
"Aku yang salah, aku yang lalai, sekarang apa yang ingin aku kerjakan semua terbengkalai," ucap Qayla menyesal.
Dengan hati hampa Qayla putar balik dan ia juga bingung mau pergi kemana dulu.
Ia tertidur di sofa rumah Sultan karena terus menelpon nomor Sultan dan akhirnya ia tertidur dan kesiangan dan terlambat datang ke bandara.
Tririrng
Tririring
Tririring
Ponsel Qayla berbunyi nyaring, itu adalah telpon dari pria malam tadi.
Qayla tidak bersemangat mengangkatnya dan ia membiarkan ponselnya yang terus berbunyi.
Sultan menuju hotel yang ada acara tadi malam dan ternyata hotelnya habis berantakkan karena acara tadi malam dan para karyawannya membersihkan kekacauannya.
"Tuan," sapa para karyawannya.
"Jam berapa selesai acaranya?" tanya Sultan.
"Tadi pagi jam 06:30," jawab Jeff.
"Kenapa sepagi itu?" tanya Sultan lagi.
"Mereka nggak mau pulang meskipun makanan sudah tak di sediakan lagi ," jawab Jeff.
"Mereka tidur di sini?"
"Tidak Tuan."
__ADS_1
"Jadi apa yang mereka lakukan?" tanya Sultan heran.
"Mereka hanya joget-joget, jika lelah mereka istirahat dan hanya itu yang saya amati," jawab Jeff.
"Oh baiklah jika begitu, oh ya ini bajumu aku letakkan di kamar ya," ucap Sultan.
"Baik Tuan," ucap Jeff menundukkan kepala.
Sultan pun mandi dan berganti pakaian ia pun langsung pergi.
Sultan hari ini tidak masuk kuliah dan ia langsung keperusahaannya.
"Selamat datang Tuan Ceo," sapa karyawannya.
Sultan mengangguk.
Sultan masuk ke ruangannya dan memanggil sekretarisnya.
"Kelihatannya menurun Tuan," jawab sekretaris itu menyerahkan laporan penjualannya.
Sultan mengambil laporan itu dan melihatnya dengan teliti.
"Di mana laporan keuangannya?" tanya Sultan lagi.
"Sebentar Tuan, akan saya ambilkan kepada pemegang keuangannya," ucap sekretaris itu.
"Kenapa harus di ambil dulu, bukannya seharusnya sudah ada padamu?" tanya Sultan.
"Maaf Tuan saya akan mengambilnya sekarang kepada pemegang keuangannya karena bulan tadi belum di serahkan kepada saya laporan tersebut," jawab sekretaris itu gemetar.
"Cepat ambil dan sekalian panggil dia," perintah Sultan.
__ADS_1
"Baik Tuan," angguk sekretaris itu berlari keluar dari ruangan Sultan.
Tak lama kemudian Sekretaris itu membawa orang memegang buku keuangan dan ia sangat gemetar.
"Ini laporannya Tuan," ucap sekretaris itu menyerahkan kepada Sultan.
Sultan pun melihatnya. "Ini bukannya stabil? Kenapa penjualan bulan ini menurun?" tanya Sultan.
"Tidak tau Tuan, karena itu yang saya dapatkan dari pegawai yang mengerjakan laporan penjualannya," jawab sekretaris.
Sultan menggukan mata tembus pandang dan ternyata laporan keuangan itu adalah laporan bulan lalu, namun pegawai yang membuat laporan keuangan itu dengan cepat ia merubahnya menjadi bulan sekarang.
"Ini bukannya laporan bulan lalu," ujar Sultan memandang ke arah pegawai itu.
"Ti-tidak Tuan, itu laporan bulan sekarang dan itu ada tangal dan bulannya," jawab pegawai itu gagap.
"Kau jangan membohongiku!" bentak Sultan.
Pegawai itu menundukkan kepala dan ia ingin menangis. Sekretaris itu pun terkejut.
"Jangan mentang-mentang aku jarang ke sini kalian berbuat seenaknya, ini laporan bulan lalu yang kamu rubah barusan kan?" tanya Sultan dengan nada tinggi.
"I-itu..." pegawai itu tak bisa berkata-kata.
"Aku memperkejakan kalian itu agar kalian punya penghasilan dan menunjang ekonomi kalian, meskipun perusahaan ini naik di pasaran atau bangkrut dan jungkir balik, kalian tetap aku prioritaskan, aku hanya ingin mempekerjakan orang yang jujur dan mau mengembang perusahaan ini, sekali pun perusahaan ini bangkrut gaji kalian tetap aku bayar, apa kamu pernah nggak aku bayar atau gaji yang aku berikan sangat kecil bagimu?" tanya Sultan marah
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1