
Semua pun sudah selesai, Sultan kembali ke tempat pembuatan showroom.
"Bagaimana pengerjaannya? Apa ada kendala?" tanya Sultan.
"Semuanya berjalan lancar, apa lagi pembuatan showroom ini tidak seperti buat rumah, jika rumah banyak skat dan lain sebagainya, jika ini hanya dinding keliling saja," ucap pemborong bangunan tersebut.
"Baguslah jika begitu, semoga cepat selesai," ucap Sultan melihat gedungnya.
"Baiklah teruslah bekerja, aku mau pergi dulu," ucap Sultan.
"Baik Tuan," angguk pemborong itu.
Sultan kembali masuk mobilnya.
"Aku coba pulang kerumah ibu, bagaimana rumahnya sekarang," ucap Sultan melajukan mobilnya menuju rumah lamanya.
Sesampainya di sana, rumah itu tampak besar dan mewah. Sultan pun masuk kedalam dan rumah itu tampak rapi sekali.
"Pak Man benar-benar rapi pengerjaannya," ucap Sultan.
Sultan pun keluar dari rumah ibunya dan ia pun kembali masuk mobilnya.
Sultan mengendara pelan-pelan dan tampaklah pak Herman sedang bersantai menemani anaknya main sepeda.
"Apa kabar Om?" tanya Sultan menepuk pundak pak Herman.
"Eh Sultan, sudah lama nggak kelihatan, kamu kemana saja selama ini?" tanya Pak Herman.
"Aku beli rumah baru, rumah yang ini untuk ibu dan Ayah," ucap Sultan.
"Ayah? Kamu punya Ayah baru?" tanya pak Herman kaget.
"Apa bisa di sebut begitu? Entahlah, yang penting dia ayahku," ucap Sultan.
"Mau aku jelaskan apa dia mengerti?" tanya Sultan dalam hati.
"Jadi di mana mereka sekarang?" tanya pak Herman.
"Mereka sekarang di Amerika, untuk berobat," jawab Sultan.
"Siapa yang sakit? Ibumu?" tanya Pak Herman kaget.
__ADS_1
"Bukan, Ayahku yang sakit, setelah mereka pulang nanti baru rumah akan terisi kembali," ucap Sultan.
"Kapan mereka kembali?" tanya Pak Herman penasaran.
"Entahlah, tapi sudah hampir pulih, mungkin dalam waktu dekat mereka akan pulang," ucap Sultan.
"Syukurlah jika begitu," ucap pak Herman lega.
"Ya udah kalau gitu, aku permisi dulu Om, itu bagaimana pohon Om, apa tumbuh kembali?" tanya Sultan.
"Ya nggaklah, Akarnya gosong begitu dan pohonnya juga sudah patah, gimana mau hidup, sampai hari ini pun Om nggak tau siapa pelakunya," ucap Pak Herman kesal.
"Udahlah Om, lagiankan sudah ku beri uang biar Om Nggak kesal lagi, tapi Om masih saja kesal," ucap Sultan.
"Iya, Om janji deh nggak mengingatkan lagi, kamu sih yang ngingatin Om tadi," ucap Pak Herman.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu Om," ucap Sultan dan ia pun menuju mobilnya.
"Sultan!" panggil Pak Herman.
"Ada apa Om?" tanya Sultan balik badan.
"Hm itu... kamu nggak kasih Alira jajan kah?" tanya pak herman mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ini khusus untuk Alira, kalo Om yang makan nanti kena bisulan," umpat Sultan.
"Eh kok tega bener kamu," ucap pak Herman dengan wajah sedih.
"Tapi Om bilangnya untuk jajan Alira, Om kalau maukan bisa cari sendiri, bilang aja kalo Om yang minta, alasan buat jajan Alira," ucap Sultan.
"Hehehe... boleh ya Om yang Ambil cuma selembar aja," ucap Pak herman memohon.
"Nggak Ini untuk Alira, secuilpun Om ambil, Om kena bisul," ucap Sultan.
"Ya udah deh, tapi makasih deh Sultan, sering-sering mampir kesini ya," ucap pak Herman meskipun tak rela.
"Ya Om, sehat-sehat sekeluarga ya," ucap Sultan masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi.
"Huhuhu... gimana mau sehat, sempat aku ambil uang Alira ini aku bakal kena bisul," ucap Pak Herman bersedih.
Ting ting
__ADS_1
Hadiah Anda di kurang 10.000.000
Sisa hadiah Anda 10.236.740.000.000
Sultan kembali ke perusahaannya karena hari juga sudah sore ia ingin menjemput Qayla untuk pulang.
"Gimana? Udah selesai?" tanya Sultan.
"Dikit lagi, aku pesakan makanan ya," ucap Qayla.
"Iya, aku dari tadi lupa makan," ucap Sultan manja.
"Bentar ya sayang," ucap Qayla tersenyum. Qayla pun nemesan makanan cepat saji lewat online agar cepat sampainya.
Tak lama kemudian, makanan pun sampai.
"Mari kita makan," ajak Qayla menyiapkan makanan dan memberikan Sultan sendok dan garpu.
"Makasih sayang," ucap Sultan.
Qayla tersenyum.
"Tolong donk Fotoin," ucap Sultan memberikan ponselnya kepada sekretarisnya.
"1 2 3 cissss,"
Ckrek!
Ckrek!
foto pun ia dapatkan dan Sultan langsung mengupload ke media sosialnya.
"Ini bukannya foto wanita yang berada di rumah sakit? Apa Sultan dan dia punya hubungan?" tanya Sarah ketika ia melihat foto Sultan sedang makan dengan seorang wanita.
"Lalu acara yang di buat Sultan itu untuk apa?" tanya Sarah penasaran.
"Aku akan memastikannya," ucap Sarah beranjak dari tempat tidurnya dan ia pun pergi ke rumah Sultan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih