System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 163


__ADS_3

Sultan kembali ke hotelnya dan ia sangat lelah, dari tadi hanya mondar mandir saja.


"Pak Han, belikan aku makanan, aku sangat lapar, oh ya bagaimana tentang Chef itu?" tanya Sultan.


"Sedang di carikan Tuan," ujar pak Han.


"Bagaimana dengan kamarnya?" tanya Sultan lagi.


"Sedang di renovasi Tuan, mungkin besok sudah bisa di tempati," ucap Han pagi.


"Oh baiklah jika begitu, pesankan aku nasi lauknya ayam bumbu, sup iga dan tongseng sapi," pinta Sultan.


"Baik Tuan," ucap pak Han.


Han pun segera menyuruh pegawai hotel untuk mencarikan Sultan makanan.


Sultan merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk.


Triring


Triiring


Triring


Ponsel Sultan berbunyi dan ia segera mengangkatnya.


"Halo," jawab Sultan.


"Sultan, aku sudah selesai di operasi," ujar Derry memberi tahu.


"Oh benarkah, Syukurlah jika begitu, kau jangan terlalu banyak bicara dulu dan jangan banyak bergerak, nanti malam aku akan ke sana, sekarang ini aku sedang istirahat, istirahatlah yang cukup," pesan Sultan.


"Baiklah," jawab Derry dan Sultan mematikan panggilannya.


Tririring


Tririring

__ADS_1


Tririring


Ponsel Sultan kembali bunyi, ternyata dari ketua organisasi.


Dengan malas Sultan mengangkatnya.


"Halo," jawab Sultan.


"Kita berangkat tinggal 3 hari lagi. Besok pagi kamu stanby di markas," ujarnya mengingatkan.


"Baiklah," jawab Sultan.


Ketua itu pun mematikan panggilannya.


"Heh! 3 hari lagi ya, aku ingat markas besar itu juga di negara B, tapi sangat jauh dari wilayah tempat kami akan memperluas kekuasaan, jika aku sudah tau cara susunan rencana itu maka aku akan mengacaukannya, dan saat pembantaian terjadi maka aku akan melarikan diri menuju markas besar mereka," ucap Sultan tertawa sinis.


Tok!


Tok!


Tok!


"Oh baiklah," ucap Sultan membukakan pintu untuk mengambilkan makanannya.


"Terima kasih," ucap Sultan.


"Sama-sama Tuan," ucap Han.


"Jika rumah sudah siap, aku akan mencari pengurus rumah dan pekerja lainnya," ucap Sultan sambil meletakkan makanannya di atas meja lalu melahapnya.


Sesudah makan, Ia pun tidur.


xxx


Tok!


Tok!

__ADS_1


Tok!


Terdengar suara ketukan pintu.


"Sultan, ayo bangun, kita pergi makan yuk," ajak Ibu.


"Ah iya Bu, bentar," jawab Sultan melirik jam ternyata sudah jam 19.25 menit.


"Eh sudah malam ya," ucapnya sambil mengucek matanya lalu bangun dan masuk kamar mandi.


Setelah tubuhnya merasa segar, Sultan pun keluar dari kamar, terlihat Qayla sangat cantik.


"Eh Qayla," sapa Sultan dengan senyum yang mengembang. Qayla membalas senyum Sultan.


"Ayo kita pergi makan," ajak Ibu.


"Eh ayo," angguk Sultan tapi matanya tertuju ke arah Sultan.


"Kamu jawabnya lain mandangnya lain," ucap ibu.


"Eh iya," ucap Sultan segera menuju mobilnya yang di ikuti oleh ibu dan Qayla.


"Kita ke restoran mana nih?" tanya Sultan melihat kebelakang di kursi penumpang yang di duduki Qayla dan ibu.


"Terserah," jawab ibu.


Sultan kembali melihat ke depan dan menstaterkan mobilnya menuju restoran.


"Di sini kalian mau?" tanya Sultan memberhentikan mobilnya di depan restoran mewah, yang pasti bukan restoran yang kemaren.


"Ya sudah, sini aja," jawab Qayla melihat restoran lewat jendela mobil.


Mereka pun turun dari mobil dan menuju restoran tersebut.


"Selamat datang Tuan, nyonya dan Nona," sapa pegawai itu sopan. "Silakan duduk," ucapnya mempersilakan mereka untuk duduk di kursi yang kosong tak jauh dari pintu masuk.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2