie instan untuk merayakannya. Sedangkan kau .... saat itu kau bersenang-senang dan makan malam romantis dengan Helena di Jeju. (Joo Won menunjukkan foto Tae Yang dan Helena yang ada di Instagram Helena dengan tanggal dan jam yang sama),
ia selalu menanggung semuanya sendiri. Kau yang selalu kasar padanya, dia juga yang membuat hubunganmu dan Helena baik kembali. Apa kau tahu, dia saat itu juga mengalami masalah? panti asuhan yang ia dirikan terancam digusur, rumah singgah gelandangan yang ia bangun juga sama.
Aku bukan mau membela Emy, tapi ... lihatlah ke belakang sebelum kau menghakiminya. Apakah semua yang ia lakukan untukmu kurang? ditengah permasalahannya ia selalu mengupayakan kebahagianmu. Ia selalu mengedepankan orang lain, itulah Emy.
Tae Yang-a, kalau kau belum siap menerima bagaimana Emy, lepaskan dia. Karena apa yang kau lakukan padanya, semakin menambah luka yang sudah kau buat. ( Tae Yang menggeleng kepalanya cepat, air matanya mengalir deras tak tebendung)
Kalau kau tak mau kehilangan dia, ubah sikapmu. Dan terima istrimu apa adanya. Bukan ada apanya. Kalau Emy ingin berselingkuh atau mencari yang lain, ia pasti akan lakukan itu sejak dulu. Saat kau membencinya, saat kau koma atau saat dia mengingat kembali masa lalunya.
Bro! aku hanya mau kau dan Emy bahagia. Kau mencintai dia kan? ( Tae Yang mengangguk cepat) ... kalau begitu, sekarang kembalilah ke Korea dan minta maaf pada istrimu, karena aku yakin, saat ini ia sedang terluka karenamu ( Joo Won menunjuk sebuah artikel dalam bahasa korea)," tutur Joo Won panjang lebar ( wah, ini mah panjaaaang x lebar x tinggi ...ðŸ¤)
" Ini!" Tae Yang meraih laptop itu dan melihat foto-fotonya 3 hari lalu di Club malam yang sama saat ini, saat ia memanggil wanita panggilan.
Tae Yang mencari ponselnya dan segera menghubungi Asistennya.
" Hyuk! siapkan jet sekarang! kita kembali malam ini ke Korea!"
Berjalan sempoyongan, Tae Yang setengah berlari menuju pintu ..
Pyaarrr ...
Botol wine terjatuh saat Tae Yang melaluinya.
" Tunggu! aku antar!"
Tae Yang mengangguk. Joo Won segera memapah sahabatnya itu dan membawanya ke parkiran setelah Joo Won membayar tagihannya.
__ADS_1
" Kau berhutang padaku, Bro!" kata Joo Won
" Aku akan membayarnya! sebutkan saja!" kata Tae Yang datar. Pikirannya masih pada foto-foto dirinya di club.
" Apa-apa yang harus kulakukan, Joo Won-a," Tae Yang menekan mulutnya dengan kepalan tangannya.
Joo Won melirik sahabatnya sekilas dan menghela nafas.
" Entahlah. Hanya saja, kalau kau tulus mencintainya dan benar-benar mau menerima dia apa adanya, aku yakin hatimu yang akan mengatakannya. Pesanku ... jangan lagi kau sakiti wanita itu ... jujur aku ... sayang padanya sebagai adik."
Joo Won tersenyum, ia bisa melihat mata Tae Yang menatapnya tajam dari ujung matanya.
" Jangan salah paham. Ia memang aku anggap sebagai adik, karena ... aku tahu kalau aku mengharapkannya sebagai wanita, aku sangat tak pantas untuknya," ucap Joo Won tulus.
Tae Yang lagi-lagi meneteskan air mata. Ada ketakutan dalam hatinya jika Emy tak akan memaafkan lalu meninggalkannya.
Emy, Anak-anak, Luther dan Evan sudah siap di ruang keluarga beserta dengan koper-koper mereka. Ji An juga diperintahkan Evan untuk ikut.
" Paman Min, aku ... titip rumah ini dan ... Tae Yang, ya. Maaf kalau aku ..."
" Nyonya ... kau adalah Nyonya rumah terbaik yang pernah kami layani. Jadi, jangan pernah minta maaf. Hanya ... saya sangat berharap, Nyonya mau memaafkan Tuan Muda. Dia ... melakukannya, saya yakin karena rasa takut kehilangan orang yang ia cintai kembali lagi. Ia kehilangan orang tuanya saat usianya masih 12 tahun. Lalu kehilangan Nyonya Besar yang merawatnya dengan kasih sayang berlimpah. Nyonya, saya ..."
" Itu bukan alasan untuk membenarkan tindakannya, Paman Min!" potong Evan kasar dengan suara besarnya, tentu saja saat ini dengan bahasa Korea yang sudah lebih baik.
" Maafkan saya, Tuan. Saya hanya ..."
" Cukup! katakan pada Tae Yang, jangan lagi mencari anakku. Aku akan mempertemukannya dengan Anak-anak, tapi tidak dengan putriku!" kata Evan tegas
" Paman," lirih Emy sambil memegang bahu Evan.
Evan menoleh dan mengambil tangan Emy
" Kita pergi," Evan menggandeng Emy pergi dengan tangan satu menggendong Mikha.
__ADS_1
Luther menggendong Micko dan mengikuti Evan diikuti Ji An, pengasuh si kembar. Young Jin, pengasuh baby Miguel tetap di mansion.