System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 101


__ADS_3

"Percayalah Tuan, saya benar-benar tidak mencurinya," ujar gadis itu berusaha menyakinkan.


"Mari kita lihat CCTV" ajak Sultan ke ruang pemantau.


"Sulikan Tuan," ujar Marni, dia adalah ketua di sana.


"Putar semua rekaman CCTV tempat dia duduk," perintah Sultan.


"Baik Tuan," ucap Marni, ia pun memutar vedio di mana gadis itu duduk. Di sana tidak terlihat jika ada di mencuri dan juga tidak ada tanda-tanda seseorang menjebaknya. Semua berjalan normal.


"Biar aku yanh lihat sendiri," ucap Sultan duduk di kursi di depan layar monitor.


Sultan melihatnya hanya gadis itu keluar dan kemudian masuk lagi dan langsung memegang komputernya tanpa melihat dulu tasnya.


Sultan mengosok-gosok dagunya dan kali ini Sultan melihatnya pelan-pelan, 2x lebih lambat.


"Kok ada yang janggal ya," batin Sultan. kali ini ia melihat 4x lebih lambat.


"Lho? ini durasi vedionya di potong, haish... berarti memang ada sesuatu nih," batin Sultan. Ia memutar kursinya dan melihat para karyawan di hadapannya.


"Kamu lebih baik jujur saja, siapa yang melakukannya?" tanya Sultan mengintrogasi.


"Dia Tuan," tunjuk mereka kepada gadis tadi.


"Tidak Tuan, sumpah Tuan, bukan aku yang melakukannya," ujar gadis itu membela diri.


"Bukan itu maksudku, siapa yang sudah mengkambing hitamkan dia?" tanya Sultan dengan nada datar.


"Ha? mengkambingkan hitam dia? Maksud Tuan bukan dia pelakunya?" tanya teman yang memarahinya tadi.


"Iya, cepat katakan, siapa yang melakukannya, jika mengaku sekarang aku akan mengampuninya, jika nanti ketahuan, aku tidak akan berbaik hati memberinya kesempatan, jangan salahkan aku yang kejam," ancam Sultan.


Namun tidak ada yang menjawab.


"Baiklah jika begitu," ucap Sultan mengangguk.


SULTAN


(Sistem, tolong kembalikan Vedio yang di hapus)


SISTEM


(Siap Tuan)


Memperbaharui...


Loding...


Mulai...

__ADS_1


10%...


20%...


30%...


40%...


50%...


60%...


70%...


80%...


90%...


100%...


Selesai.


Sultan menekan tombol enter.


Di sana terlihat gadis itu keluar dari ruangan dan ada seseorang yang berbaju merah masuk diam-diam, berhubungan mereka sibuk melihat komputernya masing-masing tidak ada yang menyadari jika orang yang bukan dari ruangan itu masuk.


"Kalian kenal siapa dia?" tanya Sultan.


"Tidak mungkin kakak Marni kan?" tanya mereka berdua tebelalak.


Marni terdiam sambil menundukkan kepalanya.


"Apa Tujuanmu melakukan ini?" tanya Sultan kepada Marni.


"Aku... aku menyukai kak Gilang. Tapi kak Gilang malah memperhatikannya, aku dan kak Gilang sudah lama berteman, tapi kenapa ketika setelah bertemu dengannya dia malah menyukainya, semakin lama aku melihat mereka bersama dan kak Gilang memperhatikannya, semakin sakit hati ini, aku melakukannya agar dia pindah dari sini, agar tidak ada yang menganggu aku dekat dengan kak Gilang. Aku sudah lama menyukainya, tapi aku menunggu dia menyatakan perasaanya tapi siapa sangka dia malah beralih pada gadis ini, aku tak bisa menerimanya," jelas Marni sambil meneteskan air matanya.


"Aku minta maaf kak, aku tidak tau jika kakak juga menyukai kak Gilang, tapi mau bagaimana pun kami saling menyukai dan kami... kami sudah jadian," jawab gadis itu pelan.


"Apa!!!!! Kalian sudah jadian, aku nggak bisa terima ini, aku nggak bisa!" teriak Marni mengoncang pundak gadis itu sambil menangis.


"Maaf kak, meskipun sekarang aku tau jika kakak menyukai kan Gilang, tapi aku juga mencintainya aku tidak mungkin membiarnya begitu saja untuk melepaskannya, jika begitu aku yang paling tersakiti, karena kita menyukai pria yang sama. Dan kami juga sudah berjanji akan segera menikah. Aku dan dia bekerja keras untuk mencari uang pernikahan, aku tidak mungkin membiarkan caln suamiku di ambil orang meskipun itu sahabatnya," jawab gadis itu tegas.


"Menikah katamu? Aku tidak akan merestuimu, aku akan mengacau pernikahanmu!" teriak Marni marah yang ingin menerkam gadis tersebut.


Untung saja dia di tahan agar tidak melakukan kejahatan di ruang itu.


"Banyak pria di dunia ini, kenapa kau harus menikainya! Kenapa harus dia! Kenapa! Aku tak rela!" teriaknya menagis sesengukan.


"Kakak juga, banyak dunia pria yang lebih darinya, kenapa harus dia yang kakak mau," balas gadis itu.

__ADS_1


"Sialan Gilang itu, aku Ceo di sini malah nggak di pandang, si Gilang hanya pekerja itu malah jadi rebutan, dia sudah mengambil popularitasku, akan aku beri perhitungan dengannya," batin Sultan meronta-ronta.


"Mana si Gilang itu?" tanya Sultan.


"Dia hari ini kena flu jadi tidak masuk kerja, aku aku akan mengunjuninya nanti untuk melihat keadaannya," ucap gadis itu.


"Bersyukur dia tidak datang hari ini," batin Sultan.


"Cukup! Karena kamu sudah bersalah dan tidak mau mengakuinya tadi, jadi aku tidak berbaik hati untuk membiarkan kamu di sini lagi, aku tidak mau di perusahaanku ada orang yang licik, terutama orang yang tidak konsisten dengan pekerjaannya, membawakan masalah pribadi ke dalam pekerjaannya dan juga sudah mengunakan fasilitas kantor ini untuk membuat kejahatan, jika karyawanku begini semua, mau di bawa ke mana perusahaan ini," ujar Sultan.


"Tolong Tuan, beri saya kesempatan lagi, saya akan melakukan terbaik," ucap Marni berlutut di kaki Sultan.


"Aku sudah memberimu kesempatan tadi, dan kamu menyia-nyiakan kesempatan itu, jadi tidak ada kesempatan kedua lagi, dan ini juga pelajaran buat karyawanainnya, jangan mentang-mentang aku jarang ke sini kalian bisa seenaknya berbuat sendiri. Ini perusahaanku, aku bisa memecat kalian semua dan mengantikan pekerja yang lain yang di luar sana, mungkin ada penganggur yang kerjanya lebih kompotitif dari kalian namun mereka yang masih tidak beruntung," ucap Sultan. "Dan untuk kamu lebih baik pergi sekarang, atau aku tidak berbaik hati," ujar Sultan mengusirnya.


Marni pelan-pelan berdiri dan mengemasi barangnya meskipun dengan hati yang sangat sedih ia pun pergi.


"Masalah selesai, kalian silakan kerja," perintah Sultan.


"Baik Tuan," ucap karyawan itu duduk di tempat kerjanya masing-masing.


Ting ting


Misi selesai.


Anda mendapatkan 20 poin.


Poin Anda menjadi 180 poin


Selamat Anda mendapatkan hadiah 30.000.0000


Hadiah Anda menjadi 200.000.000


"Sultan, ngomong-ngomong aku jadi apa di sini?" tanya Tedi meminta bagiannya.


"Jadi apa? Tukang OB," jawab Sultan.


"Tega banget sih kamu," ujar Tedi manyun.


"Kamu nggak jadi apa-apa di sini, kamu bangun perusahaan sendiri sana, pilih saja usaha apa, nanti biar aku yang bayar, tapi kamu harus kelola yang bener, aku nggak mau ada kata bangkrut," ucap Sultan.


"Waaaahhhhh.... kamu emang yang terbaik!" teriak Tedi kegirangan sambil memanjat badan Sultan.


"Hey jagan imeg donk, kamu malah kayak monyet, mukakudi lertaruhkan di sini," ucap Sultan.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2