
Mereka bersama-sama pergi ke arah tempat di mana mereka tinggalkan Hendri tadi.
Sesampainya di sana, Hendri dan teman-temannya sudah terkapar.
"Hey bangun," panggil Sultan.
"Eh bos sudah pulang," ucap mereka kesakitan.
"Ada apa dengan kalian?" Tanya Sultan heran melihat mereka sudah babak belur.
"Maafkan aku bos besar, aku tidak bisa menjaga teman-temanku dengan baik dan membiarkan salah satu dari mereka berkhianat dan dia malah bergabung dengan penjahat lainnya dan membalas dendam dengan kami," jelas Hendri sambil memegang pipinya yang di tendang tadi.
"Siapa mereka?" Tanya Sultan geram.
"Kami tidak tahu, cuma salah satu dari mereka ada tato di lehernya, gambarnya sama seperti kalung bos besar," jawab Hendri.
"Siapa ya mereka? Ya sudah kalian aku antarkan dulu kerumah sakit lalu mengantarkan ke CAMP yang sudah di siapkan," ucap Sultan.
"Terima kasih bos besar," ucap para teman-teman Hendri.
"Oh ya mana 1 lagi?" Tanya Sultan merasa kehilangan.
"Ya itulah dia Anto, dia yang sudah berkhianat," jawab Hendri.
Sultan mengangguk-angguk. "Ya sudah, kita beri dia perhitungan nanti," jawab Sultan yang segera mengantarkan mereka ke rumah sakit.
Mereka pun segera di obati, karena tidak terlalu parah mereka pun bisa pulang.
"Ayo kita ke CAMP sekarang, tempatnya tidak terlalu bagus, aku akan mendanai untuk pembangunan CAMP kita," ucap Sultan.
"Siap bos besar," jawab Hendri.
Sesampainya di CAMP berhubungan Sultan dan Tedi tidak pernah melihatnya lagi ternyata sudah ada penghuninya.
Tedi melajukan mobilnya dan ingin menabrak orang yang sedang asik berkumpul, melihat mobil dengan kecepatan tinggi mereka langsung lari tunggang langgang.
"Bangsat! Siapa yang menyuruh kalian menghuni tempat ini!" Teriak Tedi marah.
"Enak saja kamu bilang ini tempat punya kamu, ini sudah lama tidak ada orang berarti tidak ada yang punya," ujar mereka tak mau kalah.
"Ya karena kami orangnya, sana, sana kalian pergi, enak saja ngambil tempat orang tanpa permisi," usir Tedi.
"Hey! Nggak ada buktinya jika tempt ini milik kalian," balas mereka.
"Aku tidak peduli, ini tempat adalah punya kami, lebih baik kalian pergi atau temanku ini akan menghabisi kalian sampai orang tua kalian pun tidak mengenalnya," ancam Tedi.
"Ehem... Tedi, kamu jangan mengusirnya, kita butuh anggota," bisik Sultan kepada Tedi.
__ADS_1
"Oh benar juga," angguk Sultan.
Sultan maju ke depan membelakangi Tedi. "Bagaimana jika kita taruhan saja, kalau kalian yang menang kalian jadi pemilik tempat ini dan menjadi bos dan kami akan menjadi pengikut kalian. Tapi, jika kalian kalah kalian harus menjadi pengikut kami," ucap Sultan.
"Baiklah, siapa takut," jawab mereka menyombongkan diri.
"Aku nggak suka basa basi, kalian maju saja bersama," ujar Sultan.
"Sombong diri sekali kamu, kita habisi dia," ujar temannya. Mereka menyerbu dan Sultan melompat lalu salto depan dan menumbangkan lawan di depannya.
Mereka lagi menyerang Sultan, Sultan menghajar mereka sekali gus yang afa 5 orang.
Bak buk bak buk bak buk bak buk bak buk
Mereka pun K.O.
"Jadi bagaimana? Mau bergabung atau mau di hajar lagi?" Tanya Tedi dengan bangganya.
"Ampun, kami akan bergabung," ucap mereka.
"Aku akan memberi syarat, jika kalian berani berkhianat, aku akan membuat kalian hidup pun tak mau, sampai waktunya kalian akan bunuh diri kalian sendiri karena menyesal," ancam Sultan.
"Baiklah kami akan bergabung," ucapnya sambil menahan kesakitan.
"Bagus, untung saja kalian cepat menyerah, jika tidak nyawa kalian benar-benar tak tertolong lagi," sambung Tedi.
Mereka hanya terdiam, enggan berteman satu sama lain.
"Kalian mau berteman atau nggak? Jangan bikin aku marah, atau ku patahkan leher kalian masing-masing," ujar Sultan dengan nada rendah.
Mereka pun menjabat tangan meskipun sambil membuang wajah masing-masing.
"Ini uangnya, aku serahkan kepada Hendri, tolong urus semuanya, jika kurang akubakan menambahkan lagi," ucap Sultan.
"Kita mau kemana lagi?" Tanya Tedi.
"Aku mau ke perusahaan, melihat kinerja mereka, ingat! Aku nggak mau ada yang bertengkar, siapa pun yang memulai pertengkaran duluan, semuanya aku hukum, tolong Hendri handle semua, aku mempercayaimu," ucap Sultan.
"Siap bos besar," jawab Hendri hormat grak.
Sultan dan Tedi pun berangkat pergi ke perusahaannya.
"Selamat datang Tuan Ceo," sambut para karyawannya.
Ting ting
Misi level B
__ADS_1
Seorang karyawati yang sedang di marahi temannya di toilet perempuan.
Hadiah 20 poin
Hadiah 30.000.000
"Apa tidak bisa aku tenang sedikit apa? Ada saja permasalahannya," keluh Sultan.
SISTEM
(Itu hanya sebagian permasalahannya, jika semua permasalah seluruh kota Tuan yang urus, Mungkin Tuan sekarang sudah di liang lahat karena kelelahan)
SULTAN
(Anjirrrr.... doamu jelek banget)
Sultan pun menuju toilet perempuan dan pintunya di tutup rapet.
Duakkk!
Pintu toilet pun hancur di tendang Sultan.
Karyawati di dalam toilet tersebut kaget ketakutan.
Tempaklah seorang gadis yang menangis dan cepat-cepat menyeka air matanya.
"Kamu pikir aku tidak datang kalian seenaknya membuli di sini?" Tanya Sultan menatap ke dua gadis yang berada di depan gadis yang menagis tersebut.
"Kami... kami tidak membulinya Tuan, kami hanya ingin memeriksa jika ia mencuri uang saya," ucap wanita itu ketakutan.
"Oh ya, jujur padaku, apa benar kamu mencuri uangnya?" Tanya Sultan kepada gadis malang itu.
Gadis itu menggeleng kepalanya. "Tidak Tuan, saya tidak mencurinya, saya juga tidak tahu kenapa uang tersebut ada di dalam tas saya, saya tadi sempat ke toilet dan ketika saya dari toilet saya langsung bekerja dan tidak memperhatikan tas saya, tiba-tiba saja mereka kehilangan uang dan mereka memeriksa tas saya," jawab gadis itu sambil menangis.
"Bohong itu, ini bukan kali pertama kau mencurikan? Sudah banyak uang karyawan di sini kau curi, tapi tak pernah berhasil!" teriak temannya itu.
"Sumpah Tuan, aku tidak pernah mencuri uang mereka semua, aku juga nggak tau kenapa uang mereka ada di tas saya Tuan, ujar gadis itu mencoba menjelaskan.
"Di sinikan ada kamera CCTV, kenapa tidak melihatnya di sana?" tanya Sultan.
"kami sudah melihatnya beberapa kali, tetap saja tidakada orang meletakkan uang di tasnya, kami juga tidak tau bagaimana dia bisa menghindari kamera CCTV untuk mencuri uangnya," ujar temannya itu.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH
__ADS_1