
"Sayang sekali ya, kejadian itu tidak bisa terulang kembali," ucap Sultan tersenyum.
"Kamu benar, tidak mungkin terulang kembali," ucap Viola dan ia kembali keluar ruangan dengan wajah sedih.
"Sultan," panggil Michela dengan senyum yang mengembang.
"Haisssh... kenapa sih wanita pada berdatangan," gerutu Sultan dalam hati.
"Kamu selama ini kemana aja? nongol tiba-tiba udah ngundang 1 kampus, enak banget ya jadi orang kaya," ucap Michela terseyum lebar.
"Kenapa?" tanya Sultan dengan wajah datar.
"Oh iya, kemaren kamu janji mau kerumahku, kenapa kamu nggak datang?" tanya Michela.
"Kebetulan sekali aku ingin bertemu dengan Papamu," ucap Sultan.
"Oh ya, nanti aku kabari dia, apa kamu ingin langsung kerumahku?" tanya Michela senang.
"Ya, aku akan langsung kesana habis pulang kuliah, dan aku mungkin tidak bisa berlama-lama di sana," ucap Sultan.
"Tidak masalah sih," ucap Michela senang.
Aurora pun masuk keruangan untuk pembagian materi.
"Sebelum memulai pelajaran, tadi kalian dengarkan jika salah satu teman kita malam ini ada acara di hotelnya datang ya semua, di sana nanti kita akan ada sesi pemotretan sebagai kenang-kenangan dan aku sendiri sudah memesan fotografernya dan bayarnya adalah yang punya pesta," ucap Aurora melihat ke arah Sultan.
Semua di ruangan juga melihat ke arah Sultan karena mereka tau jika Sultan yang punya hajat.
Ting ting
Misi level B
__ADS_1
Menolong seseorang mahasiswa yang kepalanya nyangkut di bolongan pagar di belakang kampus.
Hadiah 20 poin
Hadiah 500.000.000.000
"Buk, aku permisi sebentar," ucap Sultan mengangkat tangannya.
"Ya silakan pergi," ucap Aurora dan mereka kembali melanjutkan pelajarannya.
Sultan berjalan menuju belakang kampus dan melihat seorang mahasiswa yang kepalanya nyangkut di sela pagar dan mereka berusaha mengeluarkan dengan berbagai cara tapi malah tidak bisa.
"Kamu bisa kepalanya masuk ke sana bagaimana caranya?" tanya Sultan tertawa.
"Tolongin donk, pakai gergaji atau pakai grenda kek," ujar temannya.
"Hey jangan, aku belum mau mati!" teriak pria yang kepanya nyangkut.
"Tadinya cuma ngetes eh malah nggak bisa keluar," jawab temannya yang lain.
"Ya udah sini," ucap Sultan mendekati pria itu dan memegang pundaknya.
"Jangan di tarik! Kepalaku bisa putus nanti!" teriaknya ketakutan.
"Siapa juga yang mau narik kepalamu, aku mau membengkokkan besinya," ujar Sultan memegang kedua besi itu lalu membengkokkannya.
Dan keluar jugalah kepalanya.
"Aduuh... aku hampir mati rasanya," ucap pria itu memegang lehernya karena dari tadi ia juga sempat di tarik kepalanya oleh teman-temanya.
"Kamu kuat banget Sultan, ini besi padat lho," ucap mereka terkagum-kagum.
__ADS_1
"Ah, karena aku sering latihan saja," jawab Sultan ngasal.
"BTW makasih ya Sultan, ini temanku semua ini pada nggak ada akhlak, masa aku di suruh ngetes masukin kepala ku di sana," ucap pria itu kesal.
"Kalian ini kok kayak anak-anak ya," ucap Sultan.
"Iya nih, mereka nih," tunjuk pria itu kepada temannya, sedangkan teman-temannya terkekeh lucu.
"Ya udah, aku balik lagi ke ruanganku," ucap Sultan.
"Oke," jawab mereka.
Sultan kembali ke ruangannya dan kembali mengikuti pelajaran si berikan oleh Aurora.
Ting ting
Misi selesai.
Selamat Anda mendapatkan 20 poin
Poin Anda menjadi 1190 poin.
Selamat Anda mendapatkan hadiah 500.000.000.
Hadiah Anda menjadi 5.105.020.000.000
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1