
"Tak apa, semua orang juga pernah melakukan kesalahan," ucapnya tenang.
Sultan menurunkan tangannya dan pria itu ia dudukkan ke tanah. Dan pria terluka itu duduk di depannya.
"Kita sudah berteman amat sangat lama sedari kita kecil, aku selama ini tidak pernah menganggapmu musuh, jika selama ini aku menyakitimu, aku minta maaf," ucapnya tenang sambil menatap temannya itu.
"Maaf kamu bilang? Apa kamu tidak tahu sesakit apa perasaanku!" teriaknya marah.
"Kenapa kau tidak mengatakan sejak awal jika kau juga menyukainya? Mungkin aku akan mundur, wanita bisa di cari tapi sahabat adalah segalanya. Kau sahabatku selamanya tetap sahabatku, di saat aku mati pun kau tetap sahabatku, hampir saja aku mati di tangan sahabatku," ujarnya terkekeh dengan tawa yang di paksakan.
"Sungguh tidak lucu," ujar Hary dengan wajah yang masih kesal.
"Baiklah, aku akan pergi dari kehidupan Melly dan menyerahkannya kepadamu, aku akan pergi jauh agar kau dan dia bisa bersama tanpa aku, akan aku lakukan agar kau tak sakit hati lagi denganku, termasuk melepaskan orang yang aku cintai untuk sahabatku, tapi aku harap jangan pernah kau sakiti dia termasuk bicara kasar atau membentaknya. Tolong jaga dia baik-baik, mungkin aku tak pernah kembali lagi, tapi tenang saja, kau masih sahabatku. Selamat tinggal," ucapnya sambil bersusah payah berdiri dan ia melangkahkan kaki dengan jalan pincang.
Hary terpaku menatap tembok di depannya dengan tatapan kosong, tanpa ia sadari air matanya jatuh di pangkuannya.
Tak lama ia pun menangis sesengukkan dan menatap tanah, ada sesal di hatinya.
Sungguh meng-ha-ru-kan.
Dan tak lama wanita bernama Melly datang entah dari mana.
"Kimo, kamu kenapa terluka begini?" tanya khawatir.
"Berhubungan kamu ada di sini, aku ingin mengatakan sesuatu," ucapnya serius sambil menatap mata Melly.
"Ada apa?" tanya Melly bingung.
"Maafkan aku sebelumnya, lebih baik kita putus saja, aku ingin pergi merantau jauh, aku takut jika aku tak setia dan malah menyakitimu, sebelum itu terjadi, lebih baik aku mengatakannya sekarang sebelum terlambat, tapi kamu tenang saja, masih ada seseorang yang mencintaimu lebih dari aku mencintaimu, atau mungkin kita tak cocok untuk bersama. Maaf Melly aku harus pergi sekarang, selamat tinggal," ujar Kimo melangkahkan kaki pergi.
Melly menarik tangan Kimo. "Kimo! Kenapa ini terjadi tiba-tiba saja! Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku!" teriaknya menangis.
"Maaf Melly, selama ini aku sudah mempermainkan hatimu," ucap Kimo berusaha menahan air matanya.
__ADS_1
"Tidak Kimo, aku tau kau sangat mencintaiku, dari caramu selama ini kau benar-benar menyayangiku, kau pasti bohongkan?" tanya Melly menangis sambil memeluk punggung Kimo.
Kimo melepaskan pelukan Melly. "Maaf Melly aku sudah membohongimu, kita tak mungkin bisa bersama karena aku sudah memiliki orang lain," ucapnya sedih dan melangkah pergi.
"Dia adalah sahabatku," lirih Kimo dalam hati pergi dengan bulir bening jatuh di pipinya.
"Kamu jahat Kimo, kamu sungguh jahat! Aku sudah mempercayaimu selama ini, ini balasan yang kau berikan, aku tak rela!" teriak Melly menangis terduduk ke tanah.
Namun Kimo tetap melangkahkan kakinya meskipun berat, ia sangat ingin memeluk Nelly dan menghapus air matanya, tapi ia tak bisa lakukan itu.
"Haisshh... ada tonton gratis nih," ujar Tedi membuyarkan keterharuannya.
"Ya udahlah ayo pulang, di sini kita hanya menyelamatkan nyawa Kimo, bukan menonton drama mereka," ajak Sultan. Mereka menyusuri jalan dan melihat mobilnya tidak ada di tempat.
"Hah! Pergi kemana mobilnya?" tanya Sultan heran yang mobilnya tiba-tiba menghilang. Perasaam tadi mobilnya udah di kunci?
Sultan dan Tedi berlari mengikuti jejak mobil tersebut dan ketika belokkan Sultan melihat beberapa orang sedang mendorong mobilnya.
Sultan langsung manyun. Ia membunyikan alarm jarak jauh dari remot pengontrol. Seketika mereka terkejut dan lari berhamburan.
Setelah Tedi masuk, Sultan langsung tancap gas melaju di jalanan.
"Udah capek-capek mendorong, malah di ambil ama yang punya," omel bsalah satu di kelompok pria tadi.
"Hahaha... mereka pun kalau mau mencuri kenapa tidak mendereknya tadi, ini malah mendorong dan hasil ya malah Zonk," Tedi tertawa lepas.
Sultan melajukan kendaraannya menuju kampus untuk mengambil mobil Tedi.
Ting ting.
Misi selesai.
Anda mendapatkan 40 poin
__ADS_1
Poin Anda menjadi 500 poin.
"Aaaaaaaaaaaaa... akhirnya aku bisa mengumpulkan poinnya juga, aku bisa melindungi ibu meskipun aku tidak ada di dekat Ibu, aku tidak perlu khawatir lagi.. horeeeeeeeee!" teriak Sultan kesenangan.
Tedi kaget sambil menutup telinganya. "Menjeritnya jangan di sini donk, tunggu sampai kampus setelah aku masuk mobilku," ujar Tedi manyun.
"Biasalah refleks orang bahagia ya begitulah," ujar Sultan tersenyum bahagia.
Sultan melajukan mobilnya dengan kencang agar cepat sampai di kampus dan segera pulang dan ingin melindungi ibunya dengan poinnya.
Akhirnya sampai di kampus, melihat mobil Dari kejauhan para mahasiswa dan dosen menyerbu Sultan dan mengetuk pintu mobilnya.
"Sultan, selamat ya, selamat ya," ujar mereka. Tedi keluar dari mobil Sultan dan langsung para mahasiswa masuk ke mobil Sultan dan menarik-narik tangan Sultan dan bajunya.
"Hey... ada apa dengan kalian!" teriak Sultan menarik kembali bajunya.
"Sultan ayo keluar, kita foto dulu," pinta mahasiswi.
Dengan terpaksa Sultan keluar dan mereka rebutan ingin dekat Sultan dan berfoto dan itu membuatnya risih. Ia ingin segera pulang.
"Sultan mau kemana kita belum foto bareng dosen nih," ujar Pak Irfan.
Dengan manyun Sultan mengikuti ke inginan mereka dan berfoto bersama.
Setelah berfoto Sultan langsung lari ke mobilnya dan langsung menguncinya.
"Besokkan masih ada waktu jika ingin berfoto," omel Sultan. Tiba-tiba sebuah kalung jatuh dari gantungan mobilnya. Sultan meraihnya.
"Lebih baik aku pakai saja kalungnya," ujar sultan mengenakan kalungnya yang ada lencana coklat.
Ia memutar mobilnya dan melaju pergi. Ia tak peduli dengan teriakan teman-teman kampusnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH