
"Ya sudah jika begitu ya," ucap Sultan.
"Siap Tuan," angguk Jeff.
"Mari para karyawan, saatnya kita bekerja, karena Tuan mau buat acara malam besok buat semeriah mungkin, jangan mengecewakan harapan Tuan," ucap Jeff.
"Wah... dapet bonus lagi nih," ucap mereka bersuka cita.
Mereka pun menutup pintu hotel dan yang ingin chek in tambahan mereka menutupnya dan memberinya uang ganti rugi sebagai perminta maafan atas ketidak nyamanan mereka.
Mereka pun bekerja keras untuk mempersiapkan yang terbaik.
"Maaf Nona menganggu, barang ini letakkan di mana?" tanya sekretaris itu.
"Hm... Sayang, aku kesana dulu ya," ucap Qayla yang lidahnya masih kaku.
"Oke, aku juga ada kesibukan nih dikit, nggak apa-apa ya aku tinggalin sebentar," ucap Sultan.
"Udah nggak apa-apa kamu pergilah," angguk Qayla.
"Hey kamu tolong ambilkan tas 10 buah," ucap Sultan kepada karyawannya yang sedang lewat.
"Baik Tuan," angguk pegawai itu mengambilkan tas dan menyerahkan kepada Sultan mengambilnya dan memasukkan kedalam bagasi dan memasukkan uang kedalam tas tersebut.
Sultan pun beranjak dari perusahaannya dan menuju hotelnya.
Sesampainya di sana, Sultan masuk ke dalam hotel dan melihat mereka sedang bekerja.
"Wah... kalian memang sigap ya," ucap Sultan bangga.
"Terima kasih Tuan," angguk Jeff.
"Jeff, ambilkan setas uang di dalam bagasi mobil," perintah Sultan.
"Baik Tuan," angguk Jeff dan ia segera pergi ke arah mobil Sultan.
Ting ting
__ADS_1
Hadiah Anda di kurang 1.000.000.000.000
Sisa hadiah Anda 10.368.750.000.000
"Jeef ini uang di dalam, buat ganti uang hotel yang terpakai dan buat hiasan hotel, nanti kamu bagi mereka 20.000.000 perorang dan buat beli komsumsi dan sisanya kamu simpan dulu, dan untuk kamu ambil 50.000.000 ya," ucap Sultan.
"Terima kasih Tuan," ucap Jeff menundukkan kepala.
"Ya sudah kamu handle ini semua, aku juga ingin pergi ketempat yang lain," ucap Sultan.
"Baik Tuan, hati-hati di jalan Tuan," ucap Jeff.
Sultan mengangguk dan ia pun pergi menuju mobilnya lalu melaju di jalanan.
Peringatan!
Peringatan!
Ada Bahaya!
Ada bahaya!
Sultan memelankan mobilnya dan melihat ke arah kaca spion dari jauh ada mobil yang melaju sangat cepat dari arah belakang.
"Sepertinya mobil itu ingin menabrak mobilku, kalau dia mau tabrak ya tabrak saja," ucap Sultan.
Sultan melajukan mobilnya mencari tempat yang jauh dari orang-orang dan sampainya di sana, benar saja, mobil itu tidak mengurangi kecepatan mobilnya dan terus melaju dan akhirnya mobil itu memang menabrak mobil Sultan.
Mobilnya terjungkang ke depan sedangkan mobil Sultan baik-baik saja.
Mobil itu terbalik dan Sultan langsung turun dari mobilnya dan menhampiri orang yang berada di dalam mobil itu.
Ia sangat penasaran siapa yang ingin membunuhnya lagi.
Sultan membuka pintu mobilnya dan mendapati seorang bapak-bapak yang terduduk lemas di dalam mobilmya.
Sultan menariknya keluar dari dalam mobil dan membawanya keluar.
__ADS_1
"Kenapa wajah bapak ini ya? padahal kami tidak saling mengenal?" tanya Sultan dalam hati.
"Kamu yang sudah membuat perusahaanku jadi hancur," teriak bapak itu meskipun ia terluka.
"Apa maksud bapak!" tanya Sultan tak mengerti
"Kau yang membuat perusahaanku menjadi bangkrut, kembalikan perusahaanku!" teriaknya marah.
"Coba jelaskan apa maksud Anda?" tanya Sultan meminta penjelasan.
"Kau yang sudah bekerja sama dengan karyawanku dan mengambil dataku lalu menyebarkan ke perusahaan lagi, ayo mengaku!" teriaknya.
"Hey apa maksudmu! Aku sama sekali tidak mengenalmu, kenapa kau menuduhku tanoa bukti," ucap Sultan tak terima.
"Aku ada buktinya, salah satu karyawanku sedang di tahan di kantor polisi dan sekarang kau ikut aku sekarang," ucapnya memega g tangan Sultan dan menbawanya masuk ke dalam mobil Sultan.
"Ya sudahlah, aku ikut maumu, aku juga ingin jelas siapa yang sudah menjebakku," ucap Sultan dan mereka menuju kantor polisi.
Sesampainya di sana Sultan dan bapak itu masuk ke dalam kantor polisi.
"Pak saya sudah menemukan pelakunya, tolonng tangkap dia," ucap bapak itu.
Polisi itu merasa heran karena jika bapak itu menangkap pelakunya kenapa pelakunya menurut saja.
"Pak polisi saya datang ke sini untuk membersihkan nama saya, saya nggak tau kenapa bapak ini menuduh saya yang sudah menghancurkan perusahaanya, dan di mana karyawannya, bolehkah saya berbicara dengannya?" tanya Sultan.
"Baiklah, mari ikut saya," ucap polisi itu membawa Sultan dan bapak itu ke hadapan karyawan tersebut.
Karyawan itu duduk di kursi yang langsung berhadapan dengan Sultan dan di temani 2 orang polisi.
"Katakan padaku, siapa yang menjebakku?" tanya Sultan serius.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1
420