
Tae Sang begitu geram mendengar kata-kata yang menghina putranya. Ia berbalik. Wajahnya memerah dan menyeramkan. Matanya menatap tajam setiap orang yang tadi menghina putranya.
Semua yang hadir begidik ngeri. Nyali mereka yang tadi begitu menggebu menghina seorang anak, hilang begitu saja.
" Kalian semua! Berani sekali kalian menghina putraku!!! Hah?!"
Semua terkejut mendengar kata-kata Tae Sang. Mereka saling menatap dan bertanya.
" Pu-putra?"
" DIAM!!!" Teriakan Tae Sang menggelagar. Semua menjadi takut dibuatnya.
Tae Sang mendekati wanita yang sudah menampar Mikha.
Plak...plak
Tamparan keras mendarat di pipi wanita itu hingga kedua sudut bibirnya mengeluarkan darah. Pipi mulusnya memerah dan memar. Mata wanita itu berkaca-kaca dan air mata lolos begitu saja. Semua menatapnya khawatir.
" Uuuh...itu pasti sakit!" Celetuk Byun Hyuk
" Byun Hyuk!!"
" Ya, Tuan!!" Sahut Byun Hyuk, ia berlari masuk di antara kerumunan itu.
" Catat mereka semua! Kalian akan mendapat balasan yang setimpal, karena sudah berani menghina putraku."
Kaki para tamu lemas. Daya mereka menghilang mendengar itu. Mereka tahu, bahwa bos Kimtae itu tidak pernah main-main dengan kata-katanya.
" Tu-tuan..maafkan kami. Kami tidak tahu..."
" Tuan, kami minta maaf... Jangan hukum kami, Tuan.."
" Tuan Kecil...Tuan kecil...maafkan kami, nak... Tuan kecil.."
Berbagai permohonan maaf dan kata-kata menjilat mulai terdengar. Tae Sang menyuruh Byun Hyuk menyudahi pestanya dan masuk ke dalam mansion dengan Mikha yang terus berada dalam gendongannya.
Ia memanggil pelayannya untuk memanggil Emy. Tapi, para pelayan tak menemukan Nona Mudanya itu. Byun Hyuk berlari ke CCTV dan mengeceknya.
Keringat dingin muncul di dahi asisten Tae Sang itu. Dengan was-was ia berjalan mendekati Tuan Mudanya yang sedang mengobati Mikha dengan begitu sabar dan telaten.
" Tu-Tuan Muda!" Panggil Byun Hyuk
Tae Sang menoleh lalu menautkan alisnya melihat ke belakang Jung Hyuk seperti mencari sesuatu.
" Nona Muda, mana Hyuk?" Tanya Tae Sang seraya kembali membalut luka putranya.
" Ehm..ehmm...ituu..Tuan..."
" Ada apa?" Tanya Tae Sang lagi lalu menggendong putranya yang tertidur karena lelah menangis.
" No-Nona Muda ti-tidak ada di man-mansion, Tuan"
Tae Sang menghentikan langkahnya dan lagi, menautkan alisnya. Ia membaringkan putranya, menyelimutinya dan mengecup lembit kening serta kedua pipi putranya itu.
" Katakan dengan jelas!" Perintah Tae Sang saat keduanya sudah keluar dari kamar Mikha.
" No-Nona Muda pergi membawa Micko. Sepertinya Micko pingsan, karena Nona kelihatan panik." Jawab Byun Hyuk
" Apa?! Kenapa tidak ada yang memberitahuku? Hah?!"
" Ma-maaf, Tuan!"
" Bawa aku ke rumah sakit sekarang!" Tae Sang berjalan cepat menuruni tangga.
" Tu-Tuan Muda!" Panggil Byun Hyuk
" Ada apa lagi?"
__ADS_1
" Saya sudah ca-cari ta-tahu di rumah sakit-rumah sakit, ta-tapi Nona Muda dan Micko ti-tidak ketemu." Jawab Byun Hyuk sambil menunduk.
" Apa kau bilang?"
Byun Hyuk bersusah payah menelan salivanya.
" Saya sudah ca-cari ta-tahu di rumah sakit-rumah sakit, ta-tapi Nona Muda dan Micko ti-tidak ketemu." Lagi jawab Byun Hyuk mengulangi perkataannya.
Tubuh Tae Sang oleng. Byun Hyuk berlari dan membantu majikannya berdiri.
" Ka-kau sudah cari di rumah sakit se-semuanya?" Tanya Tae Sang lemah.
" I-iya, Tuan. Maafkan kelalaian saya, Tuan...Maafkan saya..."
" Panggil! Panggil semua pelayan!" Ucap Tae Sang dengam nada tinggi. Byun Hyuk mengangguk. Setelah memapah atasannya ke sofa, ia memanggil semua pelayan melalui speaker.
Dalam 5 menit, semua pelayan sudah berkumpul di hadapan Tae Sang di ruang keluarga.
" Katakan! Siapa diantara kalian yang melihat Nona Muda terakhir kali?!" Teriak Tae Sang.
Semua pelayan saling berpandangan. Tadi mereka sangat sibuk menjamu para tamu dan membereskan piring dan gelas kotor. Tak ada seorangpun yang melihat Nona Muda mereka.
Tae Yang menatap mereka satu persatu. Tak ada yang menjawab.
" Mana Jin Ae??"
" Sa-saya disini, Tuan" Pengasuh Micko itu maju. Badannya gemetar
" Kemana kau semalam? Hah?!"
Wanita itu segera berlutut. Badannya bergetar hebat
" Ma-maafkan sa-saya, Tuan. Saya...saya kemarin dipanggil paman Ji untuk mem-membantu pelayan karena kurang tenaga." Jawabnya terbata.
" Suruh mereka bubar! Jina Ae! Kau dipecat" Seketika tangis wanita 40an itu pecah.
Tae Sang berlari naik ke tangga dan menuju ruang kerjanya. Ia meraih ponsel yang sudah lama tak ia gunakan. Kini, ia harus menggunakannya lagi.
" Hallo!" Sapanya saat panggilannya terhubung.
"........"
" Cukup basa-basinya. Aku mau kau cari istriku dan putraku. Sekarang. Aku kasih kamu waktu 1 jam!"
Setelah memberi perintah, ia menutup ponselnya.
" Siapa kamu? Berani sekali kau menculik istri dan putraku!" Wajah Tae Sang begitu geram ketika ia melihat CCTV halaman depan mansionnya.
1 hari telah berlalu. Namun, Tae Sang masih belum kabar mendapat kabar keberadaan Emy.
" Daddy, ana (mana) uncle Yuk?" Tanya Mikha siang itu. Ya, sejak bangun tadi pagi, ia tak mendapati daddynya.
" Daddy, masih kerja. Mikha makan siang dulu, ya?" Kata Byun Hyuk memberi suapan pada Tuan Kecilnya.
" Ehm. Micko?" Tanya Mikha lagi dengan mulut masih penuh makanan.
Tangan Byun Hyuk terhenti. Bingung untuk menjawabnya.
" Ah, Micko lagi sakit. Jadi, sama mommy dulu di rumah sakit." Jawab Byun Hyuk.
" Mikha mau iyat (lihat) Micko! " Kata Mikha dengan mata polos melihat Jung Hyuk.
" Ehm, Micko belum boleh dilihat. Nanti, kalau Micko sudah lebih baik, Mikha boleh lihat."
" Micko atit apa? Kemalen, Micko tatuh cecai mamam cokat. Mikha suluh bangun. Tapi, Micko telus bobok gak dengel Mikha.( Micko sakit apa? Kemaren, Micko jatuh selesai makan coklat. Mikha suruh bangun. Tapi, Micko terus bobok, gak denger Mikha)," ujar Mikha.
Byun Hyuk menoleh cepat melihat Mikha.
__ADS_1
" Micko jatuh terus bobok?"
Mikha mengangguk. Byun Hyuk menyuruh baby sitter Mikha meneruskan menyuapi Mikha.
Tok.. tok..
" Masuk!"
Byun Hyuk masuk dan melihat Tuannya tampak berantakan. Lingkaran hitam menghiasi bawah matanya.
" Tuan!" Panggil Byun Hyuk
" Ada kabar?"
" Tadi, Mikha cerita pada saya, kalau Micko kemarin jatuh dan tidur setelah makan coklat. Seperti perkiraan saya, Micko pingsan, Tuan." Lapor Byun Hyuk
" Pingsan?"
" Benar, Tuan!"
Tok..tok..
" Masuk!"
Kepala Pelayan, Ji Man Soo masuk lalu membungkuk hormat.
" Ada apa, paman Ji?" Tanya Tae Sang malas
" Tadi, pengasuh Tuan Mikha mau mencuci pakaian yang dipakai pesta kemarin. Tapi, ia menemukan ini. Dia memberikannya pada saya karena takut penting. Maaf, saya...saya tadi membukanya, Tuan. Saya cuma mengecek saja, penting atau tidak." Jelas Paman Ji memberikan sebuah kertas yang terlipat.
Tae Sang menautkan alisnya. Ia membuka kertas itu. Matanya berubah tajam menakutkan. Tangannya mengepal dan meremas kertas itu.
" Brengsek!" Geramnya sambil membanting kertas yang sudah ia remas menjadi bola kecil itu
" Byun Hyuk! Bagaimana dengan yang aku perintahkan padamu waktu itu?" Tanya Tae Sang dingin
" Sudah saya laksanakan, Tuan. Tapi, dia begitu lihai...jadi saya..." Jawab Byun Hyuk.
" Sudah hampir 4 bulan, kau belum menemukan bedebah itu?!" Potong Tae Sang
" Ma-maaf, Tuan."
Paman Ji, yang sedari tadi berdiri dan menyimak pembicaraan atasannya dan Byun Hyuk, ikut berbicara.
" Ehm..Tuan. Apa...saya bisa bantu?" Tanyanya dengan senyum pada lelaki muda yang sudah ia asuh sejak bayi.
***
Apa benar Emy dan Micko diculik? Jika iya, mengapa?
Siapa pria yang menitipkan kertas pada Mikha?
Siapa pula yang dicari Tae Sang dan Byun Hyuk?
Bantuan apa yang paman Ji tawarkan?
Penasaran???
VOTE n LIKE dulu ya...hahaha😏🤭
Hari ini, Rie akhirnya bisa kasi 2 episode. Harap besok badan Rie sudah lebih membaik jadi bisa kasi crazy up.
Salam buat semuanya...
Rie
😘😘😘🤗🤗
__ADS_1