System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 252


__ADS_3

Wajah Sarah langsung berubah, jika ia tahu, ia akan melahap semuanya. Terlihat dari wajahnya ia sangat kesal.


"Ya udah, aku mau pulang, antarkan aku Sultan," ucap Sarah.


"Kenapa aku yang mengantarmu? Kau sendiri yang mau ikut," ucap Sultan merasa enggan.


"Aku kan datang sama kamu, ya pulang juga harus sama kamu," ucapnya sedikit dengan nada tinggi.


"Sana antarkan," ucap Sultan menyuruh Qayla.


"Aku nggak mau, aku mau kamu yang nganter aku," rengeknya.


Qayla menatap Sultan dengan memanjangkan sudut bibirnya.


"Dia pikir sangat bagus jika dia seperti itu," ucap Qayla merasa jijik melihat Sarah.


"Ayo Sultan," ucap Sarah menarik tangan Sultan.


"Udah sana, anterin," ucap Qayla. Ketimbang Sarah lama-lama di sini malah tambah eneg melihatnya.


Dengan terpaksa Sultan pun berdiri dan mengikuti Sarah yang menarik tangannya.


Untung saja tiba-tiba taxi lewat dan Sultan pun memanggilnya.


"Pak berhenti," teriak Sultan.


"Apa-apaan sih kamu," ucap Sarah tak senang.


Sultan membukakan pintu taxi dan kemudian mengendong Sarah lalu memasukkannya ke dalam taxi dan menutupnya kembali.


"Ini ongkos dia pulang pak, antar dia sampai alamat," ucap Sultan menyerahkan uang 1.000.000 di pangkuan pak sopir.

__ADS_1


Pak supir pun melajukan mobilnya.


"Sultan! Sultaaa!!" teriak Sarah mengedor-gedor kaca jendela taxi tersebut.


Sultan tersenyum melihat kepergian Sarah.


Ting ting


Hadiah Anda di kurang 1.000.000


Sisa hadiah Anda 16.204.000.000.000.


"Sialan si Sultan itu, dari tadi aku di tinggal sendiri dan sekarang aku di suruh pulang sendiri lagi," sungut Sarah.


"Pak kembalikan sisa uangnya pada saya, alamat saya nggak sampai segitu ongkosnya," pinta Sarah.


"Iya Non," angguk Supir itu menyerahkan uang 1.000.000 itu kepada Sarah.


"Lho? cepat banget kamu nganterin dia?" tanya Qayla heran.


"Siapanya kamu? Kayaknya di dekat banget sama kamu?" tanya Qayla penasaran.


"Oh... dia mantanku dan cinta pertamaku," jawab sultan jujur.


"Kenapa kamu putusin?" tanya Qayla.


"Bukan aku yang putusin, dia yang putusin aku duluan itu karena dulunya aku miskin dan dia lebih memilih cowok yang lebih mapan dari aku, sekarang dia malah di putusin dan sekarang dia ngejar-ngejar aku, kalo seandainya kamu dulu kenalnya sama aku pas miskin, kamu mau nggak sama aku?" tanya Sultan.


"Nggak!" jawab Qayla singkat.


Sultan langsung manyun.

__ADS_1


"Kalian wanita emang benar-benar ya," rutuk Sultan.


"Ya udah kamu tidurlah, biar gantian kita yang jaga, tapi ngomong-ngomong Ibunya Michela kok nggak bangun-bangun ya? Apa bangunnya pas Sarah yang jagain?" tanya Qayla.


"Ku rasa begitu karena lihatlah wajahnya yang kesal itu tadi," jawab Sultan.


"Ya sudah, baguslah jika ibu Michela lebih banyak istirahat," ucap Qayla tersenyum.


"Udah kamu tidur juga, entar kalau dia bangun pasti manggil," ucap Sultan.


"Ya udah," ucap Qayla naik di atas sofa dan baring di sana, sedangkan Sultan tidur di lantai dengan berbantalkan bantal sofa.


xxx


Ke esokan paginya.


Saat mereka bangun dan ternyata Ibu Michela sudah tidak di tempat tidurnya lagi.


"Sultan bangun! Ibu Michela nggak ada!" teriak Qayla panik.


"Masa sih, coba kamu cek di kamar mandi mungkin dia di sana," saran Sultan.


Qayla langsung berlari ke kamar mandi dan kamar mandinya kosong. "Nggak ada juga," jawab Qayla tambah panik.


"Kemana dia Sultan?" tanya Qayla khawatir.


"Ya sudah, ayo kita tanya dengan suster di sini," ajak Sultan.


Mereka pun langsung keluar dari ruangan.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2