
Sudah 2 jam Evan berada di depan ruang operasi. Namun, entah kenapa belum ada yang keluar dan mengabarkan soal Putrinya.
Na Ae Rim juga sudah berada di sana. Demikian pula Luther yang baru saja tiba. Kebetulan ia sedang berada di Moscow, Rusia, ketika Evan memberinya kabar tentang penculikan si kembar dan sedang dalam misi menyelamatkannya.
Tiba di Seoul, ia kembali mendapat kabar bahwa Emy, Tae Yang dan kedua Putra mereka di Rumah Sakit Emerald.
" Paman, kenapa mereka lama sekali?" tanya Luther cemas.
" Aku juga tak tahu." ucap Evan
" Ah, Nona Na, bisa tolong kau cek Mikha dan Micko?" pinta Evan
" Baiklah, saya ke sana sekarang," ucap Na Ae Rim dengan senyumnya.
" Terima kasih,"
" Jangan sungkan," jawab Na Ae Rim
Setelah kepergian Na Ae Rim, Evan menyuruh Luther duduk.
" Luther, saat ini Tae Yang masih di ruang operasi. Kita tak bisa menunggu. Sekarang, pergilah ke kantor polisi dan ajukan surat penangkapan Baek Dong Min"
" Aku tak mengerti,"
" Baek Dong Min adalah dalang di balik penyerangan kita di Boston. Dia mendapat dana dari Cha Hyun Sik,"
" Tapi, apa motif Cha Hyun Sik membantu Baek Dong Min?"
" Aku tak tahu detilnya. Tapi, aku rasa karena dendam,"
" Aku dengar dari anak buah Tae Yang, bahwa Tae Yang berhasil melumpuhkan Cha Hyun Sik dan membawanya ke markas mereka. Aku akan kesana nanti. Masalah ini masih belum tuntas,"
" Baiklah, Paman. Aku akan buat draft laporannya dulu,"
Evan mengangguk, bertepatan dengan itu, dr. Lee keluar dengan wajah yang sangat kusut.
" Bagaimana Emy?" tanya Evan cemas
" Emy sudah tidak apa-apa. Hanya tadi sempat mengalami Syok hipovolemik (kondisi gawat darurat yang disebabkan oleh hilangnya darah dan cairan tubuh dalam jumlah yang besar, sehingga jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh)."
" Lalu Tae Yang?"
" Dia ... mengalami pendarahan hebat dan saat ini .... Tae Yang ... koma," jawab dr. Lee menunduk.
Evan mengusap wajahnya kasar. Luther meremas rambutnya. Sungguh bukan keadaan seperti ini yang mereka harapkan terjadi.
Drap .... Drap ...
Deru suara sepatu orang berlari mendekati mereka.
" Tuan Taylor!" panggil orang itu
__ADS_1
" Hyuk! untung kau sudah datang," ucap Evan
" Ada apa, Tuan."
" Antar aku ke markasmu. Tae Yang menangkap Cha Hyun Sik. Walau aku tahu bukan dia otak sebenarnya,"
" Maksud, Tuan?"
Evan mendesah. Sepertinya, ia harus membuka semuanya
" Ji Man Soo, dialah dalang di balik ini semua,"
" Apa?!"
" Apa?!"
Seru Jung Hyuk dan dr. Lee berbarengan. Mereka saling tatap. Evan mengangguk.
" Bagaimana Tuan tahu?"
" Sebenarnya, sejak Emy kembali ke sini. Aku sungguh tidak rela. Aku takut Tae Yang akan menyakiti putriku lagi. Apalagi aku mendengar Emy dan Micko menghilang saat pesta pertunangan mereka, karena itu, aku mencari celah untuk mengirim seseorang menjaganya dan kedua cucuku,"
Jung Hyuk menarik nafas dan menipiskan bibirnya. Ia sungguh tersinggung atas kecurigaan Evan terhadap Bosnya.
" Dan kesempatan itu tiba saat ... Tae Yang memecat pengasuh Micko. Aku menyuruh Ji An masuk menjadi penjaga Emy dan cucu-cucuku. Tapi, beruntunglah aku tempatkan dia disitu. Karena, dengan keberadaannya disitu aku jadi tahu bahwa Ji Man Soo, Kepala Pelayan Tae Yang menjadi biang semua ini." jelas Evan
Jung Hyuk terngaga mendengarnya. Ia jadi teringat saat Evan mengatakan bahwa sinyal telepon yang masuk ke ponsel si penculik adalah dari Mansion.
" Mengenai si penculik yang menculik Emy dan Micko, dia adalah orang suruhan Cha Jae Yuk sekaligus kekasih Xiao Lan.
" Siapa kau?" tanya Evan dingin
" Paman, dia adalah dr. Yu Zhen, teman Emy," jawab dr. Lee
Evan meneliti Yu Zhen dari atas kebawah dan dari bawah keatas.
" Kau kenal Xiao Lan?"
Yu Zhen mengangguk," Dia adik sahabatku. Tepatnya mantan sahabatku,"
" Mantan sahabat?"
Yu Zhen mengangguk. Matanya tersirat kesedihan dan kemarahan.
" Yu Zhen diculik dan disiksa oleh sahabatnya sendiri."
Evan menaikkan alisnya demikian pula Luther dan Jung Hyuk
" Lalu kau tidak menuntutnya?" tanya Luther
" Aku tidak punya bukti selain Visum," jawab Yu Zhen lesu.
__ADS_1
" Paman, kembali lagi jadi yang menculik Emy kekasih Xiao Lan?" tanya dr. Lee. Ia tahu benar siapa Xiao Lan. Dulu saat ia menjadi relawan di China saat terjadi banjir bandang karena Sungai Kuning meluap, Yu Zhen mengajaknya tinggal di panti asuhan dimana Xiao Lan juga tinggal di sana.
Evan mengangguk.
" Tapi kenapa menculik Emy dan Micko?" tanya dr. Lee tak mengerti.
Evan, Luther dan Jung Hyuk saling memandang. Mereka tak bisa menjawabnya. Karena itu rahasia mereka.
" Cha Jae Yuk? aku seperti pernah mendengarnya," ucap Luther tiba-tiba
" Dia adalah putra dari dokter yang malprakteknya dipergoki Emy," jelas dr. Lee pada Luther
" Ah ... iya aku ingat ... jadi, ia mau membalas dendam Ayahnya?
" Sepertinya begitu." jawab Evan.
" Jadi, Luther, kau ajukan tuntutan seperti yang aku katakan tadi. Lalu Hyuk, kau dan aku bertemu harus bertemu Cha Hyun Sik. Tapi, perintahkan dulu anak buahmu menahan Ji Man Soo. Kita harus mendapat motif mereka,"
" Sudah saya kerjakan, Tuan."
" Hah?! kapan?" tanya Evan
" Hehehe ... saya sudah kirim pesan pada mereka,"
Evan mengangguk lagi," Baiklah, dr. Lee aku serahkan Emy dan suaminya juga kedua cucuku padamu. Tolong jaga mereka. Kita masih belum menangkap si penembak. Jadi, tolong berhati-hati."
" Saya akan menempatkan bodyguard untuk menjaga mereka, Tuan Taylor," kata Jung Hyuk.
" Baiklah, aku percaya padamu," kata Evan pada Jung Hyuk. Membuat lelaki itu tersenyum lebar dan melirik Bodyguard di sampingnya dengan penuh kemenangan. Bodyguard itu hanya memutar matanya melihat tingkah songong superiornya.
" Aku pergi dulu, Lee!" pamit Evan
" Baik, Paman," jawab dr. Lee
Evan dan Jung Hyuk berjalan cepat dan masuk ke dalam lift. Sampai di depan lobby, mereka langsung naik mobil van Jung Hyuk.
" Hyuk, aku sedikit merasa aneh. Kenapa kekasih Xiao Lan sampai mau menculik Emy? Karna menurut anak buahku, dia orang mampu bahkan usahanya sangat maju," kata Evan.
" Apa mungkin dia tahu kalau Tuan Muda ...."
" Tidak mungkin, dari mana dia tahu? kecuali ada anak buahmu atau anak buahku yang membocorkan," kata Evan
" Itu sangat tidak mungkin, mengingat hukuman yang akan mereka terima," gumam Jung Hyuk
" Ah, bagaimana kalau minta Tuan Muda menghubungi Tuan Romanov?" usul Jung Hyuk.
" Untuk apa?"
" Saya hanya berpikir, apa mungkin ... Xiao Lan melarikan diri?"
Evan terhenyak lalu mengangguk. Ia setuju dengan ide itu.
__ADS_1
" Masalahnya, Tae Yang koma," gumam Evan
" Apa, Tuan? Tuan Muda koma?" seru Jung Hyuk.