
Akhirnya mereka benar-benar tak sadarkan diri.
"Pelayan, bisa di bawakan mereka kepenginapan?" tanya Sultan.
"Bisa Tuan," ucap pelayan itu segera memanggil satpam untuk menolong mereka membawakan di penginapan restoran tersebut.
Mereka membuka sepatu dan membuka baju bagian dada mereka agar bisa bernafas lega.
"Aku mau minum lagi," ujar kakek tua itu mengangkat tangannya.
"Hey kakek Tua, sepertinya kau sangat gelisah dengan batu giok itu, lebih baik kau cerita denganku untuk menghilangkan kegelusahanmu," ucap Sultan.
__ADS_1
"Giok? Ah tidak mau," ucap pria tua tua itu membalikkan badannya.
"Jika kau tak cerita itu akan menjadi beban untukmu, selama ini kau simpan sendiri masalah giokmu, aku akan mendengarkan kisahnya," pujuk Sultan.
Orang tua itu pun bangun. "Sssttttt...tapi kamu jangan bilang-bilang ya sama siapa pun termasuk kedua orang tua ini," ucap pria jenggot itu meletakkan ujung jari telunjuknya di mulut.
"Tenang saja, Anda bisa mempercayaiku pak Tua," ucap Sultan.
"Lalu di mana adik Pak Tua?" tanya Sultan.
"Entahlah, ada desas desusnya jika dia sudah di bunuh karena ia berkhianat, salah satu temanku mencari tahu masalah itu dengan cara masuk ke organisasi itu jika adikku di bunuh karena kepala organisasi itu ingin memanfaatkan sebuah teknologi hasil buatan adikku untuk kejahatan namun adikku menolak untuk memberikan kepada kepala organisasi itu dan menonaktifkan sistem tersebut dan tentu saja membuat ia marah dan membunuhnya, saat itulah temanku yang mengintip sempat melarikan diri dan menceritakan semuanya padaku namun beberapa hari kemudian ia malah kehilangan nyawanya. Organisasi itu sangat kejam dan bengis, tapi aku tidak tahu kenapa mereka membiarkan aku dan keluargaku hidup, entah itu menunggu istri adikku pulang dan mereka baru akan beraksi namun masalah giok itu mereka tidak tahu sama sekali, makanya aku berani mempublikasinya," ucap pak Tua itu yang hampir mengantuk.
__ADS_1
"Baiklah pak Tua, sepertinya Anda butuh istirahat, istirahatlah yang cukup, tenang saja aku akan menyimpan dan mencari tahunya," ucap Sultan membaring di tempat tidur.
Sultan pun berjalan keluar dan juga ini sudah menunjukkan pukul 01:30 menit.
"Tolong jaga mereka ya, aku pulang dulu," ucap Sultan kepada pegawai tersebut.
"Baik Tuan," angguk pegawai itu.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMIENI DANI HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH