
Sesampainya di hotel tempat Ibunya, Sultan segera turun dan menghampiri ibu yang sudah menyiapkan barangnya di teras hotel.
"Ibu sudah siap?" tanya Sultan.
"Iya nih," jawab Ibu sepertinya sedang sibuk.
"Ya udah, Ayah biar aku membopongnya masuk mobil, Ibu nanti sama Han bawa bawa barang-barangnya," ucap Sultan.
"Baik Tuan," ucap Han yang sudah stanby
Sultan masuk mobil dan meluncur ke bandara dan juga mobil yang di bawa Han.
Setelah sampai di sana, pesawat umur masoh stanby di bandara menandakan pesawat dari amerika belum datang dan mereka juga sudah meminta izin kepada kepala penerbangan jika pesawat dari luar negeri datang untuk menjemput orang sakit.
"Belum datang ya?" tanya Ibu menghampiri Sultan.
"Bentar lagi Bu," ucap Sultan berdiri menatap pesawat dalam negri dengan rambut tertiup angin sepoi-sepoi.
"Tadi malam Qayla mencarimu, di mana kamu tadi malam?" tanya Ibu.
"Hm... benarkah? Aku sedang di pantai," jawab Sultan.
"Bukannya kau membuat acara di hotelmu, kenapa kau pergi ke pantai?" tanya ibu heran.
"Oh itu karena... ah bukan apa-apa aku cuma cari angin segar saja," jawab Sultan.
__ADS_1
"Tapi Qayla pusing mencarimu, sepertinya dia sangat sedih, oh iya dia bilang mau mengantar ibu pergi, tapi di mana dia ya? Apa dia lupa?" tanya Ibu celingak celinguk.
"Ya udah deh, coba ibu telpon ajalah," ucap Ibu mengambil ponselnya dan segera menelpon Qayla.
Tuuuut
Tuuut
Tuuuut
Nomor yang Anda tuju tidak menjawab panggilan Anda
"Nggak di angkat," jawab ibu sambil melihat ponselnya.
Penenerbangan pesawat umum pun sudah meluncur, selang 20 menit kemudian pesawat dari amerika pun sampai karena mereka sudah berkomunikasi terlebih dahulu.
Ibu mengangguk-angguk tersenyum.
Para medis pun keluar dari pesawat dan membawa tandu agar Ayah Sultan bisa di bawa masuk.
"Qayla kok belum datang ya? Ya udah titip salam aja ya sama Qayla," pesan ibu.
"Iya, ibu hati-hati ya, jika ada apa-apa Ibu cepat beri tahu aku ya," pesan Sultan.
"Iya, kamu juga, jaga dirimu," ucap Ibu dan mereka saling bersalaman. Ibu melambaikan tangan di depan pintu dan kemudian ia pun masuk ke dalam pesawat.
__ADS_1
Pelan-pelan pesawat pun meluncur dan perlahan terbang ke udara meninggalkan bandara.
"Cepat sembuh Ayah, aku ingin melihat kalian pulang dengan waja tersenyum," ucap Sultan tersenyum sambil menatap kepergian pesawat tersebut.
"Ayo Han, kita pulang," ajak Sultan.
Mobil Sultan dan mobil Han beranjak dari bandara dan meluncur di jalanan.
Mobil Sultan dan mobil Qayla berselisih jalan dan karena Qayla terlalu fokus agar ia cepat sampai di bandara, Qayla tidak memperhatikan mobil Sultan lewat dan ia pun sampai di bandara.
Qayla pun turun dari mobil dan di bandara sudah sepi, yang ada hanya petugas penjaga di sana.
"Apa aku terlambat ya?" pikir Qayla dalam hati dan ia pun langsung menghampiri penjaga yang sedang menutup gerbang.
"Pak permisi, pesawat yang dari luar negeri itu sudah berangkat belum?" tanya Qayla.
"Baru saja berangkat," jawab petugas itu.
"Oh begitu ya, ya sudah, terima kasih ya Pak," ucap Qayla dengan langkah gontai.
Qayla bejalan mendekati mobilnya dan menundukkan kepala dan memaringkannya di atas badan mobil.
"Aku terlambat lagi, kenapa sih semua jadi kacau seperti ini," keluh Qayla. Dengan lesunya ia masuk mobil.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih