
Namun tetap saja tak di angkat, Sultan pun meletakkan kembali ponselnya.
"Nggak di angkatnya, ayo kita pergi, siapa tau di ada di jalan mengarah ke sana," ajak Sultan.
"Ya udah ayo," ujar Tedi. Sultan naik mobilnya sendiri dan Qayla naik bersama Tedi.
Mereka pun melajukan mobilnya sambil melihat-lihat jika Michela ada di jalanan.
"Lho? Itu Michela, naik mobil siapa dia?" Tanya Sultan ketika melihat Michela naik mobil seseorang.
Sultan pun segera mengejar mobil tersebut. "Kira-kira mobil siapa ya?" Tanya Sultan penasaran.
Sultan berusaha menyalip tapi dihalangi oleh mobil yang satunya lagi karena mobil mereka saling bergandengan dan posisi jalan sempit.
Dengan nekat Sultan menginjak gas dan mendorong mobil yang berada di depannya.
"Hey! Apa-apa'an ini!" Teriak pemilik mobil marah.
"Kepalamu itu, kau pikir ini jalan kakek buyutmu seenaknya menutupi jalan orang!" Balas Sultan yang menongolkan kepalanya dari jendela mobil.
Setelah beriring dengan mobil yang di tumpangi Michela Sultan sama sekali tak mengenalinya.
Sultan menghadang mobil tersebut membuat mobil itu terpaksa berhenti.
Sultan segera turun mobil dan mendekati Michela. "Michela ayo aku antarkan pulang," ajak Sultan.
"Tidak mau, aku pulang dengannya," tolak Michela.
"Ayolah, kau naik dengan orang lain, aku takut akan terjadi sesuatu padamu," ucap Sultan khawatir.
"Apa pedulimu!" Bentak Michela.
"Ayolah Michela, kau jangan membuatku tak sabar, jangan menyusahkanku," ujar Sultan berusaha membawanya.
"Iya, aku selalu menyusahkanmu, sedangkan gadis yang kau bawa dia malah membantumu, pergi saja sana, aku ini bebanmu, jadi tidak perlu pedulikan aku," ucap Michela dengan mata berkaca-kaca. "Ayo kita jalan," ajak Michela.
"Michela, Michela!" Teriak Sultan tapi mereka tetap pergi meninggalkan Sultan dan melajukan mobilnya. "Semoga tidak terjadi apa pun padanya," ucap Sultan.
"Sultan bagaimana?" Tanya Tedi yang turun dari mobil.
"Dia nggak mau, aku khawatir dia bersama pria yang tak di kenal itu, takutnya dia melakukan sesuatu pada Minchela," jawab Sultan khawatir.
"Ya sudahlah dianya nggak mau ya berarti bukan salah kita," ucap Tedi megangkat bahunya.
"Iya, semoga dia tidak menyalahkan kita," angguk Sultan. "Ya udah kamu pulang saja sana, Qayla biar aku yang antar pulang, hari pun sudah semakin gelap," ujar Sultan.
"Baiklah, kamu hati-hati di jalan," pesan Tedi dan kemudian masuk mobilnya.
Qayla pun di antar oleh Sultan ke rumahnya.
xxx
Di tengah malam.
Ting ting.
Misi level C
Seseorang yang merampok di rumah Anda.
[Hadiah 30 poin]
[Hadiah 30.000.000]
__ADS_1
SISTEM
(Tuan bangun)
SULTAN
(Apa sih, inikan masih malam)
SISTEM
(Ada misi)
SULTAN
(Aku ngantuk banget, besok aja mengerjainya)
SISTEM
(Jika Anda tak bangun jangan menyesal ya)
SULTAN
(Misi apa sih?)
SISTEM
(Anda bisa melihatnya di layar monitor sistem)
SULTAN
(Astaga!)
Sultan segera bangun dan ia mendengar suara pintu di bobol. Sultan membukakan pintunya dan ternyata ada 2 orang yang satunya memegang obeng dan satunya memegang palu. Saking kagetnya mereka ternganga melihat Sultan yang hanya menggunakan celana boxer pendek.
Mau tak mau mereka berdua pun masuk. "Mari duduk," ajak Sultan mempersilakan duduk di sofa.
Mereka bagaikan di hipnotis dan ikut duduk di sofa.
"Kalian sedang apa, malam-malam begini?" Tanya Sultan mengangat kakinya sebelah.
"Anu... kami... kami mau bertamu," jawab salah satu temannya.
"Kenapa nggak besok saja, kenapa harus tengah malam?" Tanya Sultan mengintrogasi.
Keduanya pun langsung berlutut di kaki Sultan sambil menagis.
"Tuan yang baik hati dan dermawan, kami tahu jika kami salah mencuri di rumah Tuan, seharusnya kami mencuri di rumah lain saja, ampuni kami, lepaskan kami Tuan, kami sangat membutuhkan uang saat ini, untuk mengobati anak saya yang sedang sakit," ucap salah satu bapak-bapak.
"Benar Tuan, keponakan saya sakit dan sekarang di rawat di rumah sakit, sedang uangnya harus di tebus secepat mungkin, jika tidak keponakan saya tidak bisa di bawa pulang," ucap pria yang satunya lagi.
"Jantungnya lemah dari kecil, kemaren ketika di sekolah dia tiba-tiba pingsan dan langsung di bawa kerumah sakit, kami tidak punya uang untuk membayar uang pengobatannya," ujar bapak itu.
"Kalian tidak membohongiku?" Tanya Sultan.
"Tidak kami tak berani berbohong Tuan," ucap pria itu.
"Benar Tuan, keponakan saya itu sudah lama sakit, kami selama ini sudah berusaha menjagabya agar tidak sakit, siapa yang tahu karena teman sekelasnya mengaget ia dari belakang dan membuat penyakitnya kambuh lagi," ujar pria yang mengaku pamannya
"Kalau begitu berikan aku bukti agar aku percaya," ucap Sultan.
"Baiklah, saya akan menelpon istri saya," ucap bapak tersebut.
Tuuut...
__ADS_1
Tuuut....
Tuuut...
"Halo bapak di mana? Romi masuk UGD lagi," teriak istrinya panik.
"Iya iya, aku akan datang," ucap bapak tersebut sedih.
"Saya tau bapak membutuhkan uang, tapi cara bapak salah," ucap Sultan memperingati.
"Saya tau, tapi mau bagaimana lagi, kami sangat butuh uang saat ini, Romi anak satu-satunya saya, jika dia pergi begitu saja tanpa saya berusaha mengobtinya, saya pasti akan sangat menyesal nanti, setidaknya saya sudah berjuang untuknya," ucap bapak itu dengan mata berkaca-kaca.
"Haish... ya sudahlah, berapa uang yang di butuhkan," ucap Sultan.
"Tidak perlu Tuan, Anda melepaskan kami berdua itu sudah sangat senang bagi kami," ucap bapak itu menundukkan kepala.
"Katakan berapa!" Bentak Sultan.
"2...25.000.000," jawab bapak itu ketakutan.
"Jangan ke mana-mana, jika bergerak selangkah saja, ku potong kakimu," ancam Sultan.
"Ba-baik Tu-Tuan," ucap bapak itu gagap.
Sultan masuk kamarnya lalu mengambil uang tersebut lalu kembali keluar kamarnya.
"Nih uangnya, kalian beruntung bertemu denganku, jika orang lain, kalian bisa saja sudah di penjara," ucap Sultan.
"Terima kasih Tuan, kami memang sangat beruntung sudah bertemu dengan Anda Tuan," ucap kedua pria itu menagis sambil bersujud di kaki Sultan.
"Sudah cepat pergi, atau anakmu sudah tak bisa di selamatkan lagi," ucap Sultan pedas.
Mereka berdua pun lari terbitit-birit, mungkin menuju rumah sakit.
Ting ting
Misi selesai
Anda mendapatkan 30 poin
Poin Anda menjadi 90 poin.
Selamat Anda mendapatkan hadiah 30.000.000
Hadiah Anda menjadi 70.000.000
SULTAN
(Hey sistem, kenapa sih setiap ada orang kesusahan datangnya padaku terus,)
SISTEM
(Karena misi Anda adalah membantu orang)
SULTAN
(Baiklah, aku sudah megantuk sekarang, aku mau tidur).
Sultan pun masuk kamarnya dan tidur di kasur empuknya tersebut.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH