
"Halo Sultan," jawab Qayla.
"Kamu segera datang ke rumah sakit Perawang medikal ya," ucap Sultan.
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu padamu?" tanya Qayla menekuk alisnya.
"Tidak ada, kamu cepatlah ke sini," ucap Sultan yang langsung mematikan panggilannya.
"Ada apa ya dengan Sultan?" Qayla bertanya-tanya.
Sultan juga menelpon Tedi.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo Sultan, ada apa?" tanya Tedi.
"Kamu cepat lah ke rumah Michela sekarang, tolong beri tahu ibu michela dan bawa dia ke rumah sakit perawang medikal, jika tidak ada di rumah, temukan dia," perintah Sultan yang langsung menutup panggilannya.
"Lho? Ada apa dengan Sultan, tak biasanya Sultan misterius begini?" tanya Tedi dan Tedi pun beranjak dari tempat duduknya karena saat ini ia sedang ada pembagian materi.
"Buk permisi ke toilet," ucap Tedi.
"Iya jangan lama-lama," ucap dosennya.
__ADS_1
"Siap Buk," ucap Tedi menenteng tasnya dan keluar.
Ia segera masuk ke mobilnya dan melaju di jalanan.
Tedi mampir ke rumah Michela, tapi di sana terlihat sepi. "Ke mana orang di rumah ini dan juga pintunya terbuka," ucap Tedi heran.
Yang lebih mengherankan ada bercak darah di lantai.
"Eh darah apa ini?" tanya Tedi mencoleknya dan mencium baunya.
"Ini memang darah," ucap Tedi.
Tak lama Ibu michela pulang ke rumah, ia baru saja pulang dari arisan bulanannya.
"Lho? Kamu siapa!" teriak ibu Michela.
"Apakah Anda ibunya Michela?" tanya Tedi.
"Maaf Tante, saya temannya Michela, tadi saya ada dapat telpon dari teman saya jika saya harus membawa Anda ke rumah sakit perawang medikal, saya sendiri tidak tahu, jadi saya harap agar anda mengikuti saya," ucap Tedi.
"Kamu pasti berbohongkan, kamu pasti penipuankan?," ucap ibu michela dengan mata terbelalak.
"Bagaimana saya bisa bohong, saya sendiri kenal dengan Anak Tante, dia satu kampus dengan saya," ucap Tedi.
"Awas jika kamu berbohong," ancam Ibu michela.
"Saya tidak akan bohong, ayo Tante masuk mobil saya," ucap Tedi menunjuk arah mobilnya.
__ADS_1
Ibu michela menatap tajam ke arah Tedi dan ia pun masuk mobil. Ia sama sekali tidak menyadari jika ada darah di ruang tamunya.
Tedi langsung tancap gas menuju rumah sakit.
"Ada apa Sultan!" panggil Qayla berlari menghampiri Sultan yang terduduk di depan rumah sakit.
"Qayla!" ucap Sultan tak bersemangat.
"Ada apa?" tanya Qayla penasaran.
"Michela... Dia sudah meninggal," ucap Sultan.
"Apa! Kamu pasti becandakan Sultan, lalu di mana dia?" tanya Qayla tak sabaran.
"Dia sekarang di kamar mayat, nomor 27," ucap Sultan.
Qayla langsung berlari dan menuju kamar mayat, ia melihat di setiap kaki mayat yang biasanya di gantung sebuh kertas di jempol kaki orang yang sudah meninggal.
Setelah menemukan angkanya, Qayla ragu-rau membukanya, jika itu benar, itu sangat menyedihkan bagi dirinya juga, meskipun mereka baru kenal, tapi jika ada orang yang di kenal tiba-tiba saja pergi, itu sangat menyakitkan juga.
Qayla memberanikan diri membukanya dan terlihat tubuh yang ia kenal itu terbujur kaku.
Qayla terdiam sesaat, ia sangat tidak ingin mempercayainya, tapi inilah kenyataannya, michela sudah pergi untuk selama-lamanya.
Qayla melihat seluruh tubuh Michela dan terlihat bekas tembakan di dada Michela. Dan ia baru tahu itulah penyebab Michela meninggal.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih