Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Keributan Di Pesta


__ADS_3

" Aku tidak akan ikut campur dalam kehidupanmu dan perusahaan lagi. Kediamanku satu satunya yang tak akan pernah aku beri padamu. Karena rumah itu hanya untuk keluarga Kim!"


" Aku tak mengerti kek."


" Aku tahu kau akan menikahi kekasih liarmu itu setelah ini. Karena itu aku melepasmu. Dan kau bukan cucuku. Kediamanku hanya untuk istri dengan hati yang baik dan tulus!"


" Kakek! Helena itu gadis baik baik! hanya kakek yang tidak mengenalnya!"


Pembelaan Tae Sang membuat kakek marah. Wajah kakek mulai memerah dan nafasnya memburu menahan marah. Pak Man Ho segera menghampiri kakek Kim dan memberinya minum.


" Tuan... jangan emosi.." kata pak Man Ho mengingatkan. Tangan keriput kakek menepuk tangan pak Man Ho yang memegang pegangan kursi rodanya.


" Aku tahu siapa Helena. Dia bukan wanita baik baik." ujar kakek Kim.


" Lalu apa kakek tahu siapa Emy?" tanya Tae Sang.


" aku tahu betul wanita yang ada di hidupmu!"


" Emy bukan wanita di hidupku, kek. Kakek yang memaksaku untuk bersama wanita matre dan wanita penggoda itu."


Pyarr..


Kakek menjatuhkan vas bunga yang ada di meja di sebelahnya.


" Apa informasi yang aku kasih waktu itu tidak kau baca? kenapa kau masih bodoh?!"


" Kek... tapi semua itu hanya sandiwara wanita itu untuk menyenangkan hati kakek. Kek, kumohon sadarlah..."


Nafas kakek kembali memburu. Ia menatap tajam cucu kesayangannya itu dengan tajam dan penuh kekecewaan.


" Man Ho, kita pulang!" pak Man Ho mengangguk dan mendorong kursi roda kakek keluar. Tae Sang berdiri dan menahannya.


" Kek... kakek.. percayalah kek, percaya padaku. Aku mohon..." Tae Sang berlutut dan memohon sambil memegang tangan kakek Kim tapi segera ditepis. Kakek memberi isyarat untuk segera pergi pada pak Man Ho.


Tae Sang memandang nanar kakek yang begitu ia sayangi itu pergi. Emosinya kembali meluap.


" Aaarrgghhh...semua gara gara wanita itu!" geramnya.


Helena yang melihat kakek keluar dari ruangan itu, segera berlari dan menghampiri Tae Sang. Dipeluknya Tae Sang dari belakang.

__ADS_1


" Sayang... sudahlah. Jangan marah. Semua ini gara gara wanita itu, jangan marah sama kakek, ya.. Bagaimana kalau kita kembali ke pesta?" bujuknya.


Tae Sang mengusap lembut tangan kekasihnya yang memeluknya dari belakang. Ia berbalik dan memeluk wanita itu lalu menciumnya lembut namun lama kelamaan menjadi pagutan pagutan liar.


Tok...tok...


Suara ketokan pintu menghentikan kegiatan panas mereka.


" masuk!" teriak Tae Sang. Seorang security datang dan membungkuk hormat pada Tae Sang.


" ada apa?" kata Tae Sang dingin


" Tuan ada keributan di dalam pesta." lapor petugas keamanan itu.


" apa?" Tae Sang segera keluar dari ruangan itu. Helena tersenyum sinis mengikuti langkah Tae Sang dengan cepat.


***


"Emy!...kau tak apa apa?" Dr. Lee membantu Emy berdiri. Sesaat ia tinggalkan sahabatnya itu, dan hal buruk sudah terjadi. Emy meringis kesakitan. Tangan kirinya mengeluarkan darah dan lebam disekitarnya. Bekas injakan sepatu heel terlihat jelas di sana.


" Emy, tanganmu!" jerit Hannah, yang baru saja tiba. dr. Lee tak dapat lagi menahan amarahnya. Ia menarik lengan wanita yang sudah menginjak tangan Emy.


Plakkk...plakkk


" Aku bisa berbuat lebih, jika terjadi sesuatu pada tangan adikku!" Jawab dr.Lee geram.


" Dan Kau!... kau yang sudah membuat adikku terjatuh. Aku akan membuat perhitungan denganmu!" Tiba tiba saja, seorang laki laki tampan khas kaukasia datang dan menghardik seorang wanita dengan gaun orens yang juga adalah teman wanita yang sudah menginjak Emy.


Tatapan mata kedua laki laki itu membuat ke tiga wanita yang terkenal karena merupakan putri pengusaha hotel dan real estate di Korea itu, gemetar.


" dr.Lee tolong segera bawa Emy ke rumah sakit!" pinta laki laki itu. Tak banyak bicara lagi, Dr.Lee memapah Emy keluar dari ruangan pesta.


Saat Emy di papah dr. Lee, mereka berpapasan dengan Tae Sang dan Helena. Dahi Tae Sang mengeryit melihat tangan Emy yang dibalut sapu tangan dengan darah yang membasahinya. Helena tersenyum dan menaikan alisnya, ia terlihat puas.


Tanpa mempedulikan tuan rumah pesta, Emy dan dr.Lee berlalu pergi. Pandangan Tae Sang tak dapat diartikan. Ia terus menatap keduanya.


" Sebenarnya ada apa ini?" tanya Tae Sang pada petugas keamanan yang mengantarnya.


" Tangan Nona Emy diinjak salah seorang tamu, Tuan." jawab laki laki berpakaian serba hitam itu.

__ADS_1


" Apa?!"


" Chagiya... sudahlah, biarkan saja, wanita itu layak mendapatkannya... Jangan dipikirkan, ya.. ayo masuk!"


Tae Sang kembali melihat ke arah lobby, dimana Emy tadi keluar di papah dr. Lee. Ada kekhawatiran terbersit di dalam hatinya. Ia mengikuti Helena yang menuntunnya masuk ke ruang pesta.


" wah... wah... Nona Emy Sie tenyata dikerumuni banyak pria yang tampan... ckckck..." Sindir seorang teman Tae Sang.


" Kau! aku tahu kau adalah Shin Dae Jung, adik dari Shin Ho. Dengar baik baik... Aku Luther Howland, akan membuat kalian menyesal, karena sudah menyakiti adikku!" Ancaman Luther membuat Dae Jung merasa takut. Ia tahu siapa Luther.


" hahaha... memangnya kamu itu siapa?" kata seorang tamu.


" Kalian akan tahu, nanti."


Tanpa melihat Hannah, Luther bertanya.


" Hannah, apa kau sudah mengambil foto mereka?"


" iya sudah!" jawab Hannah


" kalian tunggu saja pembalasanku!" Luther dan Hannah segera pergi dari sana. Banyak orang bertanya tanya siapa Luther. Mereka melihat bagaimana raut wajah Shin Dae Jung berubah cemas dan takut.


" Hannah, kirim semua foto itu ke ponselku!" perintah Luther, wajahnya merah karena geram. Mereka berdua sudah tak dapat menahannya lagi.


' aku akan akan membalas mereka!' batin Luther.


Saat Hannah dan Luther akan keluar dari pintu Hall, mereka bertemu dengan Tae Sang dan Helena.


Dengan tatapan tajam, Luther mendekati Tae Sang.


Bug...bug...


Tae Sang jatuh tersungkur, dan darah keluar di sudut bibirnya. Helena begitu terkejut. Ia segera berlutut dan membantu Tae Sang berdiri.


" Aku akan membuat perhitungan denganmu, Presdir Kim! dan kau wanita murahan! Mulai detik ini, kau bukan lagi face model dari L'amour!" kegeraman Luther sudah sampai puncaknya. Orang orang ini sudah menyakiti adiknya begitu rupa, dan ia berjanji akan membalas mereka.


" hahaha...memangnya kamu siapa, mau memecatku?" Helena tersenyum sinis melihat Luther dan melipat tangannya di depan dada.


" Kau akan tahu besok!" jawab Luther dengan seringainya. Tak mau berlama lama, dengan langkah lebar, ia melangkah meninggalkan pasangan kekasih, biang kerok pujaan hatinya menderita di negeri asing ini.

__ADS_1


***


Di ruanga operasi, Dr.Lee dan temannya spesialis bedah tulang dan syaraf, berusaha menyelamatkan tangan Emy.


__ADS_2