System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 165


__ADS_3

"Tidak akan," ucap Sultan mengayunkan benda itu ke kiri dan ke kanan.


"Kembalikan!" bentak pria itu lagi.


"Oh tidak bisa," ucap Sultan melemparnya ke samping.


Pria itu berusaha mengambilnya namun di tendang oleh Sultan sampai ia terpental dan tak bisa berdiri.


Sultan melempar kembali narkoba itu kembali ke dalam mobilnya dan menyeka sidik jarinya di kantong tersebut lalu menelpon polisi dan tak lupa pria itu membekuk pria itu dan memasukkan kembali ke mobil dan tidak lupa membuanya pingsan terlebih dahulu agar ia tidak lari.


Sultan mengirim lokasinya setelah polisi itu tahu posisinya Sultan pun memberhentikan pembagian lokasinya dan ia pun kembali ke restoran.


"Kok lama banget," ucap Ibu.


"Iya, orang itu tadi transaksi narkoba," ucap Sultan.


"Yang benar?" tanya ibu kaget.


"Iya, udah ku telpon polisi kok," jawab Sultan.


"Ya udah cepat makan," ucap Ibu.


"Ya Bu," angguk Sultan menyantap makanannya.


Ting ting


Misi selesai


Selamat Anda mendapat 30 poin


Poin Anda menjadi 160 poin

__ADS_1


Selamat Anda mendapatkan 1.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 3.001.600.000.000.


Terdengar suara keributan yang tidak jauh dari sana, dan Itu adalah polisi yang menangkap pria tadi.


"Akhirnya ketangkep juga kamu ya," ucap polisi itu. Karena pria itu sudah sering ketahuaan menjual narkoba tapi sayangnya sering kali polisi tidak mendapatkan bukti apa-apa.


Kali ini polisi itu tertawa lebar karena mereka bisa naik pangkat.


"Siapa yang sudah berbaik hati menangkapnya kami sangat berterima kasih ke pada orang itu," ucap polisi itu bersyukur.


Setelah makan, Sultan, Qayla dan Ibu kembali ke hotel. "Oh ya Ibu aku ada urusan keluar sebentar," ucap Sultan.


"Oh baiklah, tapi jangan lama-lama ya, Qayla anterin pulang nanti," ucap Ibu.


"Eh Qayla ke sini nggak bawa mobil?" tanya Sultan.


"Sip, aku cuma sebentar aja kok, aku janji, jangan pulang dulu ya," ucap Sultan melihat ke arah Qayla dan ia kemudian pergi sambil melambaikan tangan.


"Anak itu, ada saja urusannnya," ucap Ibu mengelengkan kepala.


Sultan membalikkan badan dan kembali lagi ke hadapan Qayla dan Ibu.


"Ada apa lagi?" tanya Ibu heran.


"Ayo Qayla sekalian," ucap Sultan menarik tangan Qayla.


"Aku pulang dulu ya Tante," pamit Qayla.


"Iya, hati-hati di jalan," pesan Ibu.

__ADS_1


Sultan melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan membawa Qayla.


"Ayo ikut aku," ajak Sultan. Qayla mengangguk mengikuti Sultan masuk ke ruangan.


"Sultan," sapa Derry.


"Bagaimana? Apa sudah terasa enakkan?" tanya Sultan.


"Sudah agak mending karena sudah minum obat tadi," jawab Derry.


"Siapa?" tanya Derry melihat ke arah Qayla.


"My girl Friend," jawab Sultan tersenyum.


Derry mengangguk.


"Kamu istirahat yang cukup ya, kalau ada apa-apa beri tahu aku," ucap Sultan.


"Terima kasih Sultan," ucap Derry.


"Ya, aku pamit dulu," ujar Sultan yang kemudian keluar dari ruangan tersebut bersama Qayla.


"Langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu?" tanyq Sultan.


"Mau kamu gi mana?" Qayla balik bertanya.


"Ya udah kita jalan dulu yuk," ajak Sultan.


"Ya udah," angguk Qayla setuju.


Sultan langsung mengstaterkan mobilnya melaju di jalanan menuju pantai. Biasanya di pantai sangat indah saat malam hari.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2