System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 177


__ADS_3

Sultan pun kembali pergi ke markasnya agar ia tidak di cari saat mereka menyadari Sultan tidak ada di tempat.


Sesampainya di sana, benar saja, pria yang baru ia kenal itu mencarinya meskipun dalam keadaan mabuk.


"Hey Suqay kamu di mana?" tanya pria itu.


Sultan pun datang dan segera memapahnya.


"Apa aku bawa kabur saja dia ya, setidaknya mengurangi korba jiwa meskipun 1 orang," ucap Sultan.


Setelah melihat keadaan sekitar, Sultan memasukkan pria itu ke dalam mobil dan membawanya sejauh mungkin lalu merobek bajunya dan juga celana yang ia potong pendek, dan meletakkan uang di dalam kantong plastik dan menyelipkan di bawah tubuhnya sekitar 50.000.000.


"Semoga kau tidak kembali lagi kesana," ucap Sultan dan menutup tubuhnya dengan dedaunan agar ia tak di temui orang.


Sultan pun kembali pergi ke markas dan ia masuk ke dalam perkemahan.


Ting ting


Hadiah Anda di kurangi 50.000.000


Sisa uang Anda 4.003.750.000.000


Masing-masing dari mereka sudah mabuk dan terkapar di atas rerumputan.


Sultan mengintip para koki yang memasak untuk sarapan pagi, ketika koki itu keluar dari kemahnya, Sultan membawa seplastik obat tidur dan menaruhnya di dalam masakan tersebut.

__ADS_1


"Semoga mereka tertidur pulas besok pagi dan tidak bisa tidur di malam hari dan ke esokan paginya mereka pasti akan mengantuk karena tidak tidur semalaman," ucap Sultan.


"Kamu masak apa?" tanya koki yang lain kepada temannya yang mereka sama-sama sedang memasak.


"Aku masak sup ayam dan daging cincang," jawab temannya.


"Oh, aku memasak sup sarang walet dan puding mangga," jawab temannya.


"Baiklah, aku ingin melihat masakanku dulu," ucap temannya.


"Baiklah, aku juga ingin memasak," jawab temannya.


xxx


"Bagaimana tadi malam? Seru?" tanya Sultan kepada salah satu pria yang sedang merenggangkan tubuhnya.


"Wahh.. ini pesta yang sangat seru, apa lagi jika ada wanita yang menemani," ucap pria itu berbisik.


Sultan merasa sangat jijik mendengarnya, ingin rasanya ia menepis wajah pria itu. "Kau cocoklah mati di tempat pertarungan," umpat Sultan dalam hati.


"Baik semuanya mari kita sarapan, setelah itu kita akan berangkat untuk penentuan wilayahnya," ucap ketuanya.


"Siap ketua," ucap mereka serempak.


Makanan pun di hidangkan dan mereka meyantap bersama.

__ADS_1


"Wah... selamat makan," ucap mereka.


Di sisi lain.


"Ini aku di mana?" tanya pria yang Sultan bawa kabur.


"Ini apa?" tanya pria itu menyingkirkan dedaunan dari tubuhnya dan membuka plastik berwarna hitam. "Wah ini uang," ucapnya dengan mata berbinar.


Di selembar uang tertuliskan "JANGAN KEMBALI"


"Ini maksudnya apa ya?" pria itu bertanya-tanya.


"Wah Perutku sangat kenyang, tapi kenapa aku mengatuk sekali?" tanya mereka.


"Mungkin karena efek mabuk itu masih ada," jawab yang lain menguap.


"Aku rasa aku kurang tidur tadi malam," ucap mereka.


"Ketua, nanti sore kita berangkat, saat ini kami ngantuk sekali," ucap mereka kepada ketuanya.


"Iya ketua, kami janji besok akan melakukan yang terba... zzzzzz,"


"Ada apa dengan mereka?" tanya ketua heran dengan semua bawahannya yang tiba-tiba mengantuk. "Apa karena pesta semalam, jika aku tahu begitu, aku tidak akan mengadakan pesta," ucap ketua itu kesal.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2