System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 59


__ADS_3

"Katakan kepada kedua orang tua bangka itu, aku ingin membeli perusahaannya," ucap Sultan tegas.


"Apa Anda tidak main-main Tuan?" tanya pegawai itu tak percaya.


"Dulu aku memang susah, itu kamu lihat mobilku mobil apa?" tanya Sultan menunjuk ke arah mobilnya.


"Itu mobil sport edisi terbatas Tuan," jawab pegawai itu.


"Nah itu dia, kenapa kamu tidak percaya jika saya ingin membeli perusahaan ini?" tanya Sultan.


"Jika begitu tunggu sebentar ya Tuan, saya akan bertanya kepada bos saya dulu," ujar pegawai itu pamit dan berlari ke arah 2 orang yang sedang bertengkar.


"Bos, ada yang ingin bertemu dengan Anda," bisik pegawai itu kepada bosnya yang berbadan gemuk, bos yang 1 lagi badannya kurus.


"Bilang dengan dia jika saya sedang sibuk," ujar bosnya marah.


"Tapi dia bilang ingin membeli perusahaan ini," bisiknya lagi. Bos tersebut terdiam sesaat.


"Suruh dia masuk," perintahnya.


"Baik Bos," ujar pegawai itu berlari menuju ke arah Sultan.


"Tuan, bos menyuruh Anda masuk," ujar pegawai itu. Sultan mengangguk lalu masuk ke dalam ruangan tersebut dan di ikuti Tedi.


"Silakan duduk," ujar bos berbadan besar mempersilakan Sultan.


"Ada apa ini?" tanya bos yang badannya kurus.


"Oh ya, kata pegawai saya Anda ingin membeli perusahaan ini?" tanya bos gemuk itu tanpa memperdulikan temannya bertanya.


"Oh betul," jawab Sultan layaknya seorang yang bijak.


"Tapi Anda terlihat muda, apa Anda benar-benar yakin ingin membelinya, jika saya lihat Anda hanya main-main?" tanya bos itu.


"Sebutkan saja harganya," ujar Sultan menaikkan kakinya sebelah.


"15 miliyar, apa kamu punya uang sebanyak itu, apa kamu sanggup," sela bos berbadan kurus. Sultan memajukan wajahnya ke depan wajah bos kurus itu.


"Haish... mobilku saja seharga 250 miliyar, masa aku nggak sanggup beli perusahaan yang harganya 15 miliyar, (kembali duduk di posisi awal). Ehemm... begini, aku beli 16 miliyar semua kariyawan ini tetap bekerja di sini, bagaimana?" tanya Sultan membuat pilihan.


"Mana buktinya jika kamu punya uangnya sebanyak itu?" tanya bos kurus itu tak percaya.


"Ini," ujar Sultan membuka tasnya dan mengeluar mengeluarkan uang 20 miliyar. Mata mereka terbelalak lebar.


"Setuju," jawab bos gemuk itu cepat.


"Tapi dengan syarat, atas nama perusahaan ini adalah namaku dan juga kalian yang membalikkan namanya, saya hanya mau terima bersih, dan juga saya tak mau perusahaan ini ternyata perusahan ternyata bermasalah, jadi saya ingin semua laporan masuk ke saya, jika ada masalah sedikit saja, jangan harap saya akan mengeluarkan uangnya" ujar Sultan tegas.

__ADS_1


"Saya jamin Tuan, perusahaan kami ini 100% tidak ada masalah," ujar bos gendut itu menganggukkan kepala.


"Benar Tuan, tidak akan ada masalah," ujar bos kurus itu tertawa. Sultan menatapnya tajam seketika bos itu terdiam.


"Bagaimana jaminan adalah anak perempuan Anda," ujar Sultan layaknya seperti bos mafia seperti di novel-novel.


"Maaf Tuan anak saya masih berumur 3 tahun," ujar bos gendut itu.


"Benar Tuan, dan saya tidak punya anak perempuan," celetuk bos kurus itu.


"Saya tidak tanya dan saya bukan pria mesum sampai anak balita saya hembat, saya hanya ingin mencarikan menantu untuk ibu saya, itu saja," ucap Sultan.


"Bagaimana jika saya bantu carikan," tawar bos gendut itu.


"Tidak perlu, saya masih bisa cari sendiri, kelihatan sekali jika saya nggak laku," omel Sultan. "Ya sudah itu saja, ini alamat saya," ujar Sultan menuliskan alamatnya di secarik kertas.


Sultan dan Tedi pergi meninggalkan mereka dan mereka mengantar sampai di depan pintu.


Ting ting.


Misi selesai.


Anda mendapatkan 40 poin.


Poin Anda menjadi 350 poin.


"Heh Sultan, kamu udah kaya, udah keren sayangnya masih jomblo," ejek Tedi terkekeh.


"Hehehe... bagaimana jika kita pacaran," ujar Tedi bercanda sambil tertawa.


"Menjijikan, aku mah masih normal," ujar Sultan mengkerucutkan bibirnya.


"Bercanda, kamu 'kan best friend my best**ie," ujar Tedi tersenyum menepuk pundak sahabatnya itu.


"Ya udah, kita kembali ke CAMP sama lihat mobil kamu ada yang perlu di perbaiki nggak," kata Sultan memberi saran.


"Oke!" jawab Tedi setuju sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Peringatan! Peringatan!


Ada musuh.


SULTAN


(Apa yang terjadi?)


SISTEM

__ADS_1


(Ada orang yang sudah mendatangi CAMP kalian)


Sultan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar cepat sampai. Tedi memegang erat sabuk pengamannya.


"Sultan kamu ngejar apaan sih," jerit Tedi.


"Di CAMP kita ada orang," jawab Sultan.


"Apaaaa? Nggak kedengaran," teriak Tedi lagi sambil ketakutan. Sultan tidak peduli pertanyaan Tedi, tidak ada waktu buat menjelaskan karena Sultan fokus dengan kemudinya.


Sesampainya di sana ada sekelompok pria yang sedang mengutak atik mobil Tedi. Sultan dan Tedi turun dari mobil dan Tedi langsung berlari ke arah mereka.


"Hey brengsek, kalian apain mobilku!" teriak Tedi tak terima.


"Oh mobil kamu, ngapain parkir di sini?" tanyanya mencibir.


"Parkir lu bilang, ini Camp kami!" bentak Tedi marah.


"Jangan sok ngaku kalian, waktu aku datang bukan kalian yang punya," ujarnya.


"Iya, setelah sekelompok pria cengeng di hajar oleh temanku ini tempat sudah jadi milik kami," jawab Tedi kesal.


"Kalau ini tempat kalian, mana buktinya?" tanya pria itu mengangkat alis.


"Bukti, inilah buktinya kami yang menguasai tempat ini, dan geng cakar srigala itu udah pada tobat," jelas Tedi.


"Jika ini tempat kalian lalu kenapa? Siapa kuat dialah menang," ujar pria itu.


"Heh! Siapa kuat dia menang, kalian nggak tau kehebatan temanku 1 ini, geng cakar srigala aja di bikin tobat apa lagi kalian, geng nggak jelas," ujar Tedi memprovokator.


"Brengsek! Kamu bilang kami geng nggak jelas, kamu yang nggak jelas, Heh guys kita hajar saja mereka, mereka cuma 2 orang dan kita 6 orang, mereka kalah jumlah, dan juga mobilnya pada keren-keren tuh lumayan buat meresing," saran temannya.


"Boleh juga tuh," jawab temannya yang lain.


"1 orang lawan 3, kita lihat siapa yang akan menguasai tempat ini nanti," ujarnya meremehkan.


"Tidak perlu," Sultan angkat bicara.


"Nah gitu donk, itu adalah pilihan bijak, mundur itu lebih baik sebelum kalian habis babak belur, sampai orang tua kalianpun tidak mengenal kalian nanti, sini mana kunci mobilnya, habis itu kalian boleh pulang," ujar pria itu mengulurkan tangannya.


"Ehemm... maksudku tidak perlu 1 lawan 3, aku sendiri saja yang menghabisi kalian," jawab Sultan.


"Apaaa? Kalian dengar dia sendiri yang akan menghabisi kami semua, kau berharap jadi spirderman. Hahaha kau ingin menjadi jagoan dengan mengalahkan kami," ujarnya mencibir.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH

__ADS_1


TERIMA KASIH


Jangan lupa mampir ke karya aku (Sistem miliyader and foya-foya)


__ADS_2