
“ Katakan EMY SIE!” seru Evan lantang
“ Aku pinjam ... ehm ... senjata Laser Aerospace-nya USA ...” ucap Emy lirih diujung kalimat dan menunduk
“ Apa kau bilang? ULANGI!” seru Evan lagi. Emy menjadi seperti anak SD yang ketahuan bolos. Ia berdiri mematung dan menundukkan kepalanya
“ Baik, kau tak mau bilang, aku akan mengetahuinya sebentar lagi. Dan itu akan menjadi akhir bagi kita semua,” omel Evan
“ Aku pinjam senjata laser Aerospace USA!” ucap Emy dengan satu kali nafas lalu memejamkan matanya
“ WHAAATTT?!”
Sementara itu di Dermaga Sokcho,
4 pengawal pribadi Tae Yang yang bergabung dengan 3 SEAL ( Pasukan operasi khusus AS) dalam Tim milik Evan, Alfa 1, masih tak percaya melihat apa yang terjadi.
Mereka semua masih berdiri di sisi Dermaga dan mengerjapkan mata melihat pemandangan di depan mereka, Interpol yang baru saja datang juga terkejut melihatnya, mereka sempat melihat 2 sinar lurus berwarna ungu dari langit meledakkan 2 kapal yang sempat mengepung tim Alfa 1.
“ Siapa yang membantu kita?” tanya Ketua Tim Interpol
“ Entahlah, tapi yang pasti, orang itu akan segera berurusan dengan PENTAGON,” ucap seorang anggota Interpol lain dan segera mengamankan 2 penyelundup dan pimpinannya yang selamat.
“ Jangan bilang kalau itu perbuatan Mikha dan Micko,” gumam Dennis yang ikut bersama dengan Timnya.
Kejaksaan
Tok ... tok ...
“ Masuk!” seru seseorang dari dalam kantor Ketua Kejaksaan
Ceklek
“ Bagaimana? Apa mereka berhasil?” Tanya seseorang dengan kacamata dan berusia kira-kira 50 tahuanan. Laki-laki yang baru saja masuk menelan salivanya dan sangat gugup
“ Tu-Tuan ... mereka gagal. Bahkan Roberto tertangkap beserta 2 orang kepercayaannya,” lapor laki-laki itu
“ APA?!” pekik laki-laki berkacamata dan langsung berdiri
“ Katakan, dari kepolisian mana? “ tanyanya kemudian
“ Itu ... dari ... dari Interpol, Tuan,” sahut bawahannya
“ Interpol? Kenapa kau tak melaporkan padaku soal Interpol. Kenapa tak ada kabar dari Bok Man kalau ada Interpol sedang mengawasi?!” bentak lelaki berkacamata yang merupakan Kepala Kejaksaan, Yong Il Kook
“ Saya sudah konfirmasi, dan beliau katakan kalau beliau juga baru tahu setelah kejadian ini. Kepala Inspekstur Jenderal dan Inspektur Jenderal Senior tak memberitahunya. Beliau juga mengkonfirmasi ke Komisaris Jenderal, dan ternyata Komisaris juga baru tahu hari ini,” lapor bawahan Il Kook
Bugh
Tangan Il Kook terkepal dan menghantam pegangan tangan di kursinya
Brakkk ...
__ADS_1
Brakk ...
“ IL KOOK!!!” bentak seseorang yang baru saja masuk ke ruangan Ketua Jaksa dengan mendobrak dan menutup keras pintunya. Ketua Jaksa Il Kook menatap tajam laki-laki paruh baya yang masuk dengan paksa ke kantornya
“ Tuan Jeon! Apa-apaan ini?” seru Il Kook
“ DENGAR JANGAN PERNAH LIBATKAN AKU DALAM MASALAH INI! AKU AKAN KEMBALIKAN SEMUA DANA YANG KAU BERIKAN! ” seru lelaki paruh baya bernama Tuan Jeon itu.
“ HAHAHA ... Anda pikir bisa semudah itu lepas tangan? Jangan mimpi!” balas Il Kook
“ KURANG AJAR KAU!!”
“ HAHAHAHA ... saat ada enaknya, Anda mau ikut, tapi saat ada masalah Anda mau lari, Menteri Kehakiman Jeon Yung Bok, Jangan harap!" ucap Il Kook dengan mata menatap tajam Tuan Jeon
“ KAU!! ... Hmmphh!!”
Tuan Jeon berbalik dan melangkah cepat keluar dari ruangan itu.
Brakk ...
Nafas Il Kook memburu. Matanya memerah dan menipiskan bibirnya
“ Aaarrrghhhh!!!”
Brukk ... Pyaaarrr ....
Il Kook menghempaskan semua barang yang ada di atas mejanya. Bawahannya segera berlari keluar takut terkena amukan.
Emy tak melihat berita menghebohkan itu. Karena saat ini, Ia tengah berada di rapat Pemegang Saham.
“ Saya menganjurkan agar Chairman Kim Tae Yang segera mundur dari Perusahaan, karena perbuatannya mencoreng nama baik Perusahaan,”
“ Mencoreng nama baik perusahaan? Saya ingin bertanya, apa yang sudah Anda lakukan untuk Perusahaan? Dan kontribusi apa yang sudah Anda berikan, baik secara fisik maupun intelektual untuk memajukan Kimtae?” pertanyaan tajam Emy membungkam semua yang hadir
“ Saya ingin bertanya, di saat Kimtae dulu mengalami kemerosotan saham, apa yang kalian kerjakan? Siapa yang susah payah melakukan semuanya? Di saat Kimtae ditekan dan diminta pihak NASA dan klien-klien lainnya untuk memberi mereka produk mutakhir dalam waktu yang cukup singkat, siapa yang bersedia bekerja siang malam untuk mendapatkan ide dan hasil yang diharapkan?
Bahkan di saat suami saya baru bangun dari komanya, ia harus menghadapi semuanya sendiri. SEKARANG KATAKAN, DENGAN HAK APA KALIAN DENGAN SEENAKNYA MAU MENURUNKAN SUAMIKU?! KALAU KALIAN MASIH INGIN HIDUP ENAK TANPA HARUS BEKERJA KERAS, HILANGKAN PIKIRAN PICIK KALIAN!! KALAU KALIAN MEMANG SUDAH TAK MAU BERSAMA DENGAN KIMTAE, SILAHKAN ... PINTU ADA DISEBELAH SANA!” emosi Emy tak dapat dikontrol lagi.
Ia sungguh muak dengan semua orang yang sok pintar dan sok berkuasa yang hanya karena sedikit saham yang mereka miliki mau berbuat seenak perutnya.
Jung Hyuk menelan salivanya berat. Ia sungguh terkejut dengan perubahan istri Tuannya. Dennis juga baru kali ini melihat Emy yang berubah menjadi singa betina. Semua yang hadir juga tak ada yang berani menjawab dan menyanggah ataupun keluar dari ruangan itu
“ Sekarang, silahkan angkat tangan siapa yang msih ingin mengganti suamiku?!” kata Emy dengan datar dan dingin
Semua mikrofon mati. Tak ada yang menjawab.
“ Apa rapat ini msih perlu diteruskan?” tanya Emy dengan mata yang masih tajam
Semua orang berdiri dan mulai membungkuk
“ Maafkan kami, Nyonya. Kami tidak akan mengajukan pergantian jabatan,” ucap salah seorang diantara mereka dan diangguki yang lainnya. Namun seorang wanita berlipstik merah yang berada di belakang Wakil CEO menatap Emy tak suka dan sinis
__ADS_1
“ Good. Meeting dibubarkan,”
Emy segera berdiri dan keluar dengan wajah datar dan tegas diikuti Dennis. Dengan jas warna biru langitnya, Emy dan Dennis berjalan ke arah kantor Tae Yang diikuti Jung Hyuk
“ Nona Muda ... Anda sangat luar biasa tadi. Wah ... Anda memang cocok dengan Tuan Muda,” puji Jung Hyuk
“ Oh, jadi selama ini aku tidak cocok?” goda Emy dengan nada serius namun menahan tawanya
“ Ah ... tidak tidak bukan begitu, Nona,” ucap Jung Hyuk ketakutan.
“ Lalu?”
“ Anda tadi mirip seperti Tuan Muda kalau marah, hehehe ...”
“ Oh, sekarang kau berani mengatai suamiku?”
“ Tidak tidak, bukan begitu Nona,” kata Jung Hyuk melemah, bingung menyusun kata-kata. Emy dan Dennis terbahak karena berhasil mengerjai Jung Hyuk. Melihat Emy tertawa, Jung Hyuk memberengut kesal dan meninggalkan Emy sendiri dengan Dennis didalam kantor
Emy dan Dennis berjalan menyusuri koridor menuju ruang perencanaan. Disana, ia berpapasan dengan seorang wanita berlipstik merah yang menatapnya tak ramah. Emy mengacuhkannya dan terus melangkahkan kakinya
“ Tunggu!” seru wanita itu. Emy berhenti dan menghembuskan kasar nafasnya lalu berbalik. Dennis menatap tajam ke arah wanita itu
“ Ada apa?” tanya Emy dingin
“ Aku adalah kekasih Chairman Kim,” ucap wanita itu dan tersenyum seringai. Mata elang Emy mengamati wanita didepannya dari atas kebawah. Wanita itu dengan pedenya berpose layaknya seorang model
Dennis hendak maju, tapi Emy menghadangnya dengan tangannya.
“ Apa kau tahu apa yang kau ucapkan tadi?”
“ Tentu saja. Aku hanya mau kau tahu kalau Chairman Kim sangat mencintaiku. Dan dia berkata akan menikahiku,” jawab wanita itu dengan angkuhnya
“ Benarkah? Buktikan,” tantang Emy dengan wajah tanpa ekspresi dan berlalu meninggalkan wanita itu yang menatapnya kesal dan menghentak-hentakkan sepatu hak tingginya.
Hari itu selesai dengan urusan Kimtae, Emy dan Dennis segera kembali Mansion dengan mobil Sport Tae Yang. Karena lelah, sampai di kamar, Emy segera tidur tanpa mengganti bajunya.
Lienda yang baru saja kembali dari rumah sakit dan berada di kamar baby Migu dengan pintu penghubung yang terbuka, melihat putrinya terbaring tanpa mengganti baju, segera membantu melepas sepatu dan blazer yang dipakai putrinya. Emy menarik kakinya dan tidur meringkuk. Lienda menyelimuti putrinya, mencium keningnya dan menutup pintu penghubung.
Berita malam itu tak kalah membuat heboh khalayak dan membuat mereka mengelus dada, karena ternyata Presiden Wanita mereka juga ikut terseret dalam kasus penyuapan oleh beberapa pejabat agar meluluskan usahanya dan kemungkinan juga terseret dalam kasus penyuapan lainnya.
Demikian pula Keluarga Shin, mereka ikut terseret dalam kasus penyuapan dan penggelapan uang negara. Pihak Kejaksaan bahkan menjadi tempat ajang demo dari berbagai kalangan. Apalagi foto dan video Emy yang dilarang bertemu Tae Yang walaupun belum ditetapkan hukumannya, tersebar, banyak para keluarga pesakitan yang diperlakukan sama, mulai berani bersuara
Evan, Luther dan Dennis bernafas lega. Tae Yang juga sudah mendengar berita itu dan tersenyum. Kerinduannya bertemu Anak dan istrinya akan segera terwujud.
Tak mau berlama-lama, pagi hari berikutnya, Luther dan Pengacara Oh segera pergi menuju pengadilan, mengajukan kembali bukti-bukti yang mereka punya. Dan kali ini, Hakim tidak menolak. Pihak Kejaksaan juga bersedia menerima walau terpaksa. Mereka sudah ketakutan dengan tuntutan publik untuk tak membatasi hak-hak pesakitan dan keluarganya
Hakim yang akan menjadi Ketua persidangan Tae Yang akhirnya diganti dengan Hakim Seo, atas rekomendasi Perdana Menteri yang sebelumnya menerima informasi dari Jung Hyuk atas perintah Tae Yang. Untuk Jaksa, Jaksa Il Kook dan Jaksa Chin digantikan dengan Jaksa Park dan Jaksa Min yang bersih.
“Akhirnya, semua akan berakhir,” gumam Emy yang baru saja turun dari lantai 2 dan bergabung dengan seluruh keluarganya kecuali Yason yang masih di rumah sakit, di ruang keluarga untuk menonton berita
__ADS_1