
" Baiklah, berdasar hasil voting maka ...dengan demikian ... Direktur Kim Min De ..."
Brakk ....
" Saya tidak setuju!" seru seseorang setelah membuka kasar pintu ruang rapat.
Semua terkejut melihat ke arah pintu. Kim Min De membalik badannya dengan cepat, karena ia duduk membelakangi pintu. Ia mengeraskan rahangnya menatap sosok yang datang. Jung Hyuk bernafas lega.
" Maaf, saya rasa itu tidak akan berpangaruh pada keputusan rapat hari ini," kata seorang Dewan Direksi.
" Benar, voting sudah selesai jadi tidak bisa di- refute!" protes seorang pemegang saham, pendukung Kim Min De
" Suara itu tidak sah!" seru sosok itu
" Hahaha ... apa maksud Anda? Hasil voting sudah jelas. Bagaimana bisa Anda katakan tidak sah?" seru seorang lagi
" Pertemuan hari ini, saya minta ditunda!" kata seorang Direksi yang memang sangat mendukung Kim Tae Yang dan istrinya.
" Tidak bisa!"
" Itu akan buang-buang waktu!"
" Tapi kita memang harus menyelidiki semuanya dulu,"
" Semua sudah jelas! Emy Sie tidak bisa menggantikan Tuan Kim Tae Yang!"
Seluruh ruangan berubah menjadi ricuh. Jung Hyuk terus saja mencoba menelepon seseorang tapi tetap saja tidak ada jawaban. Wajahnya sangat cemas.
" Apa terjadi sesuatu?" gumam Jung Hyuk
"CUKUP!!!"
Ruangan menjadi hening. Semua menatap ke arah sosok yang masih setia berdiri di pintu.
" Anak ini juga tidak bisa menjadi pimpinan Kimtae! Dia memang anak angkatku dan aku menganggapnya sebagai anakku. Tapi, ia tak punya hak atas perusahaan ini."
" Tuan Kim Min Jae," lirih Jung Hyuk. Ia begitu terharu mendengar ucapan lelaki tua itu. Ia tak menyangka bahwa adik bungsu Tuan Besar Kim alias Kakek Kim itu akan berkata seperti itu.
Semua yang hadir kembali terkejut. Wajah Kim Min De memerah dan tangannya sudah terkepal menahan amarah.
" Tuan Kim, kenapa Anda berkata seperti itu? Jika memang dia sudah Anda anggap seperti anak sendiri, kenapa Anda justru tidak mendukungnya?"
" Justru karena dia adalah Anakku, maka aku mau yang terbaik untuknya." tegas Kim Min Jae.
" Terbaik? Dengan mempermalukan dan meragukanku di hadapan semua orang?" tanya Kim Min De tenang tapi dengan mata yang menatap tajam dan memerah.
Kim Min Jae menatap anak angkatnya itu dengan ekspresi tak terbaca. Beberapa detik kemudian, ia kembali menyapu seluruh ruangan dengan mata tuanya.
__ADS_1
" Mulai hari ini, Kim Min De akan kembali bekerja di cabang yang di pulau Jeju. Saham yang kami miliki, sudah berpindah tangan. Jadi, tidak ada alasan buatku tetap dalam Kimtae Group dan Min De hanyalah seorang karyawan biasa," tegas Kim Min Jae. Semua shock mendengarnya. Terutama Kim Min De. Dunianya terasa runtuh. Saham 25% sang Ayah adalah harapannya selama ini. Tapi, saat ini Ayahnya itu berkata sudah berpindah tangan?
Kim Min De menatap Ayah angkatnya dengan penuh kebencian. Kim Min Jae hanya melihatnya kembali sekilas lalu berbalik pergi.
" Maafkan Ayah, Min De. Kau akan mengerti maksud Ayah nanti," lirih Kim Min Jae dalam hatinya.
" Maaf saya terlambat!"
" Nona Muda!!" seru Jung Hyuk
Emy tersenyum dan memandang Asisten setia suaminya itu, yang menatap dengan raut bahagia, cemas, kesal.
" Maaf, aku rasa, pertemuan ini sudah selesai. Ayo kita pulang!" ucap seorang Dewan yang menatap sinis dan jijik pada Emy.
" Hmm ... sungguh membuang-buang waktu saja ..." timpal yang lain.
" Mau jadi apa Kimtae ini ..." kata seseorang lagi.
" Maaf, tunggu sebentar! Bukankah kalian sendiri yang meminta rapat ini?" tanya Emy dengan wajah tanpa ekspresi.
" Ya, karena memang haru ada pengganti. Tapi, sekarang kita harus cari kandidat lagi. Dan kau ... sebaiknya cepat mengundurkan diri," ketus seorang wanita pemegang saham
" Alasannya?"
" Hahaha ... kau masih bisa bertanya seperti itu padaku?" sinis wanita itu
Emy tersenyum sinis, " Maaf, tapi saya tidak bisa. Ini adalah perusahaan suami saya. Saya tidak akan melepasnya pada orang lain," jawab Emy tegas.
" Baiklah. Kalau begitu kami akan menarik saham kami dari sini,"
" Ya, aku akan menarik dana dan sahamku kalau kau masih di perusahaan ini," ancam seorang pemegang saham dan Investor Kimtae.
" Ya, aku juga!"
Emy diam tak bergeming. Jung Hyuk menatap iba Emy. Tak ada yang bisa ia lakukan
" Baiklah, kalian sudah selesai berbicara? ....." Emy menatap mereka semua dingin.
" Mohon dengarkan saya baik-baik. Saya tidak akan pernah mengundurkan diri. Saya akan tetap di sini hingga suami saya siuman. Jika kalian memang ingin menarik saham dan dana dari Kimtae, silahkan saja. Tapi .... ingat baik-baik. Jangan pernah menjilat ludah kalian!" tegas Emy lagi lalu berbalik dan pergi.
" Hyuk!" panggil Emy. Jung Hyuk yang mengerti maksud Emy segera berpamitan pada para Dewan Direksi dan pemegang saham yang menatap Emy dan mengeluarkan berbagai umpatan dan celaan.
Di dalam kantor Tae Yang, Emy langsung berkutat dengan laptopnya. Jung Hyuk masuk dan membawakan Emy kopi.
" Hyuk, aku tidak bisa minum kopi. Aku harus ke rumah sakit hari,"
" Ah ... iya, Nona. Maaf, saya lupa. Tapi ... tadi kenapa Anda terlambat Nona?"
__ADS_1
Emy menceritakan semuanya pada Jung Hyuk. Lelaki bertubuh kurus itu terkejut mendengarnya.
" Nona ... Anda harus segera ke rumah sakit! Ayo, Nona ..."
Jung Hyuk memutari meja dan mulai menarik Emy.
" Hyuk, aku baik-baik saja. Sungguh,"
" Benarkah, Nona?" selidik Jung Hyuk.
Emy tersenyum. Ia begitu beruntung karena Asisten suaminya ini begitu baik dan perhatian padanya.
" Iya, aku baik-baik saja."
" Nona, lalu bagaimana Anda bisa lolos?" tanya Jung Hyuk
Flashback on
Yu Zhen melajukan mobilnya untuk menuju Kimtae Group.
Ciittt ....
Yu Zhen berhenti mendadak. 2 mobil sedan berkaca gelap menghadang mobilnya.
" A Zhen-a ... siapa mereka?" tanya Emy panik.
" Jangan kuatir. Kita diam dulu di sini. Kalau aku keluar, segera kunci mobilnya. Mengerti?!"
" Tidak ... tidak ... tetaplah di sini. Atau ... kita terobos saja,"
" Tidak, Em. Aku tak mau ambil resiko dengan keadaanmu sekarang," tolak Yu Zhen dengan mata masih menatap keluar. Menunggu orang-orang di dalam kedua sedan itu keluar.
" Zhen ... kenapa mereka tidak keluar?" tanya Emy
" Entahlah,"
Yu Zhen menyalakan mobilnya dan mencoba bermanuver memutar mobilnya. Kedua sedan itu pun bergerak mengikuti mobil Yu Zhen.
" Em! pegangan!" seru Yu Zhen. Dengan cepat Emy memegang hand grip di atas kepalanya. Yu Zhen melesat cepat dan masuk ke jalan tol. Tanpa mengurangi kecepatannya, Yu Zhen berbelok dan masuk jalanan melawan arus.
Suara klakson mobil terus terdengar. Yu Zhen dengan lihainya menghindari mobil-mobil dari lawan arah. Setelah beberapa waktu lamanya, terdengar suara tabrakan di belakang mereka.
Emy melihat dari spion, dua mobil sedan yang mengejar mereka terguling-guling bersama dengan mobil-mobil lainnya. Tabrakan besar dan beruntun
Ciiiittt ....
Yu Zhen kembali memutar haluan dengan cepat. Kini mereka tak lagi melawan arus. Laju mobil Yu Zhen mulai melambat dan berjalan normal. Mereka melihat beberapa mobil terbalik, kap mobil mengeluarkan asap dan beberapa orang tergeletak di aspal.
__ADS_1