Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Masa Lalu (4)


__ADS_3

" eomma...Luther bukan anak kecil lagi. Sekarang aku sudah dewasa. Aku harus bisa mandiri. Eomma jangan khawatirkan aku ya,hmm? Aku janji akan telpon eomma dan appa setiap hari." Dengan lembut dan senyuman manis, Luther berusaha meyakinkan eomma.


" Son...apa kau yakin bisa sendiri disana? Kau tahu, appa-mu ini masih sanggup untuk membantumu mencari tempat magang di kota ini." Luther melepaskan pegangan tangannya pada eomma dan berjalan mendekati appa lalu duduk disebelahnya.


" Appa...aku anak tertua disini. Dan aku sudah bisa mandiri. Appa, eomma jangan khawatirkan aku ya, hmm? Firma tempatku magang memiliki reputasi yang sangat bagus. Aku ingin appa dan eomma bangga padaku.." dr.Han dan dr.Sie hanya bisa menghela nafas dalam dan melihat anak angkatnya itu dengan senyum yang setengah dipaksakan.


" Baiklah nak, tapi ingat kau harus jaga dirimu danĀ  jadilah pengacara yang baik, yang benar benar memperjuangkan keadilan. Uang bukan segalanya anakku. Kau mengerti?" Dr.Sie memegang pundak Luther dan memeluknya, ia memberikan senyuman terbaiknya dan menepuk pundak Luther. Luther tersenyum dan mengangguk. Ia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan menjadi pengacara terhebat dan membuat kedua orang tua angkatnya yang begitu menyayanginya ini bangga.


Emy sedih ketika mendengar bahwa Luther akan pergi.


" Kak Luther, kau sungguh akan pergi?..hiks...hiks" Luther menggendong Emy dan mengelus punggung gadis kecil itu. Lalu mengecup rambut Emy.


" Emy, kakak janji, kakak akan telpon Emy. Jangan menangis ya. Kalau kau butuh kakak, kakak akan selalu ada untukmu." Luther menurunkan Emy dan mengacak rambut Emy, seperti biasanya. Keanan juga memeluk kakaknya itu dan melepas kepergiannya dengan senyum.


Setelah Luther pergi ke New York, banyak hal yang terjadi pada Emy dan Keanan. Keduanya semakin dekat dan selalu bersama. Dr.Sie dan dr.Han semakin sibuk di rumah sakit. Emy lulus dari S1 nya dan menjadi yang termuda diantara yang di wisuda. Emy hanya ditemani Keanan dan kedua orangtua angkatnya karena Luther masih berada di Canada bersama dengan atasannya untuk bertemu klien. Luther tak bisa kembali setelah kepulangannya dari Canada karena setumpuk pekerjaan.


Keanan berhasil masuk ke Universitas Harvard dan mengambil jurusan Matematika dan IT. Emy mulai dapat membuat software komputer dan mengenal coding karena Keanan. suatu hari Emy tanpa sengaja masuk ke situs peretas. Disana Emy menerima job membuat antivirus untuk suatu perusahaan dan berhasil mendapatkan imbalan yang lumayan besar. Emy kemudian meminta Evan mencari rumah atau gudang untuk dibeli.


Evan mendapat sebuah gudang yang lumayan besar dan dengan bantuan Evan, Emy berhasil membeli gudang itu dan merombaknya menjadi rumah singgah para gelandangan. Evan diminta Emy sebagai penanggung jawab disana. Evan dengan senang hati menerimanya. Banyak teman Evan yang menggelandang, ia ajak mereka tinggal disana dengan gratis. Setiap bulan Emy akan memberi Evan dana bulanan untuk rumah singgah itu.

__ADS_1


Keanan tak mengetahui apa yang Emy lakukan demikian juga kedua orang tua angkatnya. Ketika Emy masih di tahun ke 2 kuliah spesialisnya dan praktek di Rumah Sakit Universitas, dr.Han terkena Penyakit Alzheimer dan kanker rahim stadium 1. Dr.Sie memutuskan untuk kembali ke Korea agar dapat merawat istrinya dengan lebih baik. Emy terpaksa dititipkan pada keponakan dr.Han yang juga tinggal di Massachussets.


selama Emy tinggal dengan keponakan dr.Han, Keanan tinggal di asrama kampus. keduanya masih tetap berkomunikasi bahkan membuat keduanya menyadari perasaan mereka masing masing. Keanan dan Emy, memutuskan untuk berpacaran. Luther tak mengetahui hubungan adik angkatnya dan adik kandungnya sendiri. Ia juga memendam rasa terhadap Emy, tapi ia harus menahannya karena usia Emy yang masih terlalu muda.


awal tinggal dengan Han Rae Won, keponakan dr.Han, semua tampak baik baik saja. Emy bahkan selalu membantu Yu Ri, istri Han Rae Won untuk sekedar mencuci piring atau menyediakan sarapan karena Yu Ri sedang berbadan dua, setelah ia pulang dari rumah sakit, tempatnya praktek. Emy sudah menganggap keduanya seperti paman dan tantenya sendiri. tapi semua itu berubah. Setelah 2 minggu Emy tinggal dengan keponakan mama angkatnya itu, Rae Won mulai mengeluarkan wajah aslinya. ia selalu mencuri kesempatan untuk memegang tangan Emy, memeluk tiba tiba, bahkan meraba paha Emy dan membuat Emy harus selalu tidur dalam kecemasan dan ketakutan. istri Han Rae Won, Joo Yu Ri, dia bukan orang yang lembut tapi tak pernah ia menyakiti Emy.


Suatu malam saat Emy pulang dari rumah sakit, rumah tampak gelap. Emy masuk kedalam kamarnya dan menanggalkan pakaiannya, memakai kimono mandinya dan melakukan ritual mandinya. keluar dari kamar mandi, Emy dikagetkan dengan Han Rae Won yang sudah berdiri didepan pintu dengan seringainya. Emy berusaha menutup kembali pintu kamar mandi namun tertahan dengan kaki dan badan Rae Won yang jauh lebih besar darinya.


Han Rae Won berhasil membekap mulut Emy dan mengangkat Emy ke atas ranjang setelah membawa Emy ke kamar dan menutup pintu.


" Emy sayang, malam ini adalah malam kita berdua, Yu Ri sedang keluar ke rumah temannya, jadi malam ini adalah saatnya buat kita....hahaha.." Emy berontak dan berusaha melepaskan tangan Rae Won dari mulutnya dan melepaskan diri dari kunkungan laki laki berambut gondrong itu. kaki dan badan Rae Won menindih kuat tubuh Emy, sedang satu tangannya memegang tangan Emy. Karena Emy yang masih terus berontak, Rae Won menjadi beringas dan menampar pipi Emy.


" aww...Samcun...jangan, tolong jangan..." isak tangis dan deraian air mata membajiri wajah imut Emy. Rae Won tetap acuh dengan permohonan Emy, ia memaksakan bibirnya mencium ganas Emy.


plakk..


Emy yang ketakutan mengigit bibir Rae Won hingga berdarah dan membuatnya mendapat tamparan yang kuat dari Rae Won. darah mulai muncul di bibir Emy, pipinya terasa perih, tapi ia tak memperdulikan itu dan memakai kesempatan saat Rae Won melepas bibirnya dan mengangkat badannya dari Emy, untuk berteriak


" tolooooooonggg...

__ADS_1


plakk..


"awww..."


plak...plak...plak...


tamparan demi tamparan kembali menghujani wajah Emy. wajah cantik dan putih berubah menjadi merah dan bengkak bekas tamparan.


" sekali lagi kau berteriak, kau akan menyesal!!!" kata Rae Won geram. ia melepas kimono mandi Emy dengan paksa. Emy dengan sekuat tenaganya mempertahankan kimono mandinya agar tak lepas.


Plak..plak


Tamparan terakhir itu berhasil membuat Emy tak sadarkan diri. Rae Won tersenyum penuh kemenangan.


" akhirnya....hahaha...aku bisa menikmatimu sayang...hahaha..."


Rae Won melepas kimono mandi Emy, lalu melepas pakaiannya sendiri. saat ia hendak mencium bibir ranum Emy


Brakkk...

__ADS_1


__ADS_2