
Ketika di perjalanan pulang.
Ting ting.
Misi level D.
Membantu seseorang akibat tabrak lari.
[Hadiah 40 poin]
SULTAN
(Di mana tempatnya?)
SISTEM
(Jalan manggis)
"Maaf ya Tedi, aku ngilang sebentar," ujar Sultan memutar mobilnya masuk ke arah jalan yang di tuju.
"Tolong... Tolong...," teriak si adiknya sambil menangis melihat kakaknya yang tangan dan kakinya berdarah.
Sultan memberhentikan mobilnya dan segera turun, ia mendekati wanita tersebut lalu memeriksanya.
"untung saja tidak mengenai kepalanya," ucap Sultan.
"Ayo, kakak bawa ke rumah sakit," ujar Sultanmembopong kakaka dari si adek tadi.
"Tapi kami tak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit," ucap adiknya sedih.
"Udah, masalah uang kamu nggak usah pikirkan," ucap Sultan meletakkan kakaknya kedalam mobil di kursi penumpang di belakang, adiknya pun ikut masuk.
Sultan segera mencari klinik terdekat dan akhirnya ia menemukan juga.
Sultan mengendong wanita itu masuk keklinik.
Buk bidan pun segera menangani, untunglah tidak terluka parah dan hanya mendapatkan beberapa jahitan saja.
"Ini biaya pengobatannya dan juga uang ongkos kalian pulang, maaf ya, aku nggk bisa ngganterin pulang," ujar Sultan menyerahkan uangnya sekitar 2.000.000.
"Terima kasih Bang udah bawa kakak saya ke sini dan terima kasih juga uangnya," ucapnya.
"Ya sama-sama, aku pulang dulu ya," ucap Sultan melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
Ting ting.
Misi selesai.
Anda mendapatkan 60 poin.
Poin Anda menjadi 140 poin.
Sesampainya Sultan di rumah.
"Lho Sultan? Kamu tadi kemana aja kamu tadi tiba-tiba ngilang?" tanya Tedi heran.
"Nolongin orang tabrak lari," jawab Sultan.
"Ini makasih ya udah bantuin jemput mobil Ibu," ucap Sultan.
"Main Yuk," ajak Tedi.
"Kemana?"
__ADS_1
"Kemana aja, kita udah lama nggak main bareng, kalo bertempur bersama malah sering," ujar Tedi.
"Bertempur bersama? Yang ada aku sendiri yang bertempur, kamu malah meninju orang udah terluka," ujar Sultan menyender di mobilnya.
Tedi cengengesan. "Ayolah, gimana kalo kita ke tempat karokean, jerit-jerit ngilangin suntuk," ajak Tedi dengan mata berbinar.
"Ya udah deh," jawab Sultan nurut.
"Ibu, aku pergi dulu sama Tedi," teriak Sultan dari dalm mobilnya. Ibu keluar dari rumah.
"Mau kemana?" tanya Ibu mendekati Sultan.
"Main sebentar Bu, oh iya ini kunci mobilnya," ujar Sultan menyerahkan kepada ibunya.
"Iya, tapi hati-hati," pesan ibu yang menerima kunci tersebut.
Sultan mengangguk dan Ia langsung melajukan mobilnya dan di ikuti Tedi dari belakang. Mobil mereka saling beriringan, kayak mereka yang punya jalan.
"Sultan, di sini aja!" teriak Tedi dari jendela mobilnya. Sultan mengangguk dan langsung memutar mobilnya dan parkir.
"Katanya di sini makanannya enak, pelayannya juga cantik-cantik, siapa tau ada yang nyangkut," ujar Tedi terkekeh.
Mereka segera memesan ruangan, dan setiap ruangan kedap suara.
"Kami mau pesan ruang A1, dan untuk makanannya, steak spageti, Pitza mozarela topping daging premium dan untuk minumannya, Mocca dingin dan air putih dan makanan penutupnya puding buah persik, masing-masing pesan 2 ya," ujar Tedi tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya kepada pelayan cantik itu.
Pelayan itu mengangguk tersenyum dan memberikan pesanan kepada pelayan yang lain.
Mereka pun di beri kunci dan segera masuk keruangannya.
Tedi memilih lagi yang entah apa lagu, dengan suara yang cempreng membuat sakit telinga, untung saja ruangannya kedap suara, kalo nggak, para pengunjung bakal kabur terbirit-birit.
BERSAMBUNG
Baru setengah lagu yang di nyanyikan Sultan.
Ting ting
Misi level D
Seorang wanita yang sedang bertengkar dengan pacarnya berujung pembunuhan.
[Hadiah 40 poin]
(Di ruang A5 )
Ting ting
Misi level C.
Seorang pelayan di goda sekelompok pria akan berujung pelecehan.
[Hadiah 30 poin]
(Di Ruang A2)
Sultan mematikan lagunya dan ia langsung linglung, ia bingung mana satu yang harus ia pilih.
Tedi yang melihat Sultan gelisah ia langsung bertanya, "Ada apa Sultan?"
Seketika Sultan sadar. "Tolong kamu cek di ruang A2, kalo perlu dobrak pintunya, aku pergi ke ruang A5, SEKARANG!" teriak Sultan panik.
"Hais kenapa harus bersamaan sih?" gerutunya yang berlari menuju ruangan A5.
__ADS_1
Ia mengedor-gedor pintu tersebut, tapi tidak ada yang membukanya.
Sultan kembali mengetok-ngetok pintu tersebut tetap juga tak ada jawaban. Sultan juga memutar gagang pintunya tapi tetap hasilnya nihil.
SISTEM
(Anda harus cepat Tuan, atau wanita itu tak bisa di selamatkan)
Sultan langsung mendobrak pintu tersebut dan pintu langsung terbuka, pria itu mau memukul wanita itu dengan botol kaca, wanita itu menutup wajahnya dengan tangannya dan menjerit.
Sultan langsung menghalangi wanita itu dengan tangannya dan botol itu pecah terbelah jadi 2 potong di tangannya.
Sultan membersihkan serpihan kaca di tangannya. Kemudian menatap pacar wanita itu, ia menjadi ketakutan.
"Ini cara kamu memperlakukan seorang wanita? Pria macam apa kamu? Pergi matai saja kamu sana," ujar Sultan menatapnya tajam.
"SULTAAAAAN!" teriak Tedi lari terbirit-birit mencari Sultan.
Sultan mendengar temannya itu berteriak ia langsung manyun karena tidak sempat menceramahi pria itu.
Buuukk.
Satu tinju mendarat di wajah pria itu.
"Jika kau berani menyakiti perempuan seperti ini, ku potong anu mu biar kau hanya pakai rok, yang hanya main jambak-jambakan aja," ancam Sultan dan ia pun pergi keluar dari kamar tersebut.
Wanita itu juga mengikuti Sultan dari belakang.
"Tedi! Kamu di mana?" panggil Sultan.
"Sultan! Sultan! huft... huft... huft! Di sana, di sana, tolong bantuin," ujar Tedi ngos-ngosan.
Sultan berlari ke ruangan A2 dan mendapati pelayan tersebut sedang di peluk oleh pria yang cukup menyeramkan, sedangkan wanita itu menagis.
"Lepaskan dia!" teriak Sultan.
"Mau apa kamu, bocah seperti kamu sana pergi, jangan ikutan orang dewasa," ujarnya tak peduli.
Buuukk.
Sebuah tinjuan mendarat di wajah pria itu. Sultan pangsung menarik tangan pelayan itu turun dari pangkuan pria mesum itu.
"Kamu kalo mau nganu-nganu jangan di sini, di bar sana," teriak Sultan.
"Kurang ajar," ujarnya melayangkan sebuah tinjuan di hadapan Sultan.
Sultan menangkapnya lalu membalikkan kebrlakang dan menendang bokongnya hingga ia tersungkur ke lantai.
"Kamu sana cepat panggil manejer kalian!" perintah Sultan.
Pelayan tersebut lari menuju ruang manejernya dan tak lama manejernya datang.
"Ada apa ini?" tanya saat masuk ke ruangan tersebut.
"Pria itu yang sudah melecehkan ku," ujar pelayan itu menunjuk pria seram tersebut.
Manejer itu menghampiri Pria seram tersebut.
"Maaf Tuan, apa Anda terluka?" tanya manejer melihat keadaan pria seram itu.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH