System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 140


__ADS_3

"Kamu kenapa melihat ku seperti itu?" tanya Qayla menatap Sultan tersenyum.


"Eh tidak apa-apa, ngomong-ngomong makasih ya udah bantu perusahaanku," ucap Sultan.


"Kitakan kerja sama, jadi kalau kamu tidak di sana siapa lagi yang akan menghandlenya agar maju, aku senang kok kerja di perusahaanmu," ucap Qayla.


"Syukur deh kalo kamu suka, aku juga senang, kamu tunggu sebentar ya di sini," ucap Sultan meninggalkan Qayla. Qayla mengangguk.


Sultan pergi mencari es krim, biasanya di tempat seperti itu ada mang es krim yang jualan.


"Hay manis," sapa seorang pria dengan 3 orang temannya.


Qayla hanya diam tidak peduli dengan para pria itu.


"Boleh duduk di sini?" tanya pria itu duduk di samping Qayla.


"Maaf di situ sudah ada pemiliknya," ucap Qayla dengan wajah datar.


"Di mana? Kenapa dia meninggalkan gadis secantikmu sendirian? Atau dia sedang mengoda gadis di tempat lain?" ujar mereka tertawa.


Qayla mengangkat kakinya menendang dagu pria yang di sampingnya.


Pletaak!


Gigi pria itu terbang ke atas dan di sambut oleh temannya.


"Sialan! Bawa gadis ini, aku ingin membalas dendam, kita akan bergilir menikmatinya," ucap pria itu sambil menutup mulutnya yang berdarah.


Qayla melayangkan tendangan lagi ke arah kepala pria itu hingga ia puyeng dan jatuh pingsan.


"Gila! Ternyata dia jago bela diri," ucap temannya. Mereka pun mengangkat temannya yang pingsan dan berusaha lari.


"Jangan harap kalian bisa lari," ucap Qayla menarik kerah baju lalu menendang perut beberapa kali, dan temannya yang lain, Qayla mengaitkan kakinya ke kaki teman pria itu membuatnya terjatuh, Qayla langsung melompat dan menghantam perut dan kepalanya lalu meninju pipinya. Mereka pun tak berdaya lagi.


Sultan pun datang membawa 2 buah es krim di tangannya.


"Eh Qayla, kamu tidak apa-apa?" tanya Sultan berlari mendekati Qayla.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja," jawab Qayla.


"Nih untuk kamu, pasti hauskan setelah menghajar mereka," ujar Sultan menyerahkan es krim itu kepada Qayla.


"Terima kasih," ucap Qayla menerimanya dan mensruput es krim tersebut.


"Jadi orang-orang gimana?" tanya Sultan menunjuk ke arah mereka yang sudah babak belur dan pingsan.


"Kita pindah tempat lain aja yuk," ajak Qayla menarik tangan Sultan. Sultan yang di belang tersenyum. "Indahnya jika seperti ini, tapi sayangnya keadaan sekarang aku takut melibatkanmu," ucap Sultan dalam hati.


Mereka berdua duduk di kursi yang lain sambil melihat danau yang hijau.


"Kamu mau naik bebek air itu nggak?" tanya Sultan memiringkan tubuhnya menghadap Qayla.


"Boleh deh," angguk Qayla tersenyum.


Sultan menyewa bebek air tersebut dan mereka pun naik.


"Tempatnya bagus banget, indah," ucap Qayla terkagum-kagum.


Ting ting


Menyelamatkan seorang anak jatuh ke danau


Hadiah 20 poin


Hadiah 250.000.000


"Tolong anak saya jatuh ke danau!" teriak seorang ibu-ibu.


"Qayla aku ke sana dulu," ucap Sultan.


"Ya hati-hati Sultan," pesan Qayla. Sultan mengangguk dan membuka bajunya lalu menceburkan diri ke danau dan berenang ke arah anak yang terjatuh.


Sultan menyelam dan mendapat anak itu yang sudah lemas dan kesadarannya mulai menghilang, untungnya cepat di selamatkan.


Sultan menekan dada anak itu pelan dan tersembur air dari mulutnya, anak itu pun menangis. Qayla pun mendekati Sultan dan membawakan bajunya.

__ADS_1


"Syukurlah Nak kamu selamat, Mama janji nggak bawa kamu kesini lagi," ucap ibu itu memeluk anaknya yang baru berusia 3 tahun.


"Terima kasih ya Nak sudah menyelamatkan anak saya, kamu mau kompensasi apa, akan saya berikan," ucap ibu itu.


"Tidak perlu Bu, saya iklas bantu kok, semoga anak Ibu bail-baik saja," ucap Sultan.


"Terima kasih ya," ucap Ibu itu langsung membawa anaknya pulang.


Ting ting


Misi selesai.


Selamat Anda mendapatkan 20 poin


Poin Anda menjadi 250 poin


Selamat Anda mendapatkan 250.000.0p00


Hadiah Anda menjadi 4.791.348.000.000.


Qayla mengulurkan baju Sultan. "Kita cari toko baju buat kamu ganti pakaian basah ini, nanti kamu masuk angin," ucap Qayla.


"Makasih ya udah perhatian," ucap Sultan menerima bajunya sambil tersenyum.


"Kamu ada-ada aja," ucap Qayla tertawa renyah.


Mereka pun memutuskan untuk pergi dari danau tersebut dan menuju toko baju.


Sesampainya di sana Qayla memilihkan baju yang cocok dengan ukuran Sultan, dan Sultan terpaksa mengenakannya di dalam mobil karena celananya basah kuyup.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH


mampir juga ke karyaku (System super kultivasi)

__ADS_1


__ADS_2