
"Dong Min mendapat kabar dari ayahnya kalau dr. Sie masih hidup dan dr. Petrov membawanya pergi ke Bern. Akhirnya, Dong Min dan ayahnya menyewa pesawat pribadi dan membawa Helena ke Bern. Aku... Juga ikut karena itu janjiku pada kakakku untuk membalasmu." Kembali Dae Ho menatap benci Tae Yang sementara Tae Yang tak sedikitpun bergeming.
"Sampai di sana, kami langsung ke rumah sakit tempat dr. Sie dirawat. Aku mambagi tugas dengan Dong Min. Mereka membawa Helena ke IGD. Beruntung di sana ternyata ada pasien kecelakaan yang akhirnya meninggal. Akhirnya Dong Min menukar nama Helena dengan nama pasien di brankar itu. Sedang aku mengambil dr. Sie dari kamarnya dan membawanya kabur."
" Stop! Apa kau bilang? Kau... Jadi kau menukar tubuh wanita ****** itu de-dengan Eva? Kau-kau, jadi kau..." Kalev berdiri dengan telunjuk yang tertuju pada Eva.
Kalev memicingkan matanya menatap Eva dan menggelengkan kepalanya, ia sungguh tak habis pikir dengan semua yang terjadi. Demi balas dendam rela melakukan segala cara.
" Aarrghhh!" Kalev berjalan mendekati dinding dan meninjunya.
Buk
Eva yang melihat itu tersentak kaget. Ia merasakan sakit yang hebat di kepalanya. Tapi entah, Kalev kehilangan rasa simpatinya.
Kriiingg....kriiiing....
Tae Sang merogoh saku jaketnya dan meraih benda pipih yang bernilai fantastis itu.
"Hmm." Sahut Tae Sang setelah menggeser tombol hijau di ponselnya.
" Eva! Eva!" Panggil bibi Sofia. Tae Sang yang sedang menerima telepon menoleh ke arah Sofia dan Eva. Sementara Evan dan Luther mereka segera menghampiri wanita itu.
" Nona Eva?" Tanya Luther. Kalev yang tadinya enggan untuk melihat Eva, berlari dan menggeser posisi Luther yang berjongkok didepan tubuh Eva. Setelah membaringkan tubuhnya terlentang, Kalev memeriksa nadi di pergelangan tangannya.
" Nadinya tak beraturan. Kita harus segera ke rumah sakit!" Kalev segera mengangkat tubuh Eva.
" Iya kita harus segera ke rumah sakit! Emy kritis!" Seru Tae Sang tiba-tiba. Evan kembali teringat Emy dan Hannah istrinya. Tubuh lelaki itu sedikit bergetar. Sekuat apapun seorang laki-laki jika menyangkut orang yang ia sayangi, pasti akan menjadi lemah.
" Ayo! Aku juga belum dapat kabar Hannah!" Evan segera berlari ke mobil dengan yang lain.
Kalev yang sedang menggendong Eva menghentikan langkahnya ketika ia baru saja keluar dari pintu dan mendengar seruan Tae Sang.
" Emy? Apa maksudmu?" Tanya Kalev menyelidik.
Tae Sang dan yang lain tak menjawabnya.
" Amankan dia!" Perintah Tae Sang sambil menunjuk Dae Jung pada bodyguardnya lalu segera beranjak dan masuk ke mobil.
30 menit kemudian mereka telah sampai di RS Boston Med Center.
" Toloongg! Tolong putriku!" Teriak Sofia. Para medis segera mendorong brankar, dimana Kalev meletakkan tubuh Eva, masuk ke ruang IGD.
__ADS_1
" Tolong tunggu disini," ujar seorang perawat pada Sofia.
Evan telah berlari ke ruangan istrinya. Disana, Hannah sudah membuka matanya.
" Honey! Ka-Kau sudah bangun, sayang!" Air mata Evan mengalir. Diraihnya tangan kecil istrinya dan menciumi seluruh wajah sang istri.
" Sa-yang, E-myy..."
" Ini, minum dulu!" Evan menyodorkan gelas air minum dengan sedotan. Hannah menuruti suaminya. Evan dengan lembut membantu istrinya.
" Emy, bagaimana Emy?" Tanya Hannah lagi. Airmata kembali lolos dari pelupuk mata Hannah. Evan mengusap dan mencium pipi chubby istrinya dan memegangnya.
" Dia baik-baik saja. Aku sebentar lagi mau ke sana. Nanti aku kasih tahu kamu kabarnya, ya?" Jawab Evan lembut.
" Pergilah sekarang, sayang. Aku mau tahu keadaannya." Pinta Hannah lemah.
" Sayang, apa kau tidak ingin lihat putramu, hmm?"
Hannah meraba perutnya yang kembali rata. Matanya membulat. Air mata kembali deras.
" Pu-putraku... Sayang... Apa dia baik-baik saja, hah? Putraku...putraku..."
" Ssttt... Putra kita tidak apa-apa, sayang. Dia memang prematur, tapi berat badannya sudah cukup. Dia gak apa-apa. Tenang, ya." Ucap Evan sambil memeluk istrinya yang mulai panik. Hannah melepas pelukan suaminya dan menatap manik coklat suaminya itu.
" Iya, sayang. Nanti aku..."
" Aku mau lihat putraku!" Kata Hannah dengan suara meninggi.
" Baiklah, baiklah. Aku ambil kursi roda dulu." Evan segera keluar dan mengambil kursi roda. Perlahan ia membantu istrinya duduk di kursi roda dan mendorongnya ke kamar bayi.
" Itu, lihatlah. Itu putra kita. Sean Hezekiah Taylor!" Ucap Evan bangga. " Terima kasih, sayang. Hidupku sangat sempurna sekarang." Evan memeluk istrinya dari belakang dan mencium pucuk kepala Hannah. Tangan lembut istrinya membelai lengannya yang berotot itu dan menyandarkan kepalanya manja di dada bidang suaminya.
Di ruangan lain, Kalev yang tadi diseret Tae Sang dari ruang IGD, masih termangu melihat wajah wanita di atas bed rawat yang kini tengah berjuang melawan maut.
" Di-dia..." Kalev menunjuk wanita itu.
" Apa kau mau diam aja disitu!!" Bentak Tae Sang. Kalev mendapat kesadarannya kembali. Kalev meminta status keadaan Emy pada dokter residen yang ada disitu.
" Berikan!" Dokter residen itu segera menyodorkan ipad rekam medis Emy pada Kalev.
" Ambil darahnya, aku minta hasil dalam 15 menit!" Kalev mengecek oksigenasi Emy dan memeriksa dadanya.
__ADS_1
" Bawa dia untuk MRI!" Perintah Kalev. MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah pemeriksaan dengan teknik pengambilan gambar detail organ dari berbagai sudut yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio. MRI aman digunakan ibu hamil, bayi dan anak-anak.
Kalev tak ingin megulangi kesalahannya dulu saat memeriksa kondisi Emy yang sedang hamil. Berulang kali ia bersyukur, ketika ia mendapati bahwa kedua putra Emy sehat. Satu mujizat yang luar biasa. Dimana, radioaktif sangat berbahaya bagi janin.
Kalev meminta dokter residen mengantarnya untuk membersihkan diri. Setelah memakai seragam scrub, ia segera berlari ke ruang monitor MRI.
" Zoom bagian ini, lalu miringkan!" Kata Kalev pada Dr. Radiologi yang bertugas.
" Dokter, ini!" Seorang perawat menyodorkannya ipad. Mata Kalev membulat sempurna.
" Oh, Tuhan. SHUT IT DOWN! NOW! Cepat keluarkan dia dari sana? CEPAT!" Perintah Kalev. Dokter Radiologi segera menghentikan proses MRI sementara dokter residen dan Kalev segera masuk dan mengeluarkan Emy dari dalam tabung silinder itu.
" Dokter, ada apa?" Tanya Dokter Madeline tiba-tiba.
" Kita hanya punya waktu kurang dari 13 jam. Bawa ke Ruang Dialisis dan siapkan Bikarbonat 500 mmol dan fomepizol 15mg! CEPAT!" Ucap Kalev lagi.
" Maksud Anda?" Tanya dr. Madeline tak mengerti.
" Gas Darah Arteri... Asidosis Metabolik (ginjal tidak berfungsi dengan baik, sehingga tubuh gagal mengeluarkan cukup asam melalui urine. Kondisi ini pun bisa terjadi saat tubuh menyingkirkan terlalu banyak basa (bikarbonat), atau mengalami peningkatan asupan zat yang ketika menjalani metabolisme, akan menjadi asam. )..." Ujar Kalev
" Asidosis Metabolik? Tapi bagaimana bisa?"
" Dokter, seseorang telah menyuntik Emy dengan Methanol, tapi kita tunggu hasil lab." Ucap Kalev. Dr. Madeline mengatup mulutnya dengan kedua tangannya.
-
-
-
Bagaimana kondisi Emy?
Siapakah yang berusaha membunuh Emy? Mengapa?
Apa yang terjadi dengan Eva?
Haiiiii....jangan pelit LIKE, RATE, VOTE dan KOMEN dong sayy...,,,😉😘
Oh, ya. Author mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441H.
__ADS_1
Mohon Maaf Lahir dan Batin.🙏🙏🙏