
"Katakan Siapa!" bentak Qayla menginjak perut supir itu.
"Di-dia adalah orang ingin menghancurkan perusahaan kalian," jawab supir itu.
"Siapa orangnya?" Tanya Qayla.
"Aku tidak tahu, aku hanya di suruh seseorang perantaranya saja dan aku di berikan uang olehnya," jawabnya sambil meringgis kesakitan.
"Beri tahu siapa perantaranya?" tanya Qayla.
Mobil Sultan pun sampai di tempat.
"Ada apa?" tanya Sultan dan ia pun sangat kaget melihat di depan perusahaannya penuh dengan barang.
"Apa-apaan ini," ucap Sultan dengan mata terbelalak.
Tak lama kemudian sebuah mobil datang ke perusahaan Sultan.
"Siapa yang di sini bernama Tuan Sultan?" tanya seorang bapak-bapak membawa sebuah buku bersama 2 orang bodyguardnya.
"Aku, ada apa?" tanya Sultan.
"Anda sudah memesan barang kami sebanyak 70 mobil kontiner dan saya ingin menagih uanganya," ucap pria itu.
"Memangnya apa sih barangnya?" tanya Sultan.
"Perlengkapan bayi, baju, tas, heels, sepatu, sandal dan barang bermerk lainnya," ucap pria itu.
"Berapa harganya?" tanya Sultan.
"Semuanya 1,5 triliun," ucap pria itu.
"Oh, hanya 1,5 triliun, itu sih bukan masalah, bawa lagi 100 kontainer datang, berapaan?" tanya Sultan.
"Kalau 100 kontainer 1,9 triliun," ucap pria itu.
"Ya sudah aku minta 100 kontiner bawa besok, untuk hari ini, akan aku bayar dan barang yang besok, yang besok aku bayar," ucap Sultan.
"Jika begitu terima kasih ya Tuan," ucap pria itu.
"Ayo ambil dulu uangnya," ucap Sultan.
SULTAN
(Keskan uang 1,5 triliun di dalam mobil)
SISTEM
(Siap Tuan)
Saat Sultan dan pria itu menuju mobilnya, uang tersebut sudah kes di dalam mobilnya.
"Hey kalian tolong bawakan uangnya," ucap pria itu kepada anak buahnya.
"Baik Tuan," angguk bodyguardnya menyusun dan membawanya masuk kemobilnya.
"Baiklah jika begitu saya permisi dulu, kami sangat berterima kasih atas kerja samanya," ucap pria itu.
"Sama-sama, jika seandainya jika ada yang pesan lagi atas nama saya, berarti itu bukan saya atau Anda bisa datang menemui saya langsung, kadang kalau kita sukses banyak yang iri, karena ini saja sudah bertumpuk dan entah kapan habisnya," ucap Sultan.
"Oh begitu, baiklah jika begitu," angguk bapak itu dan ia pun pergi.
Ting ting
Hadiah Anda di kurang 1.500.000.000.000
Sisa hadiah Anda 16.603.990.000.000
__ADS_1
Qayla mendekati Sultan. "Jadi kamu beli semua?" tanya Qayla.
"Iya dan aku minta tambah lagi, biar yang ngisengin kita makan panas," ucap Sultan.
"Oh begitu, tapi supir itu sudah aku patahkan tangannya," ucap Qayla menunjuk pria yang tersandar di samping mobilnya.
"Ya udah beri dia uang 10.000.000 untuk biaya pengobatannya," ucap Sultan memberikan kepada Qayla.
"Baiklah," ucap Qayla menerima uangnya dan memberikan uangnya kepada Supir tadi.
"Ini biaya pengobatan kamu, untung saja dia baik, jika aku sudah ku suruh pulang," ucap Qayla melemparkan uangnya kepada supir itu.
Supir itu mengambilnya dan ia masuk mobilnya meskipun dengan tangan yang sakit ia pun pergi dengan mengemudi tangan sebelah.
"Sial! Ternyata dia sangat banyak uangnya, lihat saja nanti aku akan mengirimmu lebih dari ini, biar kau benar-benar ke habisan," ucap pria misterius itu panas dan ia pun pergi dengan kesal.
Ting ting
Hadiah Anda di kurangi 10.000.000
Sisa hadiah Anda 16.603.980.000.000.
"Masalah sudah selesai, barang-barang ini kalian susun saja di gudang, kamu nggap perlu lagi menghitung lagi, besok baru di susun barangnya, selesai itu kalian pulanglah," ucap Sultan.
"Baik Tuan ceo," jawab para pegawai itu.
"Ya udah, kita pulang yuk," ajak Sultan kepada Qayla.
"Iya," jawab Qayla mengangguk.
"Kamu pulang ke mana?" tanya Sultan.
"Aku pulang ke rumah orang tuaku, sekalian beres-beres baju juga buat pindah kerumah baru," ucap Qayla.
"Baguslah jika begitu, aku menunggumu," ucap Sultan.
Qayla tersenyum sambil menaiki mobilnya.
Sesampainya Sultan di rumah, Sultan langsung merebahkan tubuhnya yang lelah karena seharian bolak-balik.
xxx
Ke esokan harinya. Sultan segera bangun dan segera mandi.
Ia pun segera masuk mobil dan berangkat kuliah.
Sesampainya di kampus, Sultan datang seperti biasanya.
"Selamat Sultan, menjadi pria terkeren dan pria favorit," ucap para anak kampus itu sambil memegang selembar kertas yang ada gambarnya.
"Ha? Jadi kalian milih aku?" tanya Sultan.
"Iya, jadi ayo traktir kami makan," ucap para anak kampus itu.
"Ternyata kalian ada maunya," ucap Sultan. "Ya sudah kalian sana ke kantin, nanti aku bayarkan," ucap Sultan.
"Horeee terima kasih Sultan," ucap mereka beramai-ramai menuju kantin.
Sultan juga menuju kantin untuk sarapan pagi.
"Buk, aku berikan 50 juta buat bayar mereka semua yang makan di sini, kira-kira cukup nggak?," tanya Sultan.
"Lebih malahan," ucap pemilik kantin.
"Ya udah nggak apa-apa beri mereka makan kenyang-kenyang," ucap Sultan.
"Siap," ucap ibu kantin dan tidak lupa ibu kantin menyediakan makanan untuk Sultan terdahulu.
__ADS_1
Ting ting
Hadiah Anda di kurang 50.000.000
Sisa Hadiah Anda 16.603.930.000.000.
Sultan menyantap makanannya dengan lahap dan menghabiskannya. Setelah kenyang ia pun menelpon Qayla.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo Sultan," jawab Qayla.
"Kamu di mana?" tanya Sultan.
"Aku di perusahaan nih, lihat mereka susun barang sama bongkar barang juga, kamu di mana?" Qayla balik bertanya.
"Aku di kampus, oh ya, katakan pada pemilik barang itu tengah hari nanti aku bayar setelah aku pulang kampus." ucap Sultan
"Iya aku sampaikan nanti," jawab Qayla.
"Ya udah, kamu kerjanya jangan capek ya, banyak istirahat," pesan Sultan.
"Kamu kok perhatian banget sih sama aku," ucap Qayla.
"Tentu saja aku harus perhatian," ucap Sultan tersenyum.
"Oh ya? Apa alasannya?" tanya Qayla juga ikut tersenyum.
"Alasannya cukup aku yang tahu," jawab Sultan misteri.
"Kamu gitu sih, ya udah, aku kerja lagi ya, kamu juga belajar yang rajin nanti malah di DO," pesan Qayla tertawa.
"Mana berani dosen mengDOkan aku, ku DO balik," ucap Sultan.
"Apa kamu bilang, kamu pikir aku nggak berani menDO kamu," ucap salah satu dosen yang tiba-tiba nongol.
"Astaga! Panjang banget umurnya, ya udah Qayla, nanti kita sambung lagi ya," ucap Sultan mematikan panggilannya.
Qayla tertawa.
"Buk duduk dulu ya, makan kenyang-kenyang ya, udah aku bayari tu ya, nah sekarang aku balik dulu, bye," ucap Sultan yang langsung kabur.
"Sultaaaaaaaaaaan! Kembali kamu!" teriak dosen itu.
"Siapa yang mau kembali, orang bodoh yang mau kembali," ucap Sultan.
Bruuk!
Sultan malah menabrak seseorang.
"Astaga Sultan, dari tadi aku cariin kamu kemana-mana, dan sekarang malah menabrakku," ucap Tedi.
"Eh kamu, ya udah balik ke ruangan," ajak Sultan menarik tangan Tedi.
"Bagaimana perusahaanmu?" tanya Sultan.
"Ya begitulah, setiap hari datang terus pelanggannya," ucap Tedi.
"Bagus deh jika begitu, moga secepatnya jadi orang sukses," ucap Sultan.
"Pastinya donk," ucap Tedi tersenyum bangga.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih.