System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 235


__ADS_3

"Iya, aku pergi dulu ya," ucap Qayla yang masuk ke mobilnya.


"Iya," Sultan mengangguk dan Qayla langsung tancap gas melaju di jalanan.


"Aku harus memulai dari mana ini untuk mencari tahu," ucap Sultan.


"Baiklah aku akan ke tempat kejadian tadi malam saja," ucap Sultan mepajukan mobilnya menuju tempat kejadian tadi malam.


Sesampainya di sana, tidak ada yang menunggu lagi, tapi bagaimana bisa saat mereka melakukan kecelakaan itu tapi tidak ada mobil lewat, padahal ini adalah jalan yang sering di lewati?


Tak lama 2 orang pria datang.


Pria melihat ke arah Sultan dan Sultan juga melihat ke arahnya.


"Mereka tidak mungkin mengenaliku kan?" Tanya Sultan dalam hati.


"Kenapa Anda berhenti di sini?" tanya pria itu.


"Kenapa? Apa aku tidak boleh berhenti di sini? Ini kan jalan umum, siapa pun boleh berhenti, lalu kenapa kalian berhenti di sini?" Sultan balik bertanya.


Mereka pun pergi dari hadapan Sultan dan pergi ke tempat lain dan melihat-lihat ke dasar jurang.


Sultan juga berdiri yang tidak jauh dari mereka juga melihat ke dasar jurang.

__ADS_1


"Yuk yuk yuk," ajak temannya ketika melihat Sultan juga mengikutinya.


Dan akhirnya mereka pun pergi.


Sultan juga bergegas mengikutinya.


Mereka pun sampai di suatu tempat. Sultan sangat mengenali tempat ini.


Mereka berdua turun dan masuk ke dalam rumah tersebut.


"Bagaimana? Apa kalian sudah memastikan jika tidak ada orang yang hidup di sana?" tanya pria itu.


"Tidak Tuan, tidak ada tanda-tanda ke hidupan di sama," ujar Para pria itu.


"Oh jadi orang itu adalah Anda ya Tuan," ucap Sultan melepaskan wig dan wajah palsunya.


"Kamu!" pria itu kaget, ternyata dia adalah ayah Michela.


"Apa maksud dan tujuanmu ingin membunuhku? Aku pernah menyelamatkan anakmu dan sekarang kau malah mengiginkan nyawaku, apa alasanmu ingin membunuhku?" tanya Sultan yang sekarang berdiri di hadapan pria itu.


"Tentu saja aku ingin membunuhmu karena kau audah membunuh saudaraku!" bentaknya geram.


"Siapa saudaramu? Aku tidak mengenalnya?" tanya Sultan.

__ADS_1


"Dia... dia kepala organisasi hitam, dia adikku!" teriaknya.


"Terus bagaimana tentang ayahku yang ia sekap selama bertahun-tahun, bagaimana kau akan membayarnya? Sejak aku kecil aku tudak memiliki Ayah dan hidup dalam kesusahan tanpa ada yang menolongi kami, tanpa ada belasan kasihan dari mu, kompensasi apa yang telah kau berikan padaku? Kau hidup dalam bergelimangan harta sedangkan aku menjadi fakir miskin. Tidak kah berpikir sampai ke sana? Jika ingin membunuhku karena aku membunuh adikmu, sekarang bayarkan selama ayahku di sekap," ucap Sultan dengan mata berapi-api.


"Sekarang tangkap dia!" periantah Ayah michela.


"Ayah!" teriak Michela yang tiba-tiba datang.


Kedua pria itu menangkap Sultan dan Sultan langsung membunuh kedua pria itu.


Michela menjerit katakutan. "Ini... apa-apaan ini!" teriak Michela.


"Kamu jangan dekati dia, dia yang sudah membunuh pamanmu," ucap Ayah michela.


"Apa! Tidak mungkin, Sultan tidak seperti itu, aku percaya dia punya alasan kenapa dia membunuh paman," ucap Michela.


"Apa pun alasannya dia tetap harus di bunuh!" bentak Ayahnya.


"Tidak Ayah, aku sangat mengenali Sultan, dia tidak membunuh sembarangan orang yang tidak bersalah, Dia mungkin punya alasan, kenapa Ayah tidak mendengarkan alasanya terlebih dahulu," ujar Michela.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2