
SULTAN
(Aku ingin memodifikasi mobil ini bisa melaju sendirinya dengan kecepatan penuh dan juga bisa mengemudi di air, dan juga ketika aku memanggilnya ia akan datang kepadaku seolah-olah ada supir di dalamnya, aku juga mau ia bisa berganti warna setiap 1 jam sekali, dan aku memberi namanya Suqay)
SISTEM
(Sistem akan memperoseskannya selama perjalanan)
Ting ting.
Memprogramkan...
Proses...
Loading...
Memuat...
Memulai modifikasi...
Kecepatan penuh tanpa kendali...
Mulai...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%....
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai...
Poin Anda di potong 100 poin.
Sisa poin Anda menjadi 860 poi.
Penambahan baling baling.
Proses...
Mulai...
10%...
20%...
50%...
70%..
90%...
100%...
Selesai...
Poin Anda di potong 50 poin.
Poin Anda menjadi 810 poin.
Panggilan otomatis...
Memuat...
Mulai...
10%...
40%...
50%...
__ADS_1
80%...
100%...
Selesai.
Poin Anda di potong 40 poin.
Poin Anda menjadi 770 poin.
Warna otomatis
Loading...
Mulai...
10%...
30%...
50%...
70%...
90%...
100%...
Selesai..
Poin Anda di potong 30 poin
Poin Anda sisa 750 poin.
Selamat Mobil Anda sudah di modifikasi.
Silakan mencobanya.
SULTAN
(Terima kasih Sistem)
SISTEM
(Sama-sama Tuan, senanh bisa melayani Anda)
Bruuum!
Bruuum!
Bruuuuuuuuuuuuuuummmm!
"Wah ini benar-benar kerennnnnn!" teriak Sultan senang.
Mobilnya bagaikan melesat di atas angin karena terlalu laju dalam yang tadi perjalanannya 2 jam ke markas, kini bisa hanya 30 menit ia sampai ke tempat perustirahatan tentara tersebut dan dalam hitungan menit lainnya, ia pun sampai kerumah.
"Lho kamu siapa?" tanya ibu heran dengan keberadaan orang asing dengan mobil sport warna ungu tua dan pake baju wanita compang camping dan juga di dandan.
"Aku ya anak Ibu, anak siapa lagi," ujar Sultan masuk rumah.
"Jangan berani kamu masuk ke rumahku!" ujar ibu menghalangi Sultan.
"Ayo lah ibu, aku mau mandi," ucap Sultan.
"Anakku laki-laki, bukan perempuan," ucap ibu.
Sultan melihat tububnya yang masih memakai baju wanita dan ia pun segera menghapus dandan di wajahnya.
"Nih lihat, aku laki-lakikan," ucap Sultan sambil mengoyak bajunya.
"Ya udah kamu masuk sana," ucap ibu yang langsung memberinya jalan.
Sultan pun melangkahkan kakinya masuk kamarnya.
"Ngapain juga pake baju perempuan, udah gitu kaya gembel lagi, nggk mungkinkan dia pergi minta sedekah," omel ibunya.
Sultan segera mandi hari juga sudah hampir malam, Sultan pun merebah tubuhnya, meskipun ia kebal dengan senjata api tapi jika di hujani dengan peluru tubuhnya juga tidak baik-baik saja, ia bukan robot, ia juga manusia biasa.
SULTAN
(Sistem, aku ingin menambahkan energi kekuatan, seharian bertarung di markas tentara dan di markas Randi tubuhku sangat lelah aku juga ingin menambah perisai, di dunia ini paati ada orang yang lebih kuat dariku)
SISTEM
(Baik Tuan, Sistem akan memperkuatkan tubuh Tuan)
__ADS_1
Menambahkan kakuatan...
Proses...
Loading...
Mulai...
100%...
200%...
300%...
400%...
500%...
600%...
700%...
800%...
900%...
1000%...
Selesai.
Poin Anda di potong 700 poin.
Sisa poin Anda 50 poin.
Zzzzzztttt! Zzzzzttttt!
Zzzzzztttt! zzzzzttttttt!
Keluar seperti kilat dari tubuh Sultan, menandakan tubuh Sultan sudah di perkuatkan 2x lipat dari biasanya.
"Ini benar-benar luar biasa," ucap Sultan mengeleng kepala.
Ia pun segera keluar dari rumah dan mecari pohon besar.
"Oh iya, di depan rumah pak Hermankan ada pohon besar 3 batang, boleh di coba di sana aja deh," ucap Sultan melangkahkan kakinya ke sana.
Di rumah pak Herman ada 3 pohon 2 di depan dan satunya di belakang. Sultan memilih pohon yang di belakang rumahnya. Ia mengendap-endap berjalan menuju belakang rumah biar nggak ketahuan.
"Baiklah, akan ku coba di sini," ucap Sultan mengeluarkan energinya.
Zzzztttt! Zzzztttt!
"Hiattt!" Sultan meninju pohon itu dengan kekuatannya.
Duaaaakk!
Duaaaakkkkk!
Baaaammmmmm!
Pohon besar itu roboh sekatika.
"Ini sangat luar biasa," ucap Sultan berdecak kagum dengan kemampuan barunya.
"Siapa itu!" teriak pak Herman keluar membawa parang panjang.
"Astaga! Aku harus lari nih, kalo ketahuan bisa di omel nih ampe 7 turunan," ucap Sultan berlari secepat mungkin.
"Huh lelah juga, aku akan menambahkan kecepatanku seperti kilat," ucap Sultan setelah sampain di rumahnya.
Sedangkan pak herman. "##£#¥#*;#?@(*@#^*@*?!($$@^/!€(@,(@,," kira-kira begitulah omelan pak Herman ketika melihat pohon kesayangannya tumbang.
xxx
Ke esokan paginya.
"Bu, hari ini Ibu dan Qayla aja ya yang ngurus, nanti biarku telpon para karyawan bahwa semuanya aku serahkan kekuasaan pemilihan kepada Ibu dan Qayla biar mereka percaya," ucap Sultan.
"Ya udah, dan juga habis dari perusahaan ibu ada undangan juga acara nikahan, Ibu sering di undang acara nikahan, tapi kamu entah kapan nikahnya," ucap ibu.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH
__ADS_1
Mampir juga ke karyaku ( Pendekar tombak naga emas.)