System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 46


__ADS_3

Teriak Sultan yang langsung menendang perut begal itu. Mereka memukul gentongan ke arah kepala Sultan. Sultan menangkapnya lalu membalikkan gentongan tersebut lalu memukul kepala pria .


Mereka mengibaskan gentongannya Sultan pun menendang gentongan mereka hingga terbang jauh. Mereka langsung menyerang bersana dan Sultan menari 2 orang dan memutarnya hingga temannya tidak bisa mendekat dan Sultan membanting ke tanah lalu menendangnya mendaratlah yang 2 orang tadi ke lumpur.


"Ayo serang bersama, aku mau pergi kuliah nih," ujar Sultan pasang kuda-kuda. Mereka menyerang bersama Sultan menghantam mukanya dan menghempaskan ke tanah. Sultan menyikut dadanya dan memukul perutnya. Dan yang untuk terakhir, Sultan memegang kepalanya dan menampar wajahnya hingga bonyok lalu pingsanlah dia.


Sultan mendudukkan tubuhnya di dekat kuburan tersebut lalu mengikatnya di batu nisan. Sultan mengambil selembar kertas dari tasnya lalu menulisnya.


Tolong tangkap saya dan kawan-kawan saya, Kami tidak layak hidup di dunia ini karena kami seorang penjahat. Sebelumnya kami minta maaf.


LOVE BEGAL YANG TERCUTE


Sultan menempelnya di jidat begal yang pingsan itu.


"Hahahahaha... ," Sultan tertawa sambil bercekak pinggang.


"Kalian bernasib buruk bertemu denganku," ujar Sultan melangkankan kaki masuk mobil.


Mobil Sultan melaju di jalanan menuju kampusnya. Ketika di perjalan ada seorang ibu-ibu menangis. Sultan memberhentikan mobilnya dan mendekati ibuk tersebut.


"Ada apa Bu?" Tanya Sultan ikut berjongkok dan memegang punggung ibu tersebut.


"Uang saya di ambil sama pencuri," tangis ibu itu.


"Terus di mana pencurinya?" tanya Sultan celingak celinguk.


"Dia sudah pergi, beberapa orang berusaha menangkapnya tapi tidak berhasil," jawab ibu itu sesenggukkan.


"Hm... kalo boleh tau berapa uang yang di curi itu?"


"50.000."


Sultan terkejut. "Iya ya, kalo hidup susah 1000 juga berharga, ingat waktu aku hidup susah dulu, uang 50.000 sangat banyak bagi kami berdua," batin Sultan.


"Udah Ibu jangan sedih ya, bagaimana jika saya ganti uang Ibu tadi," ujar Sultan menenangkan tangis ibu tadi.


"Ha???" Ibu itu kebingungan. Sultan mengambil uang 10 juta lalu meletakkan di tangan ibu tersebut dan ibu itu benar-benar terkejut. Ia melihat Sultan tak percaya.


"Ibu tenang saja, ini uang asli kok," ujar Sultan tersenyum. Ibu itu menangis mencium tangan Sultan dengan tangis sejadi-jadinya.


"Terima kasih Nak, terima kasih, semoga kamu jadi orang terkaya agar bisa bantu orang susah seperti ibu huhuhuhu," doanya dalam tangisan.


"Terima kasih doanya, kalau begitu saya pergi dulu Buk, karena saya mau kuliah," pamit Sultan mengosok punggung ibu tersebut.


"Hati-hati di jalan Nak," pesan ibu itu menyeka air matanya. Sultan mengangguk dan kembali masuk mobilnya dan melaju pergi.


Ting ting


Anda mendapatkan poin 5 poin.

__ADS_1


Poin Anda menjadi 145 poin.


SULTAN


(Apa yang terjadi?)


SISTEM


(Karena Anda sudah menolong ibu itu)


SULTAN


(Aku tidak menolongnya mengejar pencuri itu?)


SISTEM


(Memberi uang juga menolong)


SULTAN


(Apa ini misi tersembunyi)


SISTEM


(Bukan, ini misi tambahan)


SULTAN


SISTEM😒😒


Sesampainya di kampus Sultan keluar dari mobil sport kerennya. Seorang mahasiswi mendekati Sultan dan menyodorkan paper paper bag.


Sultan mengangkat alisnya heran.


"Ini aku kembalikan, dan sudah ku cuci sampai bersih mengunakan tangan, ku strika rapi dan ku beri pewangi semoga kamu menyukainya," ujar wanita itu menundukkan kepala.


Sultan menerimanya dan membukanya, ternyata adalah jaketnya waktu ia meminjamkan kepada seorang wanita di bully di kamar mandi.


"Terima kasih, tapi apa mereka masih menganggumu?" Tanya Sultan datar.


"Mereka... membullyku tapi sudah tak separah yang waktu itu lagi ujar wanita itu pelan.


"Jika mereka masih menganggumu lagi bilang saja denganku," ujar Sultan.


"Terima kasih atas bantuanya, tapi jika mereka menganggu ku tidak berlebihan aku akan berusaha mengatasinya sendiri," jawab wanita itu menundukkan kepalanya.


"Wah kamu memang wanita tangguh, terus maju kamu akan bisa melebihi mereka nanti," puji Sultan tersenyum.


"Terima kasih sekali lagi, aku pergi dulu," ujarnya membungkukan badan beberapa kali dan membalikan badan lalu berlari menjauhi Sultan. Sultan menatap punggung wanita yang tidak ia tau namanya berlari seolah-olah wanita itu menuju cahaya yang bersinar.

__ADS_1


Sultan mengambil jaket lalu memakainya dan bergosiplah para mahasiswi.


"Tadi kamu lihat nggak? Gleany memberi hadiah kepada Sultan dan Sultan menerimanya lalu memakainya, apa cinta wanita itu di terima oleh Sultan, atau jangan-jangan mereka udah pacaran?" tebak mereka.


"Wah wah wah... ini berita up too date and hot," ujar mereka lalu mereka menyebarkan lewat web kampus.


Masuklah sebuah notifikasi di ponsel para mahasiswa.


"Woww... Sultan udah punya pacar ya," ujar mereka tertawa dan juga masuk di ponsel Michela, sarah, Viola.


Sultan juga mengecek ponselnya dan mendapati fotonya dan wanita tadi.


"Apa-apaan nih mereka, sengaja buat gosip biar dapat cuan," omel Sultan yang sedang makan di kantin. "Sepertinya mereka ini harus di jinakkan dulu nih pake uang, baru diam," ujar Sultan melangkahkan kaki masuk ruangannya. Ternyata tak lama seorang dosen cantik masuk keruangannya.


Sultan terkejut karena dosen barunya adalah Aurora, pantas saja waktu itu dia minta di antarkan ke kampus ini. Aurora melihat ke arah Sultan sambil tersenyum Sultan hanya menatapnya tanpa membalas senyuman tersebut.


"Baiklah mari kita mulai pembagian materinya, dan cara menggambar yang rapi," ujar Aurora memulai pelajarannya.


"Aku pikir dia seumuran denganku, ternyata dia dosen, berati dia lebih tua dariku, jika aku menyapanya aku harus memanggilnya kakak nih," ujar Sultan mengangkat bahunya dan mulai mengikuti arahan Aurora.


"Sultan, aku ingin berbicara denganmu sebentar," ujar Aurora setelah pelajaran selesai.


"Ada apa?" tanya Sultan mengangkat alisnya.


"Ikut saja denganku," ujarnya, dan Sultan mengikutinya dari belakang dan ternyata Aourora membawanya ke balkon kampus.


"Ada apa memanggilku kak?" Tanya Sultan tanpa basa basi.


"Apa kamu bilang? Kakak? Hey! kita seumuran," teriaknya tak terima Sultan langsung menutup telinganya.


"Yah kakak 'kan seorang dosen, pasti lebih tua dariku," jawab Sultan tanpa bersalah.


"Sekali lagi kau memanggilku kakak, ku cabut anumu," ancam Aurora.


"Astaga kejamnya," ujar Sultan bergelik ngeri.


"Aku seumuran dengan mu, yah beginilah nasib jika jadi orang pintar, semuda ini sudah jadi dosen," ujarnya ngeluh tapi sebenarnya ia sedang berbangga diri.


Sultan😒😒 (manyun)


"Aku memanggilmu ke sini untuk menanyakan apa benar tulisan di artikel web tersebut? Kamu sudah punya pacar?" tanya menatap tajam Sultan.


"Ini bertanya tapi lebih terlihat seperti mengancam," ujar Sultan berdelik ngeri.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2