System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 50


__ADS_3

"50 miliyar ini untuk Ibu dan sisa 50 miliyar ini untuk apa ya?" pikir Sultan.


SISTEM


(Tuan bangun perusahaan saja)


Sultan mengangguk-angguk.


SULTAN


(Tapi perusahaan apa yang aku dirikan?)


SISTEM


(Tuan bisa menanyakan kepada ibu Tuan)


"Benar juga," ujar Sultan keluar dari kamarnya.


"Sultan, ayo sarapan dulu," ajak ibunya yang sedang menghidangkan makanan di atas meja.


"Iya Bu, oh iya, Sultan udah janji sama Ibu buat ngasih 50 miliyar, sisa uangnya ada 50 miliyar, kira-kira Sultan bagusnya bangun perusahaan apa ya Bu?" tanya Sultan meminta pendapat dari ibunya.


"Hm... kamu mahirnya di bidang apa ya itu yang kamu pilih?" ujar ibu memberi saran.


"Hm 'kan aku ambil jurusan desain, apa aku jadi seorang perancang saja ya, kira-kira aku merancang apa ya? Merancang body gadis cantik, hehehehe๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ˆ," ujar Sultan menyeringai.


Ibu๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’


"Ini lah efek kelamaan jomblo, sana kamu cari pacar, biar kamu pikirannya ngak aneh-aneh dan biar ada yang nemeni Ibu juga, sana kamu cari, sebelum ngak dapat jangan pulang kamu," ujar ibu melempar Sultan dengan periuk, kuali, teflon. Sultan lari terbirit-birit keluar dan berdiri di depan pintu untuk memakai sepatunya.

__ADS_1


Tuiing....


Mendarat sebuah dandang di kepalanya.


"Hadeh, Ibuku galak bener saat minta menantu, gimana kalo dia minta cucu? Nggak selamatlah dunia ini. Ibu aku berangkat dulu, Ibu tenang saja, dalam beberapa hari ini, aku bawa menantu cantik nan elok rupawan, baik hatinya dan tidak sombong, ramah tamah dan murah senyum, penyejuk hati dan enak di pandang, kalo cantik sudah pasti enak di pandang hehehe๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚, tenang saja Bu, aku akan mencari pacar yang sudah ada surat kelakuan baiknya di jamin deh ngak kayak seperti Mantan sebelumnya," ujar Sultan dan ia masuk ke mobilnya.


"Haish... anak itu ngomong ngawur apa sih," ujar ibu tersenyum sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


Ting ting.


Misi level C.


Mengantar seorang nenek pulang kerumahnya.


[Hadiah 30 poin]


SULTAN


SISTEM


(200 meter di depan)


SULTAN


(Oke!)


Sultan pun melajukan mobil sportnya menuju arah yang di beri tahu oleh sistem dan di sana ada seorang nenek yang sedang berdiri sambil celingak celinguk.


"Nenek, ada yang bisa saya bantu?" tanya Sultan mendekati nenek tersebut.

__ADS_1


"Oh iya Nenek mau pulang Nak," ucap nenek itu.


"Mari ku antarkan," tawar Sultan. Nenek itu mengangguk dan Sultan membukakan pintu untuk nenek tersebut.


"Ayo masuk Nek," ajak Sultan. Nenek itu tersenyum manis (Senyum manis seorang nenek-nenek seperti apa?๐Ÿค”๐Ÿค”) dan masuk ke mobil Sultan.


"Di mana rumah Nenek?" tanya Sultan.


"Jalan lurus aja," jawab nenek. Sultan pun melajukan mobilnya mengikuti arahan si nenek.


"Kemana lagi Nek?" tanya Sultan.


"Hm... belok kiri, lalu belok kiri lagi," ujar nenek itu. Sultan kembali melajukan mobilnya.


Nenek itu terus memberi arahan tapi tak juga sampai-sampai di tempat tinggalnya, tidak mungkinkan seorang nenek-nenek bisa bejalan sampai puluhan kilo meter atau dia emang pikun. Dan lebih membanggongkan mereka hanya berputar-putar saja.


"Ini sebenarnya rumah Nenek di mana? Apa Nenek lupa alamat rumahnya nggak? Jika Nenek lupa saya antar ke kantor polisi," saran Sultan.


"Tidak usah Nak, Nenek ingat kok cuma kita harus balik ketempat semula, karena rumah Nenek di sana," jawab nenek tanpa merasa bersalah.


"Lalu Nenek kenapa mengarah ke arah yang jauh," tanya Sultan heran.


"Sebenar Nenek ingin jalan-jalan naik mobil dengan anak muda sepertimu," jawab nenek malu-malu.


Sultan๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’


"Ehem... kenapa Nenek nggak bilang dari tadi," ujar Sultan memutar mobilnya dan melaju mobilnya menuju kembali tempat semula.


"Udah sampai tempat semula nih Nek," ujar Sultan memberhentikan mobilnya tempat di mana nenek berdiri tadi.

__ADS_1


"Bisa antarkan Nenek ke rumah Nak?" tanya si nenek mengulurkan tangannya.


Sultan mengangguk ketakutan karena si nenek genit banget, minta tangannya di gandeng pula.


__ADS_2