
Tae Yang dan Emy mengucap sumpah pernikahan mereka dengan lancar. Evan dan Ha Na menangis haru. Luther dan Kalev bergelut dengan pikirannya masing-masing.
" Dengan ini saya nyatakan, kalian ..."
" Berhenti!!" suara seorang wanita menghentikan Pastor berbicara.
Tae Yang dan Emy melihat ke arah kursi para tamu. Di sana, berdiri seorang wanita yang begitu seksi dan cantik. Ia berjalan naik ke atas platform dan berhenti ketika ia sudah berjarak kurang lebih 2 meter dari posisi mempelai.
" Saya keberatan dengan pernikahan ini, Pastor!" Kata wanita itu tegas dan lantang.
Tae Yang dan Emy terkejut mendengarnya.
" Siapa kau? Berani sekali kau merusak pernikahanku!" bentak Tae Yang
" Tae Yang-ssi! Kau membentakku? Kau lupa siapa aku?" ucap wanita itu dengan mata berkaca-kaca.
" Siapa kau?!" Bentak Tae Yang
" Tae Yang-ssi! Kau ... "
" Jung Hyuk!"
"Ya, Tuan Muda," sahut Jung Hyuk cepat
" Seret wanita ini! dan interogasi dia! Apa maksudnya melakukan ini!" titah Tae Yang. Jung Hyuk mengkode para bodyguard. Mereka membungkam mulut wanita itu dan menyeretnya keluar.
Para tamu begidik ngeri melihat mata Tae Yang yang berubah tajam dan menyeramkan.
" Tae Yang-ssi, siapa dia?" tanya Emy dengan mata yang terus memandang ke arah wanita itu diseret.
" Aku akan tahu nanti. Jangan kuatir, sayang," kata Tae Yang berbalik dan mengubah ekspresinya dengan cepat. Ia tersenyum menatap wanitanya.
' Sepertinya, akan ada yang mandi darah malam ini,' gumam Jung Hyuk dalam hati.
" Pastor, silahkan lanjutkan," kata Tae Yang.
Pastor selesai mengucapkan kata yang Tae Yang sudah tunggu sejak lama " Kalian sah menjadi suami istri!".
Momen yang ditunggu Tae Yang tiba. Pastor mengumumkan bahwa mempelai pria boleh mencium mempelai wanita.
Ketika kepala Tae Yang sudah miring dan siap melahap bibir merah sang istri. Tapi, 2 suara cadel menghentikan niatnya.
" Daddy!!!! Nooo!!!" Teriak si kembar bersamaan dari arah belakang. Mereka sudah terbangun dari tidurnya, setelah sempat tadi setelah mandi mereka tertidur.
" Uff ... pegacau kecil itu," gumam Tae Yang sambil menutup mata dan menipiskan bibirnya. Emy mencubit lengan Tae Yang dan melotot ke arah laki-laki yang baru saja sah jadi suaminya.
" Auww ... sakit, sayang." Lirih Tae Yang, karena sang Pastor masih ada di sisi mereka
__ADS_1
Pletok ... Pletok ... Pletok ...
Deru sepatu si kembar membuat platform ke arah altar menjadi berisik
" Hosh ... hosh ... hosh ...Da ...ddy ... no ..." ucap Micko tersengal karena lelah berlari karena panjangnya platform yang dibuat Event Organizer itu untuk pernikahan Tae Yang dan Emy.
" Ki ... kiss ... ing ... Mom ... pu..na ... Mikha ca
.. ma ... Mic ... ko! ( Mom punya Mikha sama Micko)" lanjut Mikha
" Daddy! No kissing! " Kata Mikha lagi dengan tegas, setelah ia berhasil mengatur nafasnya. Micko mengangguk dengan posisi masih membungkuk dan kedua tangan menumpu di atas lututnya.
Semua tamu dan Pastor tertawa keras mendengar larangan Mikha.
Tae Yang meraup wajahnya. Emy terkikik melihat ekspresi frustasi Tae Yang
" Mommy itu istrinya Daddy, jadi Daddy boleh cium Mommy," kata Tae Yang menjelaskan, berharap kedua Putranya mengerti.
" No! Mommy tuma boleh ditium Mikha tama Micko ( Mommy cuma diciuma Mikha sama Micko)!" Seru Mikha lagi dan Micko yang lagi-lagi mengangguk cepat.
" Hyuk!" panggil Tae Yang
' Haduh, aku lagi ... nasib jadi bawahan,' keluh Jung Hyuk dalam hati.
" Bawa mereka!" titahnya
" Sayang, mereka mengganggu kita," rengek Tae Yang yang tanpa sadar Mic sang Pastor dalam keadaan On lagi, karena jari si Pastor tanpa sengaja mendorong tombol On Off untuk menahan tawanya agar tak pecah akibat kelakuan 2 bocah nakal itu.
Otomatis rengekan Tae Yang yang menggema membuat para tamu semakin tertawa geli. Namun, ada beberapa tamu yang tercengang karena tak menyangka seorang Tae Yang juga memiliki sikap seperti anak kecil di hadapan istri.
" Mikha! Micko! jangan boleh Daddy dekat-dekat Mommymu, ya!!!" Seru Luther "mengompori" si kembar.
Mikha dan Micko melihat ke arah pamannya dan mengangguk mantap. Para tamu tak henti-hentinya gaduh mendengarnya. Celetukan-celetukan pun mengudara, membuat hati Tae Yang panas, malu dan tersipu. Sementara Emy, ia terus menunduk dan menutup wajahnya dengan tangan.
" Mikha! Micko! Mommy mau dimakan sama Daddy!!!" teriak Kalev
Seketika Mikha dan Micko berlari dan berdiri diantara orang tuanya.
Tawa para tamu semakin menjadi,
" Mikha! Micko! nanti malam jaga Mommy, ya!!" seru Evan. Ha Na mencubit suaminya membuat laki-laki kekar itu terdiam.
Hari itu, ciuman pernikahanpun dilewati. Emy dan Tae Yang berjalan kembali masuk ke mansion untuk beristirahat.
Mikha dan Micko mengikuti Emy masuk ke dalam kamar. Mereka juga berganti baju disitu lalu mengambil posisi di atas ranjang orangtuanya.
Tae Yang begitu kesal dibuat mereka. Setelah mencuri ciuman istrinya saat si kembar bermain Ipad Daddynya dan berganti baju, Tae Yang berjalan menuju ke ruang bawah tanah.
__ADS_1
" Mana dia?" tanya Tae Yang pada salah satu anak buahnya.
" Di dalam, Tuan,"
Tae Yang melangkah lebar. Sampai di dalam ruangan lembab itu, Tae Yang duduk dan menyilangkan kakinya. Wanita seksi itu tampak takut melihat sang Devil, demikian julukan Tae Yang dulu saat ia masih aktif di dunia bawah tanah.
" Katakan siapa kamu dan apa maumu," ucap Tae Yang datar
" Sayang, masa kau lupa denganku?" rajuk wanita itu
" Katakan atau kau bisa ucapkan selamat tinggal pada wajahmu," ancam Tae Yang seraya menunjuk sebuah jerigen berisi air keras.
Wanita itu bergetar. Air matanya mengalir. Matanya tak lepas menatap Tae Yang
" Tae Yang-ssi ... apa kau lupa dengan gadis penjual bunga yang menolongmu saat kau hampir saja kehabisan darah di Wembley, Inggris?" isak wanita itu.
Tae Yang terhenyak. Seketika ia berdiri dan memandang wanita di depannya.
Flashback on
Saat ia mengambil kuliah S2 di Cambridge , Tae Yang sudah menjadi pemimpin dunia bawah tanah yang disegani dan ditakuti. Karena itu, ia memiliki banyak musuh.
Suatu hari selesai dengan kuliahnya, ia mengalami hal tak terduga. Teman akrabnya sendiri menusuknya dan meninggalkannya di sebuah gang sempit selepas menonton pertandingan sepak bola di Wembley Stadium.
Beruntung ada seorang gadis kecil pembawa bunga yang hendak pulang dan menolongnya memanggil Ambulance.
Ketika ia sadar, gadis kecil itu masih terus menjaganya. Selama 2 hari ia membawa bunga dan bercerita tentang arti setiap buket yang ia buat.
" Siapa namamu?" tanya Tae Yang lemah
" Namaku ..."
Tok ... Tok ...
" Masuk!"
Seorang bawahan Tae Yang masuk dan membungkuk memberi hormat
" Tuan Kim, saya sudah menahan pelaku,"
" Hmm," Tae Yang mengkode dengan tangannya menyuruh bawahannya pergi
Tae Yang kembali melihat gadis itu.
" Kak, aku harus pergi sekarang," pamit gadis kecil berwajah ayu itu
" Tunggu. Aku belum berterima kasih padamu ... terima kasih, sudah menolongku. Apa yang kau mau?"
__ADS_1
" ehm ... kalau aku sudah besar, kakak menikah denganku, bagaimana?" kata gadis itu dengan senyumnya