
Terus Baca dan LIKE, VOTE, RATE ya say...
" Ehm, panggil dia Nyonya Kim. Dia istriku! " Interupsi Tae Sang. Evan dan yang lainnya melotot, demikian pula Emy.
" Baiklah, Nyonya Kim. Mari! Tuan Taylor tadi sudah mendaftarkan Anda di ruang VVIP. "
" Paman, Itu tidak perlu! " Protes Emy.
" Tenanglah, sayang. Lagian, Tae Sang yang bayar. Jadi, jangan dipikir, ya!" Jawab Evan enteng sambil tersenyum. Sementara Tae Sang mendelik lalu menggelengkan kepalanya.
' Hadeh, dasar paman Evan! ' Tae Sang memang tak peduli berapa biaya yang harus ia keluarkan, tapi Evan sungguh membuatnya merasa kuatir. Ia yakin, Evan pasti akan sengaja membuatnya kesal untuk membalasnya. Mungkin, jika ia masih Tae Sang yang dulu, ia pasti akan menolak mentah-mentah untuk mengeluarkan banyak uang. Tapi, sekarang berbeda. Tae Sang yang sekarang sudah berubah menjadi bucin. Jadi, apapun yang akan Evan lakukan padanya, ia akan menerimanya dengan senang hati demi wanita yang dicintainya.
Tanpa disuruh, Tae Sang segera menggendong Emy dan menaruhnya di atas kursi roda.
" Daddy! Mikha mau cama Mommy!" Akhirnya Mikha dan Micko kembali duduk di pangkuan Emy dengan senyuman yang terus mengembang.
Perawat segera mendorong kursi roda Emy keluar ruang ICU.
" Hei! Tunggu! Sejak kapan putriku jadi istrimu lagi? Hah?!" Sergah Evan
" Paman, biar sampai kapanpun, Emy tetap istriku. " Ucap Tae Sang sambil berlalu meninggalkan Evan yang berdecak kesal.
" Cih, lihat aja nanti. Bisa-bisanya anak itu mau ambil anakku..." Mode ayah posesif kembali bangkit dalam diri Evan.
Kriinggg....kriiinggg
" Hmm!" Sahut Evan datar.
"......"
" Oke, bawa mereka ke tempat biasanya!" Perintah Evan dan mengakhiri panggilannya.
" Kalian sudah buat anakku menderita. Sekarang giliran kalian!" Geram Evan dengan mata berkilat marah.
Beberapa menit kemudian, setelah mengatur emosinya, Evan segera menyusul istri dan putri baptisnya ke ruang rawat yang baru.
Tae Sang membantu Emy naik ke tempat tidurnya. Saat akan menggendongnya tadi, Emy menolaknya. Akhirnya, disinilah Tae Sang. Memapah istri kecilnya untuk berdiri dan naik ke tempat tidur. Bahkan si kembar dengan tangan mungilnya membantu menaikkan kaki mommynya.
Evan tersenyum melihat itu. Ia tahu bagaimana Tae Sang dalam 3 hari ini. Laki-laki itu rela tidur hanya 2-3 jam hanya untuk mencari kebenaran atas apa yang terjadi pada Emy untuk menghukum para pecundang itu.
Lingkaran hitam di bawah mata pucuk pimpinan perusahaan properti terbesar di Korea itu, adalah bukti keseriusan untuk melindungi dan menjaga putri baptisnya. Evan merasa lega dibuatnya. Namun, terbersit di dalam hatinya untuk membuat laki-laki itu bersusah payah mendapatkan putri tercintanya.
" Honey!" Panggilan Hannah membuyarkan lamunan Evan.
" Ya, sayang." Jawabnya lembut.
__ADS_1
" Ada apa?" Bisik Hannah
" Tidak, aku hanya senang melihat mereka. Lihatlah, Emy masih canggung sama Tae Sang. Lucu, ya?" Hannah mengalihkan perhatiannya pada keluarga kecil yang kini ada di hadapannya.
Tae Sang yang tanpa malu memeluk Emy sambil menciumi kepala Emy. Kedua putra mereka yang terus saja mendorong kepala daddynya agar tak mencium mommynya namun tak digubris, hingga membuat si kembar harus berdiri dan menaruh kepalanya di atas kepala mommnya. Sedang Emy wajah sudah memerah sedari tadi karena perlakuan Tae Sang. Dan tersenyum geli karena si kembar dan daddynya yang berebut untuk dekat dengannya.
" Baiklah, kalian istirahat dulu, ya. Kami keluar dulu." Pamit Evan. Tae Sang dan Emy mengangguk. Emy menyadari kalau laki-laki tampan yang mengaku sebagai suaminya terlihat lelah. Bahkan lingkaran hitam sudah menghias wajah gantengnya.
" Ehm, kamu tidurlah dulu. Aku akan jaga anak-anak." Ucap Emy lembut. Tae Sang mengangguk lalu mengecup kedua pipi Emy membuat wajah Emy memerah seperti kepiting rebus. Tae Sang tersenyum melihat itu. Ia segera ke sofa yang tersedia di sana. Sofa yang jika ditarik dapat menjadi sebuah tempat tidur. Tak lama berbaring, terdengar suara dengkuran halus.
' Hmm, kamu sepertinya lelah sekali, ya. ' batin Emy.
" Mommy, Mikha antuk (Mikha ngantuk)!" Celetuk bocah kecil yang saat ini sudah berbaring di kaki Emy dan menjadikan kaki mommynya sebagai bantal dan guling. Emy tersenyum melihatnya. Micko pun mengikut jejak sang kakak. Tertidur dengan memeluk kaki Emy.
Emy menaikkan pembatas tempat tidurnya agar kedua putranya tak terjatuh. Walau pastinya ia akan merasakan kram, Emy rela tetap pada posisinya agar si kembar dapat tertidur nyenyak.
5 jam kemudian, Emy mengerjapkan matanya.
' ah, aku tertidur rupanya, ' gumamnya dalam hati. Ia melihat posisi kedua putranya yang sudah merapat ke tepi tempat tidur yang terhalang pembatas. Hatinya merasa teduh. Ia juga melihat Tae Sang mulai bergerak untuk bangun.
" Sayang, kamu gak tidur? " Tanya Tae Sang dengan suara serak khas bangun tidur.
" Aku juga baru bangun, kok. " Ucap Emy tersenyum. Tae Sang bangun dan mendekati bednya. Senyum menghias bibir seksi laki-laki itu saat melihat kedua putranya yang sangat menggemaskan.
" Terima kasih, sayang. Kau sudah kembali pada kami. Lihatlah, kedua putra kita. Mereka bahagia sekali." Ucap Tae Sang sembari memeluk "istri"nya itu dari samping.
Dengan lembut Tae Sang mengecup kening Emy. " Tidak, sayang. Tidak. Mereka justru penyemangatku. Terima kasih karena sudah berjuang dan berkorban demi kedua buah hati kita. Terima kasih, " sahut Tae Sang menitikkan air mata, mengingat bagaimana wanita dalam dekapannya rela menukar nyawanya demi anak-anaknya. Ia sudah begitu jahat, tapi Emy masih saja bersedia mempertahankan benihnya walau keadaannya begitu lemah.
" Aku janji, aku akan segera sembuh dan menjadi ibu yang baik buat mereka. " Ucap Emy.
" Dan, jadi istri yang akan selalu ada didekatku." Sambung Tae Sang.
Blush
Pipi Emy memerah. Tae Sang gemas dibuatnya. Ia semakin mengeratkan pelukannya dan mencium pipi Emy gemas.
**Tok... Tok..
Ceklek**
" Hai! Kalian sudah bangun? " Sapa Hannah. Kini sahabat Emy itu membawa seorang anak dalam gendongannya, sedang Evan menggandeng seorang anak kecil berwajah sama persis seperti Evan.
" Hannah! " Seru Emy dan memaksa melepaskan pelukan Tae Sang. Tapi laki-laki itu tak bergeming.
" Itu, mereka... Apa mereka keponakanku? Emm, bukan. Mereka... Sepupuku? "
__ADS_1
Wajah Evan memerah sedang Tae Sang ia langsung melepas pelukannya dan mengulum bibirnya mengalihkan perhatiannya ke arah lain.
" Haahahaha... Iya, mereka SEPUPU kita, Emy, " sahut Luther menekankan kata "Sepupu" seraya melihat ke arah Evan dengan kekehannya.
Plakk
" Auwww! " Rintih Luther
Evan menjitak kepala Luther karena menertawainya.
" Sakit, paman!" Desis Luther. Tapi bukannya maaf yang ia dapat tapi pelototan tajam dari sang paman. Emy terkekeh mendengarnya.
Wajah Evan terus memerah sementara Hannah ia hanya tersenyum. Ia mengerti suaminya merasa malu karena diumur yang tak lagi muda, ia memiliki seorang anak balita dan seorang bayi. Dan Luther yang mengerti itu, selalu saja menggoda Evan.
' Salah sendiri, sudah tua masih beringas! Anak kecil dihamili sampai 2 kali! Hahaha...' kikik Tae Yang dalam hati.
🌹🌹🌹
Yuhuuu... bunga-bunga cinta bermekaraaannn...
Berhasilkah Tae Yang memenangkan hati Emy?
Oh, ya. Kira- kira siapa ya yang dimaksud Evan?
**Jangan lupa VOTE, LIKE, RATE n KOMEN ya say...
Makasih... 😘😘🤗🤗
salam dari Author
__ADS_1
Rie**