
Tae Yang membopong istrinya dan membaringkannya di sofa ruang kerjanya.
Emy menghabiskan minuman yang Tae Yang beri dan berusaha mengatur emosi dan nafasnya.
' Ini bukan saatnya aku emosi, aku harus menemukan Anak-anakku,' batinnya.
Emy menatap Tae Yang yang duduk dan memijat kakinya.
" Bawakan aku laptop!" titah Emy dingin dan datar.
Tae Yang mengangguk dan segera mengambilkan istrinya Laptop miliknya.
Tak menunggu lama, Emy menyambar laptop itu dan mulai memainkan jarinya dibatas keyboard. Jarinya begitu lincah mengetikkan angka, kode, logaritma dan sebagainya di layar monitor laptop Dell XPS 13 9380 yang canggih dan sangat tipis itu.
Tae Yang melongo melihatnya. Emy memicingkan matanya melihat tampilan di depannya. Gerakan mata dan bibirnya saat berkonsentrasi sangat menggemaskan di mata Tae Yang. Emy yang terlalu fokus pada monitor laptopnya tak sedikitpun bereaksi saat Tae Yang mulai mendekat dan mencium leher jenjangnya.
Wanita itu hanya menekuk lehernya dan terus berkonsentrasi dengan apa yang ia lakukan.
" Mereka pintar sekali, tapi ... kalian tak akan bisa selamanya sembunyi dariku!" gumam Emy. Jemari Emy semakin cepat menari di sana.
" Tae Yang! Aku butuh 2-3 laptop atau komputer lagi," seru Emy tiba-tiba setelah 1 jam mereka duduk di lantai beralas karpet, namun tanpa melihat lawan bicaranya.
Tae Yang tersentak kaget. Pasalnya ia terus termangu memandang wajah cantik istrinya setelah mencium leher dan lengan sang istri tanpa disadari si pemilik tubuh.
" B-baiklah ... ikut denganku," kata Tae Yang lalu berdiri dan berdehem
" Kemana?" tanya Emy datar
" Sayang, kau bilang butuh komputer lagi,"
" Hmm ... bawa kemari," jawab Emy tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar laptopnya.
" Ikut aku dulu, sayang."
Tae Yang tiba-tiba mengangkat Emy dan membuat wanita itu tersentak kaget.
" Tae Yang-ssi!!" seru Emy
" Ambil laptopnya,"
Emy menuruti perintah Tae Yang dan lelaki itu mulai melangkah keluar.
__ADS_1
" Siapkan mobil!" titah Tae Yang ketika ia melihat Paman Ji saat ia turun dari lantai 2
" Baik, Tuan Muda,"
Paman Ji menautkan alisnya melihat Emy berada di gendongan Tae Yang dengan laptop di atas perutnya lalu berlari menuju interkom dan menyuruh sopir menyiapkan mobil.
Saat Tae Yang tiba di halaman depan, seorang sopir telah siap berdiri di sisi mobil dengan nafas terengah-engah dan baju yang tak beraturan serta bibir yang belepotan merah.
" Sepertinya kau bersenang-senang, Pak Jang," sindir Tae Yang seraya masuk ke dalam mobil.
Pak Jang menahan nafasnya dan melihat tubuhnya. Ia segera merapikan pakaiannya lalu masuk ke mobil dan di posisi kemudi.
Saat ia melihat ke spion untuk melihat majikannya, ia justru kaget melihat wajahnya terutama bibirnya belepotan dengan lipstik dan membuat wajahnya memerah.
Tae Yang tampak tak peduli akan hal itu.
" Kimtae Tech!" seru Tae Yang. Pak Jang segera menancap gasnya dan melajukan mobil Bentley hitam kesayangan Tae Yang.
Sampai di Kimtae Tech, Emy masih tanpa ekspresi dan berjalan mengikuti suaminya yang terus merangkulnya posesif.
Tae Yang membawa Emy ke lantai 27. Tae Yang menempelkan tangannya pada scanner dan membuka matanya untuk identifikasi retina. Beberapa detik kemudian pintu itu terbuka.
Mulut Emy menganga ketika masuk ruangan itu. Sebuah ruangan berbentuk bulat dengan banyak komputer dan manusia duduk di depannya. Juga beberapa monitor layar besar terpampang di bagian atas kepala mereka.
" Ini ruang pantau dan kontrol Kimtae Tech. Sekarang ayo ikut aku,"
Tae Yang mengajak Emy ke satu ruangan yang hanya di kuasai satu orang.
" Sayang, dia Hawk. Dia yang selama ini membantuku," kata Tae Yang mengenalkan seorang lelaki kurus dengan lingkaran hitam di bawah matanya dan kulit yang kering serta bibir yang kehitaman serta pecah-pecah.
" Minumlah banyak air dan buah. Dan ... hentikan kebiasaanmu minum minuman berenergy. Ginjalmu sudah mulai bermasalah," Emy bukannya menyebutkan namanya tapi memberikan saran pada lelaki kurus itu.
Lelaki itu terkejut dibuatnya. Sedang Tae Yang, ia mulai terbiasa dengan sikap Emy ini. Wanitanya selalu tepat jika memprediksi penyakit seseorang.
" Ah, Hawk dia istriku. Dia butuh komputer. Jadi, pinjamkan punyamu," kata Tae Yang seraya menarik kursi untuk istrinya.
" Sayang, duduklah."
" Tunggu! ..." seru Hawk. Ia melihat tak suka pada Tae Yang dan Emy," Dengar, ini memang perusahaanmu, tapi jangan seenaknya saja kau meminjam komputerku. Diluar sana banyak komputer, pakai di luar saja!" protes Hawk
Emy tak memperdulikan ocehan bawahan suaminya itu dan mulai mengetik banyak kode, angka dan logaritma dan sebagainya.
__ADS_1
Mulut Hawk menganga melihatnya. Matanya membulat. Ia perlahan mendekati Emy dan terus memperhatikan tangan dan monitor di depannya.
" Daebakkk!!! Tuan Kim, Anda yakin dia istri Anda?" tanya Hawk semangat tanpa mengalihkan perhatiannya dari tangan Emy dan monitor.
Emy memicingkan matanya menatap Hawk, sementara Tae Yang mengerutkan alisnya. Hawk cengengesan melihat Emy dan Tae Yang
" Well ... aku pikir dia alien, Tuan," jawabnya terkekeh.
Cup
Tae Yang mengecup bibir Emy tiba-tiba lalu duduk di sebelahnya. Emy kaget dibuatnya. Wajahnya memerah karna malu. Tae Yang tersenyum melihat reaksi Emy.
Tak tahan melihat wajah istrinya yang begitu menggoda, Tae Yang mengangkat tubuh Emy dan mendudukkannya di pangkuannya.
" Tae Yang-ssi! Apa yang kau lakukan?" seru Emy
Mulut Hawk belum tertutup ketika ia melihat Atasannya mengecup bibir istrinya, kini mulutnya semakin menganga melihat perlakuan bosnya itu.
" Lanjutkan, sayang." kata Tae Yang dan menaruh dagunya di bahu Emy. Kecepatan tangan Emy mulai kembali, ketika tadi ia sempat melambat dan berhenti karena ulah Tae Yang yang menciumnya.
" Kau percaya sekarang, Hawk. Dia istriku dan satu-satunya istriku, milikku." ucap Tae Yang bangga.
Emy sudah tak peduli lagi dengan apa yang Tae Yang lakukan. Ia terus mengetik dan mengetik lalu berpindah ke komputer lainnya.
" Tae Yang-ssi, lebih baik kau bantu aku mengecek cctv yang sudah kukirim ke drive Hawk. Aku tak bisa bergerak bebas kalau seperti ini," protes Emy seraya berdiri dan menatap suaminya dengan kesal
" Ba-baiklah, sayang."
Hawk terkikik melihatnya. Tae Yang membalas dengan menatap tajam Hawk.
" Cepat suruh anak buahmu periksa cctv kiriman istriku," titah Tae Yang. Hawk keluar dan membagi beberapa file yang dikirim Emy pada beberapa anak buahnya.
Emy terus bergulat dengan komputer-komputer di depannya.
" Sayang, apa kau dapat sesuatu?" tanya Tae Yang ketika ia melihat beberapa monitor berjalan sendiri memuat angka-angka yang tak dimengerti Tae Yang
" Belum, aku harus menjebol firewall mereka," ungkap Emy dengan mata yang terus melihat monitor-monitor itu sambil berdiri.
" Firewall siapa yang kau jebol? Apa kau sudah dapat siapa dalang penculikan Anak-anak kita?" tanya Tae Yang seraya menaruh tangannya di sandaran kursi.
" KARI" jawab Emy enteng.
__ADS_1
(Korea Aerospace Research Institute adalah kantor dari aeronautika dan ruang angkasa Republik Korea)