
Dor!
Seketika mereka berdua mati bersama.
Saat itu mereka semua terdiam sesaat, ketua organisasi itu melihat ke arah Sultan sedangkan Sultan yang masih di posisi senjata api di tangannya.
"Ya sudah, bunuh mereka semua," perintah ketua itu kepada anak buahnya yang lain.
Mereka yang kehilangan ketuanya kucar-kacir menyelamatkan diri. Dan akhirnya kelompok mereka menang, musuh mereka banyak yang mati bergelimpangan.
Ting ting
Misi selesai.
Anda mendapatkan 200 poin.
Poin Anda menjadi 290.
Selamat Anda mendapatkan hadiah 1.000.000.000.000.
Hadiah Anda menjadi. 4.790.298.000.000.
Setelah semuanya selesai, ada seorang anak buah ketua itu menghampiri ketuanya. "Ketua, apa ketua tidak menghukumnya karena sudah membunuh Ferry?" tanya bawahannya.
"Tidak perlu, ia melakukan itu untuk melindungiku," ucap ketua itu mengiklaskan. "Karena orang kepercayaanku sudah meninggal, jadi kamu sebagai gantinya," ucap ketua itu langsung mengangkat Sultan menjadi orang kepercayaannya.
"Terima kasih ketua," ucap Sultan mengangguk. "Tapi ketua, aku tidak pantas mendapatkannya karena aku mungkin akan sangat jarang bersama ketua, karena aku terkadang ada urusan mendadak," ucap Sultan.
"Tidak apa, itu sebagai jabatan tanda terima kasihku karena kau sudah 2x menyelamatkanku, dan juga sudah membunuh ketua lawan sehingga kita bisa menang," ucap Ketua itu menepuk pundak Sultan.
__ADS_1
"Jika begitu terima kasih ketua," ucap Sultan.
"Ketua, jika dia tidak bisa sering bersama Ketua, bagaimana dia pantas mendapatkan jabatan itu, dan juga dia sudah membunuh kak Jerry," ucap yang lain tak setuju.
"Tidak apa-apa, aku akan memilih satu lagi sebagai tangan kananku yang bisa sering bersamaku," ucap ketua itu.
"Jadi maksud ketua itu hanya status untuknya saja dan dia bisa menikmati keuntungan dari jabatannya?" tanya bawahannya yang lain ngotot.
"Tentu saja, jika kalian bisa begitu aku akan melakukan hal yang sama dengan kalian," ucap ketuanya.
Mereka terdiam namun mereka tetap tidak puas dengan keputusan ketuanya.
"Baiklah jika begitu, aku pergi dulu, dan kamu, markas tadi adalah kamu sebagai ketuanya di sana, aku akan mengirimkan orang di sana," ucap ketua itu kepada Sultan.
"Terima kasih ketua," ucap Sultan. Ketua itu pun pergi dengan beberapa anak buahnya yang lain dan sisanya tinggal di markas mereka.
"Bagaimana mungkin ketua bisa mengangkat orang yang sudah membunuh kak Jerry di depan matanya dan kini ia malah mengangkatnya menjadi tangan kanannya sekaligus ketua di markas," ucap mereka tak setuju sambil melihat Sultan dengan sinis.
"Kalian, jika tidak senang kalian bisa protes dengan ketua, jika kalian hanya bicara seperti ini di belakangku, sama sekali tidak ada pengaruh bagiku," jawab Sultan.
"Cih! Jangan sok bagak karena kau di angkat jadi ketua, di mataku kau bukan apa-apa," ucap pria itu tidak senang.
"Jangan kau pikir aku juga menganggapmu, kau hanya orang ku anggap angin lalu dan hanya sebutir debu yang terbang," balas Sultan.
"Bangsat!" teriaknya marah, mengangkat tinjunya tinggi-tinggi dan ingin meninju Sultan. Sultan menangkap tangannya.
"Cukup!" bentak yang lainnya.
Mereka pun berhenti. "Masalah ini kita bahas nantinya, kita selesaikan dulu di markas itu," ucap teman-teman lainnya.
__ADS_1
Mereka kembali menuju rumah tempat Sultan membunuh orang organisasi itu. "Akhirnya aku perlahan-lahan bisa masuk ke dalam organisasi ini," ucap Sultan dalam hati.
"Wah... tak menyangka kita kembali lagi ke sini, jika mereka tidak mati di bantai, mungkin kita tidak akan kembali bertugas di sini," ucap salah satu dari mereka setelah sampai di rumah tersebut.
"Bagaimana lagi, aku harap tingkatan kita juga tidak turun, semoga ada cepat pengantinya?" ucap temam yang lain.
"Iya, aku nggak betah di sini," sahut teman yang lain.
"Aku juga berharap ketuanya juga cepat di ganti," celetuk pria yang meninju Sultan tadi dan melihat Sultan dengan sinis.
"Ya sudah, jika begitu kau saja yang jadi ketua, aku tidak mau jabatan itu," ucap Sultan pergi nyelonong begitu saja entah ke mana.
"Mau ke mana?" tanya pria yang lain.
"Terserahkulah, suruh dia jadi ketua, jika ketua datang katakan saja aku sudah di gantikannya, dia merasa hebat, suruh saja dirinya," sahut Sultan dari kejauhan.
Sultan pun menuju mobilnya yang jauh dari rumah tersebut yang terparkir di dalam semak.
Ketika mobil di jalankan terasa berat, ternyata ada seseorang di bawah mobilnya, sepertinya habis di gilas oleh mobil itu sendiri.
"Ada apa ini Suqay, apa dia menganggumu?" tanya Sultan.
Tin! Tin!
Mobil itu menjawabnya.
"Bagus suqay, jika ada yang begitu lagi, maka lindas saja," ucap Sultan.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH