
Merasa bosan didalam apartemen tanpa berbuat apapun, Emy memutuskan untuk berjalan jalan. Ia meminjam sepeda milik salah satu perawat di rumah sakit Mei Xiang.
Emy begitu menikmati perjalanannya. Pemandangan alam yang indah tersaji disepanjang jalan. Burung burung bernyanyi dengan riang, angin sepoi sepoi menyejukkan hati Emy. " ah...sungguh tak percuma aku kesini...hehehe..."
Tak berapa lama, Emy memasuki sebuah hutan. Awalnya tak berani ia tuk melangkah memasuki hutan, sampai Emy melihat seekor kelinci lucu berwarna putih melompat lompat menyeberang jalan yang dilaluinya. Tak berpikir panjang, Emy menyandarkan Sepedanya di salah satu pohon ditepi hutan. Hutan itu tak begitu lebat, harum pepohonan menenteramkam jiwanya. " sungguh menyegarkan!" teriak Emy.
Ia teringat dengan kelinci yang tadi diliatnya. Emy mencari dan menyibakkan ilalang yang tumbuh subur di hutan itu, tapi tak melihatnya lagi. tak patah arang, Emy terus berjalan dan melupakan tujuannya karena matanya tertuju pada suatu pemandangan yang luar biasa. Air jernih dan segar terjun dengan bebas dan memercikkan airnya ke segala arah setelah menyentuh kumpulan air dibawahnya.
Emy begitu terkesiap dan tersenyum lebar, matanya berbinar dan mulut menganga.
" Ya Tuhaaannn...indah sekaliii..."
buk
Emy melempar tas ranselnya ke rumput, membuka sepatu dan celana jeans serta kaos oblong yang dikenakannya.
byurr...
" aahhh....segaarrrr...." bagai anak kecil yang begitu senangnya bertemu air, Emy terus bermain dan berenang dengan senangnya, hingga tak menyadari ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikannya. senyum seringai muncul di bibir tipis orang itu dan membuat rokok yang terselip ikut naik mengikuti seringai bibirnya. dengan mengendap endap, ia berjalan mendekati Emy yang saat itu tengah duduk di sebuah batu hanya dengan celana pendek dan bra sportnya.
buk...Dug...Hyaaa...
Suara orang berkelahi menyadarkan Emy dari lamunannya. Ia mencari asal suara dan segera berenang ke tepi danau lalu mengambil kaos oblongnya untuk mengeringkan badannya. dengan segera ia berlindung dibalik semak tinggi, kemudian mengambil dress bunganya dan memakainya dan tak lupa melepas celana dan bra sportnya. Tak butuh waktu lama, hanya dalam 5 menit ia sudah selesai berganti baju dan mengemasi pakaiannya. Emy mengambil pistol kejut dari dalam tasnya dan berjongkok di semak.
Srek...srek...srek...
__ADS_1
" kakak sudah aman sekarang, keluarlah!" terdengar suara anak kecil berteriak di balik semak. Emy mengintip dan melihat seorang anak kecil berumur sekitar 12 tahunan melihat ke arahnya tanpa ekspresi. Emy menjelajah ke sekelilingnya, dan melihat seorang laki laki dewasa sekitar umur 30 an terbaring si tanah dengan luka di wajah dan tangannya.
Emy perlahan keluar dari persembunyiannya, mendekati anak kecil itu. Emy tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. ditatapnya anak kecil dan orang itu.
" kakak, dia mengintipmu mandi dan mau menyergapmu tadi." jelas anak itu sambil menunjuk lelaki dengan baju yang sepertinya lama tak dicuci.
" kakak kalo mandi, jangan disini. Disini banyak orang jahat. untung aku lewat. sekarang kakak pulanglah." anak itu mengangkat setumpuk kayu bakar dan menaruhnya diatas bahu kecilnya lalu berjalan.
" ah...tung...tunggu dek, kakak tak tahu jalan pulang, bisakah...."
" Xiao Chen...Xiao Chen!" belum Emy menyatakan keinginannya, seorang anak lain datang dan menghampiri anak laki laki bernama Xiao Chen itu.
" Xiao Chen, cepatlah pulang adikmu panas lagi! " anak ABG sekitar umur 17 tahunan , dengan nafas tersengal berlari kecil dan berteriak, lalu berbalik arah lagi. Xiao Chen segera melempar kayu bakar di bahunya dan berlari mengikuti anak tadi. Emypun ikut berlari mengejar Xiao Chen. tak lama, Emy tiba disebuah gubuk reot. Xiao Chen segera masuk dan mendapati adiknya yang terbaring lemah di atas sebuah tikar dan dialas selimut kumuh. Emy masuk dan melihat bagaimana Xiao Chen merawat adiknya dengan telaten.
" kau siapa? kenapa kesini?" tanya seorang anak laki laki lainnya pada Emy, ketika dilihatnya Emy berdiri di pintu memperhatikan keadaan rumah itu dan Xiao Chen.
" apa kakak dokter?" tanya Xiao Chen. Emy tersenyum dan mengangguk. Xiao Chen dan seorang anak laki tadi tampak begitu senang. mereka tersenyum sumringah.
" ini obat penurun panas, tapi kita harus bawa ke rumah sakit. karna adikmu sepertinya terkena infeksi usus." ucap Emy sembari membereskan peralatannya.
" kak, aku dan Yu Zhen tak ada uang." kata Xiao Chen sambil menunduk dan Yu Zhen pun ikut tertunduk.
" jangan takut, kalian bersiaplah dan ikut denganku, ya?!"
" ah, tidak usah bawa baju, nanti kita belanja, kalo tidak salah, aku tadi lewat pasar." Xiao Chen dan Yu Zhen tak percaya dengan yang didengarnya.
"ayo cepatlah mandi, dan pakai baju bersih. lalu ikut denganku."
__ADS_1
akhirnya mereka bertiga dibawa Emy ke Rumah sakit. Emy merawat mereka dengan baik dan memberi mereka sejumlah uang untuk membeli makan, karena kedua kakak dari anak kecil bernama Xiao Lan itu, tak bersedia ikut pulang dengan Emy. Mereka mau menjaga adiknya di rumah sakit.
Emy sedang dalam perjalan pulang, ketika ia lagi lagi bertemu preman dan menarik paksa Emy bahkan merampas tas yang Emy bawa. disebuah gudang, Emy meringkuk dan ketakutan. 3 orang preman membawa pisau lipat mendekati Emy dengan tatapan mesumnya.
" oh nona cantik, waktu itu kakakku tak berhasil menggaulimu, tapi sepertinya, aku dan kedua temanku yang beruntung ya...hahahaha.." Emy bertambah takut, ingatan akan kejadian 2 tahun lalu, ketika Han Rae Won berusaha memperkosanya kembali terulang. Dengan histeris Emy meronta dan berteriak tidak jelas, membuat ketiga preman itu heran tapi tak ambil pusing. mereka segera memegang kedua tangan Emy, mengikat kedua tangan dan kakinya, lalu merobek pakaian atas Emy, memperlihatkan bra renda putihnya.
Ketiga preman itu tampak begitu senang melihat pemandangan didepan mata mereka. Namun ketika mereka hendak menyentuh Emy
***Brakk...Bug
.bug
..bug...ahhh...
ahhh...bug...ahhh***...
" kak, kakak...bangunlah...ayo kita pergi...kak" tak ada tanggapan dari Emy. pandangan mata Emy begitu kosong. ia hanya menggeleng geleng kepalanya dan menangis terisak isak.
" huhuhu...tolong...jangan...jangan sakiti aku...huhuhu...kumohon....huhuhhu..."
jlebb...
Bug...
" Xiao Cheeennn!" Yu Zhen menatap nanar temannya yang jatuh bersimbah darah. Dengan penuh amarah ia menyerang ketiga preman itu membabi buta. Akhirnya ketiga preman itu berhasil dilumpuhkan, walau Yu Zhen harus menerima banyak luka sayat di lengan, perut dan luka lebam diberbagai tempat di seluruh tubuhnya. Yu Zhen berlari dan mengangkat tubuh Xiao Chen lalu menangis histeris. Emy tersadar, ia begitu kaget melihat darah di tubuh anak kecil yang telah menolongnya.
" kau kenapa diam saja waktu Xiao Chen mengajakmu pergi, hah??!! gara gara kau Xiao Chen jadi begini!! aaaarrgghhh...." Yu Zhen menatap Emy dengan marah dan mata yang memerah lalu berteriak histeris.
__ADS_1